menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

10 Cerita Anak Islami yang Mendidik & Menanamkan Akhlak Mulia

Simak 10 contoh cerita anak islami untuk mendidik dan menanamkan akhlak yang mulia.

Yumin kali ini mau memberikan rekomendasi cerita islami untuk Yupiers dan keluarga. Hari ini, keteladanan rasanya semakin sulit kita temui sehari-hari. Mungkin, ini saat yang tepat untuk melihat keteladanan orang-orang terbaik yang pernah lahir di bumi. 

Kisah-kisah dari para nabi dan sahabat nabi bisa jadi teladan untuk mendidik dan menanamkan akhlak mulia pada anak-anak. Akhlak mulia akan jadi bekal penting untuk anak-anak bukan hanya di dunia tapi sampai akhirat kelak. 

Yuk simak selengkapnya di artikel di bawah ini ya!

1. Ketika Rasulullah SAW Dilempari Batu

Kisah ini menceritakan tentang Rasulullah SAW yang tetap teguh menyebarkan ajaran Islam meskipun mendapat banyak penolakan dari kaum kafir Mekah. Mereka tidak menyukai ajaran yang dibawa Rasulullah SAW sehingga berbagai cara dilakukan untuk menghentikan dakwah beliau, mulai dari rayuan, ancaman, hingga penyiksaan.

Suatu hari, ketika Rasulullah SAW berdakwah ke Kota Thaif, beliau justru mendapat perlakuan yang sangat buruk. Penduduk Thaif mengusir dan melempari beliau dengan batu hingga terluka. Melihat penderitaan Rasulullah SAW, seorang malaikat datang menawarkan pertolongan dengan menghancurkan penduduk Thaif menggunakan gunung sebagai balasan atas perbuatan mereka.

Namun, Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut. Beliau tidak ingin membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT agar suatu hari nanti keturunan penduduk Thaif diberikan hidayah, beriman kepada Allah, dan tidak menyekutukan-Nya. Sikap penuh kasih sayang dan pemaaf yang ditunjukkan Rasulullah SAW menjadi salah satu bukti betapa mulianya akhlak beliau.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa seorang Muslim hendaknya membalas keburukan dengan kesabaran, kasih sayang, dan doa yang baik. Memaafkan orang lain bukanlah tanda kelemahan, melainkan akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut versi yang telah di-rewrite mengikuti format naratif seperti contoh Legenda Danau Toba. Isinya diringkas, mengalir, dan tetap mempertahankan inti kisah Nabi Yunus AS. Informasi mengenai Nabi Yunus yang ditelan ikan besar, berdoa memohon ampun, dan akhirnya diselamatkan Allah diambil dari kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an dan dirangkum dalam artikel yang Anda lampirkan. 

2. Kisah Nabi Yunus AS Dalam Perut Paus

Kisah ini menceritakan tentang Nabi Yunus AS yang diutus Allah SWT untuk mengajak kaumnya menyembah hanya kepada-Nya. Namun, banyak dari kaumnya menolak dakwah tersebut sehingga Nabi Yunus merasa sedih dan meninggalkan mereka sebelum mendapat perintah dari Allah SWT.

Dalam perjalanannya, Nabi Yunus AS menaiki sebuah kapal. Ketika kapal diterpa badai besar, para penumpang melakukan undian untuk mengurangi beban kapal. Nama Nabi Yunus AS keluar dalam undian tersebut sehingga beliau terjun ke laut dan kemudian ditelan oleh seekor ikan besar atas kehendak Allah SWT. Meski berada dalam perut ikan, Nabi Yunus AS tidak putus asa. Beliau memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati melalui doa, "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin" (Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim).

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan memerintahkan ikan tersebut mengeluarkannya ke daratan dalam keadaan selamat. Setelah pulih, Nabi Yunus AS kembali menjalankan tugasnya sebagai rasul. Kali ini, kaumnya menerima dakwah beliau, beriman kepada Allah SWT, dan meninggalkan perbuatan menyekutukan-Nya. 

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT, meskipun sedang menghadapi kesulitan. Dengan mengakui kesalahan, memohon ampun dengan tulus, dan tetap bersabar, Allah SWT akan memberikan jalan keluar terbaik bagi hamba-Nya.

