menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Legenda Reog Ponorogo Lengkap: Kisah Dewi Songgo Langit dan Singa Barong

Asal-usul legenda Reog Ponorogo dari Jawa Timur, cerita epik Singo Barong melawan Klono Sewandono.

Yupiers sudah pernah menonton reog Ponorogo atau bahkan mengajak si kecil untuk nonton bareng?


Pertunjukan reog Ponorogo, sebuah pertunjukan kolosal dengan tokoh utama barongan dengan topeng harimau berbulu merak. Di belakangnya, berbaris pasukan berkuda (jathil) tampil dengan gerakan menuju ke medan perang. Tampak pula penari topeng bujangganong, dan penari swandono. Semua tarian dalam pertunjukan ini diiringi gamelan. 


Kesenian reog Ponorogo ini sudah diakui UNESCO sebagai sebagai warisan tak benda. Pengakuan dunia ini diberikan pada 5 Desember 2023 dalam sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Botswana.


Sebagai generasi penerus, kita tentu perlu mengenalkan budaya ini kepada anak cucu. Selain dengan mengajak mereka menikmati pertunjukan juga melalui dongeng asal usulnya. 

Asal-Usul Legenda dari Tanah Ponorogo

Reog Ponorogo adalah kesenian yang sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun.terdapat dua versi sejarah yang mengisahkan asal-usul Reog Ponorogo. Pertama, versi Wengker menceritakan Ki Ageng Kutu (Demang Suryongalam), seorang abdi Kerajaan Majapahit mendirikan padepokan di Wengker. Ia menciptakan kesenian reog sebagai sindiran dan perlawanan terhadap Raja Brawijaya V.

Versi kedua sering dikenal dengan versi Bantarangin. Kisah ini menceritakan tentang lamaran Klono Sewandono, raja Bantarangin, kepada Dewi Songgolangit, putri Kerajaan Kediri. Kesenian ini lahir dari syarat lamaran tersebut yaitu dibuatkan gamelan model baru dan manusia berkepala harimau. 

Artikel ini akan menceritakan legenda reog ponogo versi kedua.

Di tanah Jawa Timur yang subur, tepatnya di wilayah Ponorogo, berkembang sebuah kisah legenda yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita ini menjadi dasar lahirnya kesenian tradisional yang kini dikenal luas sebagai Reog Ponorogo.

Legenda ini bukan sekadar cerita rakyat biasa, melainkan kisah yang sarat makna tentang cinta, ambisi, kesetiaan, dan keberanian yang tetap relevan hingga saat ini.

Kenalan dengan Para Tokoh dan Simbolismenya

Dalam legenda ini, setiap tokoh tidak hanya berperan sebagai karakter cerita, tetapi juga membawa makna simbolis yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan.

  • Singo Barong

Tokoh Singo Barong digambarkan sebagai makhluk yang sangat kuat dan berkuasa. Ia melambangkan kekuatan fisik, kekuasaan, serta ambisi yang besar. Namun di balik itu, Singo Barong juga merepresentasikan sisi negatif dari kekuatan tersebut, yaitu kesombongan dan keinginan untuk mendominasi. Karakternya menjadi pengingat bahwa kekuatan tanpa kebijaksanaan bisa berujung pada kekalahan.

  • Klono Sewandono

Klono Sewandono hadir sebagai sosok ksatria ideal. Ia melambangkan kepemimpinan, keberanian, serta kecerdikan dalam menghadapi tantangan. Berbeda dengan Singo Barong, kekuatannya tidak terletak pada fisik semata, tetapi pada strategi, keteguhan hati, dan kemampuannya bekerja sama dengan orang lain. Ia menjadi simbol bahwa keberhasilan sering kali lahir dari keseimbangan antara akal dan hati.

  • Bujang Ganong

Tokoh Bujang Ganong membawa warna yang berbeda dalam cerita. Dengan sifatnya yang lincah, jenaka, dan cerdik, ia melambangkan kecerdikan, kreativitas, serta semangat muda yang dinamis. Meski terlihat santai dan menghibur, perannya sangat penting dalam membantu kemenangan Klono Sewandono. Ia menunjukkan bahwa kecerdikan dan kelincahan bisa menjadi kekuatan besar, bahkan dalam situasi yang serius.

  • Dewi Songgo Langit 

Dewi Songgo Langit melambangkan kebijaksanaan, standar nilai, dan tujuan yang ingin dicapai. Ia bukan sekadar objek dalam cerita, tetapi sosok yang memiliki kendali atas pilihannya sendiri. Syarat yang ia tetapkan mencerminkan bahwa sesuatu yang berharga membutuhkan usaha, kreativitas, dan pembuktian, bukan sekadar kekuatan.

Secara keseluruhan, interaksi antar tokoh dalam legenda ini menggambarkan keseimbangan antara kekuatan, kecerdikan, dan kebijaksanaan. Kisah ini seolah menegaskan bahwa dalam kehidupan, kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu menggunakan hati, pikiran, dan kerja sama dengan bijak.

Sosok Dewi Songgo Langit dan Syarat Pernikahannya

Di masa lalu, hiduplah seorang putri cantik bernama Dewi Songgo Langit. Ia tidak hanya dikenal karena parasnya yang memikat, tetapi juga karena kecerdasan dan pendiriannya yang kuat.

Banyak raja dan ksatria datang untuk meminangnya, namun Dewi Songgo Langit menetapkan syarat yang tidak biasa. Ia hanya bersedia menikah dengan pria yang mampu menghadirkan sebuah pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya, sebuah tontonan yang luar biasa, penuh keajaiban, dan berbeda dari apa pun yang pernah disaksikan manusia.

