menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Urutan Gerakan Pemanasan Sebelum Lari Lengkap dan Cara Melakukannya

Yupiers! Yuk pelajari step by step pemanasan sebelum lari, mulai dari jalan cepat hingga dynamic stretching, agar tubuh lebih siap berlari.

Lari memang terlihat sederhana, tetapi tubuh tetap perlu dipersiapkan sebelum menerima beban dari gerakan berulang. Pemanasan sebelum lari membantu meningkatkan suhu tubuh, aliran darah, serta mempersiapkan otot dan sendi untuk bergerak dengan intensitas lebih tinggi. NHS merekomendasikan pemanasan sebelum berlari, sementara Better Health Channel menyarankan pemanasan sekitar 5–10 menit dengan aktivitas aerobik ringan dan gerakan dinamis yang relevan dengan olahraga yang akan dilakukan.

Buat kamu yang masih pemula, pemanasan tidak harus rumit. Berikut rangkaian pemanasan sebelum lari sekitar 8–10 menit yang bisa dilakukan sebelum jogging santai maupun sesi lari yang lebih serius.

1. Mulai dengan Jalan Santai atau Jalan Cepat

Durasi: 2–3 menit

Jangan langsung berlari begitu keluar rumah. Mulailah dengan berjalan santai, kemudian tingkatkan menjadi jalan cepat. Tujuannya adalah menaikkan denyut jantung dan suhu tubuh secara bertahap.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri tegak dengan bahu rileks.
  2. Mulai berjalan dengan langkah nyaman.
  3. Setelah sekitar 30–60 detik, tingkatkan kecepatan.
  4. Ayunkan kedua tangan secara alami mengikuti langkah kaki.
  5. Pertahankan kecepatan sampai tubuh terasa lebih hangat.

NHS sendiri menggunakan 5 menit jalan sebagai bagian awal sebelum lari dalam program Couch to 5K. Untuk rangkaian pemanasan yang lebih lengkap, kamu bisa menggunakan 2–3 menit jalan cepat sebelum masuk ke gerakan dinamis.

Baca Juga: Bingung Mau Ngemil Apa Sebelum Jogging? Ini Panduan Pre-Workout Snack Anti-Ribet

2. Knee Lift

Durasi: 30–60 detik

Knee lift membantu menggerakkan pinggul dan kaki sekaligus meningkatkan aktivitas tubuh secara bertahap. Gerakan ini juga termasuk contoh gerakan pemanasan yang direkomendasikan NHS.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri tegak dengan kaki selebar pinggul.
  2. Angkat lutut kanan ke arah depan.
  3. Turunkan kembali secara terkontrol.
  4. Angkat lutut kiri.
  5. Lakukan secara bergantian.
  6. Ayunkan tangan berlawanan dengan kaki seperti ketika berjalan atau berlari.

Jaga tubuh tetap tegak dan jangan memaksakan lutut untuk naik terlalu tinggi. Fokus pada gerakan yang nyaman dan terkontrol.

3. Heel Digs

Durasi: 30–60 detik

Heel digs merupakan gerakan sederhana untuk mengaktifkan kaki sambil mempertahankan tubuh tetap bergerak.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka.
  2. Langkahkan kaki kanan ke depan dan sentuhkan tumit ke lantai.
  3. Tarik kembali kaki kanan.
  4. Lakukan hal yang sama dengan kaki kiri.
  5. Gerakkan tangan mengikuti ritme kaki.
  6. Pertahankan sedikit tekukan pada kaki yang menjadi tumpuan.

NHS merekomendasikan sekitar 60 heel digs dalam 60 detik sebagai bagian dari pemanasan sebelum lari.