3. Kisah Abdullah bin Abbas yang Gigih Menuntut Ilmu

Kisah ini menceritakan tentang Abdullah bin Abbas RA, sepupu Rasulullah SAW yang dikenal memiliki semangat luar biasa dalam menuntut ilmu. Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdullah bin Abbas menyadari bahwa masih banyak sahabat Nabi yang menyimpan ilmu dan hadis. Ia pun mengajak seorang sahabat dari kaum Anshar untuk mendatangi mereka dan belajar langsung, tetapi ajakannya ditolak karena sahabat tersebut mengira orang-orang akan tetap bertanya kepada para sahabat senior.

Meski harus belajar seorang diri, Abdullah bin Abbas tidak menyerah. Setiap kali mendengar ada sahabat yang mengetahui sebuah hadis Rasulullah SAW, ia segera mendatangi rumahnya. Bahkan ketika sahabat yang ingin ditemuinya sedang beristirahat, Abdullah bin Abbas rela menunggu di depan rumah hingga wajah dan pakaiannya dipenuhi debu. Saat para sahabat menyarankan agar ia cukup memanggil mereka karena merupakan sepupu Rasulullah SAW, Abdullah bin Abbas dengan rendah hati menjawab bahwa seorang pencari ilmu harus mendatangi gurunya, bukan sebaliknya.

Berkat kesungguhan, kesabaran, dan kerendahan hatinya, Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi salah seorang ulama terbesar di kalangan sahabat. Ia dikenal dengan julukan Hibrul Ummah (Pakar Umat) dan Bahrul Ilmi (Samudra Ilmu), sementara banyak orang datang kepadanya untuk belajar agama Islam.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa ilmu tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui usaha, kesabaran, dan kerendahan hati. Semangat belajar serta rasa hormat kepada guru akan membuka jalan menuju ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dalam kehidupan.

Baca Juga: 10 Manfaat Puasa untuk Anak di Bulan Ramadhan dan Cara Mendampinginya

4. Kisah Qabil dan Habil Melaksanakan Kurban

Kisah ini menceritakan tentang Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam AS yang diperintahkan Allah SWT untuk mempersembahkan kurban. Perintah tersebut diberikan sebagai jalan penyelesaian atas perselisihan yang terjadi di antara keduanya. Qabil yang bekerja sebagai petani mempersembahkan hasil panennya, sedangkan Habil yang seorang peternak mempersembahkan kambing terbaik yang dimilikinya. Allah SWT menerima kurban Habil, tetapi tidak menerima kurban Qabil karena Habil berkurban dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan, sementara Qabil memberikan persembahan yang kurang baik.

Merasa iri dan dipenuhi rasa dengki, Qabil marah kepada Habil hingga mengancam akan membunuhnya. Habil tidak membalas ancaman tersebut dan berkata bahwa Allah SWT hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa. Namun, Qabil tetap mengikuti hawa nafsunya dan akhirnya membunuh Habil. Peristiwa itu menjadi pembunuhan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia. Setelah itu, Allah SWT mengutus seekor burung gagak untuk mengajarkan Qabil cara menguburkan jenazah saudaranya. Barulah Qabil menyadari besarnya kesalahan yang telah diperbuat dan diliputi penyesalan.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa Allah SWT menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh ketakwaan, bukan sekadar karena besarnya persembahan. Selain itu, kita harus menjauhi sifat iri hati dan dengki karena dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

5. Kisah Nabi Yusuf AS yang Meraih Kesuksesan dengan Kesabaran

Kisah ini menceritakan tentang Nabi Yusuf AS, seorang nabi yang sejak kecil dikenal memiliki akhlak mulia dan sangat disayangi ayahnya, Nabi Ya'qub AS. Rasa sayang tersebut membuat saudara-saudaranya iri hingga mereka melemparkan Nabi Yusuf AS ke dalam sebuah sumur. Berkat pertolongan Allah SWT, beliau diselamatkan oleh rombongan kafilah dagang dan dibawa ke Mesir sebagai seorang budak.

Di Mesir, Nabi Yusuf AS kembali menghadapi berbagai ujian. Beliau difitnah dan dipenjara meskipun tidak bersalah. Namun, Nabi Yusuf AS tidak pernah berputus asa. Selama berada di penjara, beliau tetap beribadah kepada Allah SWT, berbuat baik kepada orang lain, dan menggunakan kemampuan yang Allah berikan untuk menafsirkan mimpi. Ketika Raja Mesir mengalami mimpi yang tidak dapat ditafsirkan siapa pun, Nabi Yusuf AS berhasil menjelaskan maknanya serta memberikan solusi untuk menghadapi masa paceklik yang akan datang.