Ambisi Singo Barong Sang Penguasa Hutan

Kabar ini sampai ke telinga Singo Barong, penguasa hutan yang sakti dan disegani. Sebagai makhluk setengah manusia dan setengah singa, ia memiliki kekuatan luar biasa serta ambisi besar untuk memperluas kekuasaannya ke dunia manusia.

Untuk memenangkan hati Dewi Songgo Langit, Singo Barong menciptakan sebuah pertunjukan yang megah dan penuh kekuatan magis. Ia menampilkan topeng kepala singa raksasa yang dihiasi bulu merak menjulang tinggi. Pertunjukan itu diiringi oleh pasukan hutan dan aura mistis yang kuat, mencerminkan kekuasaan serta keagungan dirinya.

Klono Sewandono dan Strategi Kecerdiknya

Di sisi lain, muncul seorang ksatria manusia bernama Klono Sewandono yang juga menaruh hati pada Dewi Songgo Langit. Berbeda dengan Singo Barong, ia tidak memiliki kekuatan gaib, tetapi ia memiliki kecerdikan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi.

Bersama sahabat setianya, Bujang Ganong, ia merancang sebuah pertunjukan yang memadukan tarian, musik gamelan, dan gerakan akrobatik. Pertunjukan ini terasa hidup dan penuh warna, menghadirkan keindahan sekaligus kebersamaan yang menyentuh hati para penonton.

Pertarungan Sengit Dua Kekuatan

Ketika hari penentuan tiba, kedua pertunjukan ditampilkan di hadapan Dewi Songgo Langit. Singo Barong memukau dengan kekuatan dan aura magisnya, sementara Klono Sewandono menghadirkan pertunjukan yang lebih hangat dan penuh kehidupan.

Namun suasana berubah tegang ketika Singo Barong merasa terancam dan menantang Klono Sewandono untuk bertarung. Pertarungan pun tak terelakkan. Singo Barong mengandalkan kekuatan fisiknya yang luar biasa, sementara Klono Sewandono bertahan dengan strategi dan ketekunan.

Dalam pertempuran tersebut, kehadiran Bujang Ganong menjadi kunci. Dengan kelincahannya, ia mampu mengalihkan perhatian Singo Barong, memberi celah bagi Klono Sewandono untuk melancarkan serangan penentu. Akhirnya, dengan tekad yang kuat, Klono Sewandono berhasil mengalahkan lawannya.

Kemenangan dan Lahirnya Reog Ponorogo

Setelah kekalahannya, Singo Barong mengakui keunggulan Klono Sewandono. Ia menyadari bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada hati, kecerdikan, dan ketulusan.

Dewi Songgo Langit pun menjatuhkan pilihannya kepada Klono Sewandono. Pernikahan mereka dirayakan dengan meriah, dan pertunjukan yang mereka ciptakan kemudian diwariskan dari generasi ke generasi hingga dikenal sebagai Reog Ponorogo.

Dalam kesenian ini, setiap tokoh membawa makna tersendiri. Singo Barong menjadi simbol kekuatan dan keagungan, Bujang Ganong melambangkan kecerdikan serta semangat muda, sementara Klono Sewandono mencerminkan kepemimpinan dan keberanian.

Pesan Moral dari Legenda Reog Ponorogo

  • Kekuatan Fisik Bukan Keunggulan Satu-satunya

Legenda Reog Ponorogo mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada hati dan pikiran. Sosok Klono Sewandono menunjukkan bahwa keberanian yang disertai kecerdikan mampu mengalahkan kekuatan besar seperti Singo Barong. Dari sini, kita belajar bahwa dalam menghadapi tantangan hidup, strategi, keteguhan, dan niat yang tulus sering kali menjadi penentu keberhasilan.

  • Punya Teman yang Bisa Bekerja Sama Penting untuk Mencapai Tujuan

Keberhasilan Klono Sewandono tidak lepas dari bantuan Bujang Ganong yang dengan kecerdikan dan kelincahannya mampu mengubah jalannya pertarungan. Hal ini mengingatkan bahwa tidak ada kesuksesan yang benar-benar diraih sendirian; dukungan, kolaborasi, dan kepercayaan antarindividu memiliki peran yang sangat besar.

  • Ambisi yang Besar Harus Dibarengi dengan Kebijaksanaan

Kisah Dewi Songgo Langit dan Singo Barong juga memberi pelajaran tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi ambisi. Keinginan untuk berkuasa atau menang tidaklah salah, tetapi tanpa kerendahan hati dan pengendalian diri, ambisi tersebut justru bisa membawa pada kejatuhan. Oleh karena itu, legenda ini mengajak kita untuk tidak hanya berusaha menjadi kuat, tetapi juga menjadi bijak dalam menggunakan kekuatan tersebut.

Membacakan cerita sebelum tidur bisa jadi salah satu cara untuk mengenalkan kekayaan budaya bangsa. 

Nah Yupiers juga bisa mengikuti kisah petualangan Nusantara lain seperti cerita Putri Hijau dari Sumatera Utara. Kalau ingin lebih banyak mengeksplorasi kekayaan cerita rakyat Indonesia lain, Yumin sudah rangkum ya. Selamat mendongeng dan titip peluk hangat untuk ananda tersayang, ya. Sampai jumpa!
Home Our Story Events Games Profile