Berkat kejujuran, kesabaran, dan kecerdasannya, Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara dan diangkat menjadi pejabat yang mengelola persediaan pangan di Mesir. Kepemimpinannya berhasil menyelamatkan banyak orang dari bencana kelaparan, bahkan mempertemukan kembali beliau dengan keluarganya. Kisah Nabi Yusuf AS menunjukkan bahwa setiap ujian yang dihadapi dengan iman dan kesabaran dapat menjadi jalan menuju keberhasilan yang telah Allah SWT siapkan.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa kesuksesan tidak diraih dengan jalan yang mudah, melainkan melalui kesabaran, kejujuran, dan keteguhan iman kepada Allah SWT. Ketika kita tetap berbuat baik dan tidak menyerah dalam menghadapi cobaan, Allah SWT akan memberikan jalan terbaik pada waktu yang paling tepat.

6. Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Akhlak Mulia Saat Menunaikan Ibadah Haji

Kisah ini menceritakan tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, sahabat terdekat Rasulullah SAW sekaligus khalifah pertama dalam Islam yang dikenal karena keimanan, kesederhanaan, dan akhlaknya yang mulia. Saat menunaikan ibadah haji, Abu Bakar menunjukkan bahwa tujuan utama berhaji bukanlah mencari pujian, melainkan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Selama menjalankan rangkaian ibadah haji, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA tetap hidup sederhana meskipun memiliki harta yang cukup. Beliau tidak mengutamakan kenyamanan atau kemewahan, melainkan memperbanyak doa, zikir, dan menjalankan setiap rukun haji dengan penuh kekhusyukan. Selain itu, Abu Bakar juga senang membantu jamaah lain yang mengalami kesulitan tanpa mengharapkan balasan ataupun pujian dari siapa pun. Sikap rendah hati, kepedulian, dan ketakwaannya menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Melalui perjalanan hajinya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menunjukkan bahwa ibadah yang terbaik adalah ibadah yang dilakukan dengan hati yang ikhlas dan akhlak yang baik. Beliau tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berbuat baik kepada sesama sehingga kehadirannya membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa ibadah kepada Allah SWT hendaknya disertai dengan keikhlasan, kerendahan hati, dan kepedulian kepada sesama. Akhlak yang mulia akan membuat setiap amal ibadah menjadi lebih bermakna dan dicintai oleh Allah SWT.

7. Kisah Thalhah bin Ubaidillah, Pebisnis Kaya yang Dermawan

Kisah ini menceritakan tentang Thalhah bin Ubaidillah RA, salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Sejak muda, Thalhah dikenal sebagai pedagang yang cerdas dan berhasil membangun usaha hingga menjadi seorang yang sangat kaya. Namun, kekayaan yang dimilikinya tidak membuatnya sombong atau cinta dunia. Sebaliknya, ia justru merasa khawatir jika hartanya menghalanginya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Suatu hari, Thalhah memperoleh harta dalam jumlah yang sangat besar dari hasil perdagangannya. Melihat suaminya tampak gelisah, istrinya, Su'da binti Auf, menyarankan agar harta tersebut dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Thalhah segera menerima nasihat itu. Ia mengumpulkan fakir miskin dan masyarakat di sekitarnya, lalu membagikan seluruh hartanya hingga hampir tidak ada yang tersisa. Baginya, kebahagiaan bukanlah memiliki harta yang melimpah, tetapi menggunakannya untuk membantu sesama dan mencari ridha Allah SWT.

Kedermawanan Thalhah bin Ubaidillah RA membuatnya dikenal sebagai sahabat yang sangat pemurah. Rasulullah SAW bahkan memberikan julukan kepadanya sebagai Thalhah Al-Jud (Thalhah yang Dermawan) dan Thalhah Al-Fayyadh (Thalhah yang Melimpahkan Kebaikan). Kekayaannya menjadi sarana untuk menolong banyak orang, bukan untuk berbangga diri atau hidup bermewah-mewahan.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa harta merupakan titipan dari Allah SWT yang sebaiknya digunakan untuk berbuat kebaikan. Semakin banyak berbagi kepada orang lain dengan ikhlas, semakin besar pula keberkahan yang akan Allah SWT berikan dalam kehidupan kita.

8. Kisah Semut dan Nabi Sulaiman AS

Kisah ini menceritakan tentang Nabi Sulaiman AS, seorang nabi sekaligus raja yang dianugerahi Allah SWT berbagai mukjizat, salah satunya kemampuan memahami bahasa hewan. Suatu hari, Nabi Sulaiman AS memimpin pasukan besar yang terdiri atas manusia, jin, dan burung melewati sebuah lembah yang menjadi tempat tinggal sekumpulan semut.

Melihat rombongan besar itu, seekor semut segera memperingatkan teman-temannya agar masuk ke dalam sarang supaya tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS mendengar perkataan semut tersebut. Beliau tersenyum karena kagum atas kepedulian sang semut terhadap kaumnya. Nabi Sulaiman AS juga menyadari bahwa semut itu tidak menyalahkan beliau dan pasukannya, karena mereka mungkin saja tidak sengaja menginjak semut-semut kecil yang ada di jalan. Setelah itu, Nabi Sulaiman AS memanjatkan doa kepada Allah SWT agar selalu diberi kemampuan untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

Kisah ini menunjukkan bahwa makhluk sekecil semut pun memiliki rasa peduli terhadap sesamanya. Sementara itu, Nabi Sulaiman AS memberikan teladan dengan bersikap rendah hati, menghargai semua makhluk ciptaan Allah SWT, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diterimanya.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa kita harus saling mengingatkan dalam kebaikan, peduli terhadap keselamatan orang lain, dan tidak meremehkan makhluk sekecil apa pun. Selain itu, kita juga perlu meneladani Nabi Sulaiman AS dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT dan menggunakan setiap kelebihan yang dimiliki untuk berbuat baik.

Baca Juga: Maulid Nabi Muhammad SAW 

9. Kisah Kedermawanan Rasulullah SAW

Kisah ini menceritakan tentang Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sosok paling dermawan dan senang membantu orang lain. Beliau tidak pernah menolak orang yang datang meminta pertolongan. Apa pun yang dimiliki Rasulullah SAW, baik harta, makanan, maupun hadiah, sering kali diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Beliau percaya bahwa berbagi di jalan Allah SWT tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, melainkan mendatangkan keberkahan.

Suatu hari, Rasulullah SAW menerima sejumlah harta. Namun, beliau tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Sebelum malam tiba, hampir seluruh harta tersebut telah dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan. Bahkan ketika hidup dalam keadaan sederhana, Rasulullah SAW tetap mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri. Sikap dermawan itu membuat banyak orang merasakan kasih sayang Islam dan semakin mencintai ajaran yang beliau bawa.

Kedermawanan Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan dengan memberikan harta. Beliau juga gemar menolong, menghibur orang yang sedang bersedih, serta mengajarkan umatnya untuk saling berbagi dan peduli kepada sesama. Melalui teladan beliau, umat Islam diajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa berbagi kepada sesama merupakan salah satu akhlak mulia yang dicintai Allah SWT. Kita tidak harus menunggu menjadi kaya untuk bersedekah, karena sekecil apa pun pemberian yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah SWT dan membawa kebahagiaan bagi orang lain.

10. Kisah Bocah Pemberani yang Melindungi Rasulullah SAW

Kisah ini menceritakan tentang Abdullah bin Zubair RA, seorang anak pemberani yang tumbuh di lingkungan para sahabat Rasulullah SAW. Sejak kecil, ia memiliki kecintaan yang besar kepada Rasulullah SAW dan tidak takut membela kebenaran meskipun harus menghadapi bahaya. 

Suatu hari, ketika Rasulullah SAW sedang berdakwah di Makkah, sekelompok orang Quraisy melempari beliau dengan batu dan berusaha menyakitinya. Melihat kejadian itu, Abdullah bin Zubair yang masih kecil segera berlari mendekati Rasulullah SAW. Dengan penuh keberanian, ia berdiri di dekat beliau dan berusaha melindunginya dari lemparan batu. Meskipun tubuhnya kecil, Abdullah tidak gentar menghadapi orang-orang yang memusuhi Rasulullah SAW karena kecintaannya kepada beliau lebih besar daripada rasa takutnya. Keberanian anak itu membuat Rasulullah SAW merasa terharu dan mendoakan kebaikan untuknya. 

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk melakukan kebaikan dan membela agama Allah SWT. Abdullah bin Zubair RA kemudian tumbuh menjadi salah seorang sahabat yang dikenal berani, teguh memegang prinsip, dan memiliki keimanan yang kuat.

Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa keberanian sejati lahir dari keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya. Meskipun masih kecil, kita dapat menunjukkan keberanian dengan membela kebenaran, membantu orang lain, dan tetap teguh melakukan hal yang baik.

Itu tadi beberapa cerita islami yang bisa Yumin bagikan. Sampai ketemu lagi di cerita-cerita yang menginspirasi lainnya ya Yupiers. 

Home Our Story Events Games Profile