4. Leg Swing

Durasi: 30 detik per kaki

Leg swing termasuk dynamic stretching, yaitu gerakan peregangan yang dilakukan secara perlahan, berulang, dan terkontrol melalui rentang gerak yang nyaman. Gerakan dinamis seperti ini dapat digunakan dalam pemanasan sebelum lari untuk menyiapkan otot-otot kaki.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri di samping tiang, pagar, atau benda kokoh untuk menjaga keseimbangan.
  2. Pegang penyangga dengan satu tangan.
  3. Ayunkan kaki luar ke depan dan belakang secara perlahan.
  4. Biarkan gerakan berasal dari panggul.
  5. Jangan mengayunkan kaki secara agresif.
  6. Lakukan sekitar 10–15 ayunan.
  7. Ganti kaki.

Kuncinya bukan membuat ayunan semakin tinggi, tetapi membuat pinggul dan kaki bergerak dengan nyaman.

5. Butt Kick

Durasi: 30–60 detik

Setelah tubuh mulai hangat, tambahkan gerakan yang sedikit lebih menyerupai pola lari.

Cara melakukannya:

  1. Berdiri tegak dengan pandangan ke depan.
  2. Mulai melakukan langkah kecil seperti jogging di tempat.
  3. Secara bergantian, tekuk lutut sehingga tumit bergerak ke arah bokong.
  4. Jaga gerakan tetap ringan dan cepat.
  5. Ayunkan tangan seperti ketika berlari.
  6. Pertahankan ritme selama 30–60 detik.

Tidak perlu memaksakan tumit benar-benar menyentuh bokong. Prioritaskan gerakan yang ringan dan terkontrol dalam pemanasan sebelum lari yang satu ini.

6. Knee Lift Dinamis

Durasi: 30–60 detik

Sekarang tingkatkan sedikit intensitas knee lift. Gerakan ini bisa menjadi jembatan dari pemanasan sebelum lari menuju jogging.

Cara melakukannya:

  1. Mulai dari posisi berdiri tegak.
  2. Angkat lutut kanan secara aktif.
  3. Turunkan dan segera berganti ke lutut kiri.
  4. Tingkatkan tempo secara bertahap.
  5. Pertahankan tubuh tetap tegak.
  6. Biarkan tangan bergerak seperti saat berlari.

NHS juga memberikan knee lift sebagai bagian dari pemanasan umum dengan target sekitar 30 repetisi dalam 30 detik.

7. Jogging Pelan sebagai Transisi

Durasi: 1–2 menit

Setelah serangkaian gerakan dinamis, jangan langsung masuk ke pace lari utama. Mulailah dengan jogging sangat ringan.

Caranya:

  • Ambil langkah pendek dan ringan.
  • Jangan mengejar pace.
  • Biarkan napas mulai meningkat secara perlahan.
  • Jaga bahu tetap rileks.
  • Tingkatkan kecepatan sedikit demi sedikit.

Pemanasan dengan aktivitas yang menyerupai olahraga utama tetapi pada intensitas lebih rendah seringkali jadi pendekatan yang direkomendasikan dalam panduan olahraga.

Baca Juga: Manfaat Lari Pagi yang Jarang Disadari & Tips Mulai untuk Pemula 

Contoh Urutan Pemanasan Sebelum Lari

Kalau ingin praktis, kamu bisa menggunakan urutan berikut:

Menit 0–2: jalan santai lalu perlahan naik jadi jalan cepat
Menit 2–3: knee lift
Menit 3–4: heel digs
Menit 4–5: leg swing
Menit 5–6: butt kick
Menit 6–7: knee lift dinamis
Menit 7–9: jogging sangat pelan
Menit 9–10: mulai masuk ke pace lari secara bertahap

Rangkaian ini bisa jadi panduan untuk pemula. Durasi dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, cuaca, jenis latihan, dan tingkat kebugaran. Secara umum, pemanasan sekitar 5–10 menit sudah cukup ideal, dan bisa dibuat lebih panjang ketika tubuh masih terasa kaku atau kondisi lingkungan lebih dingin.

Yupi Crunchy Gummy, Energy Booster Praktis untuk Pelari!

Yupi Crunchy Gummy 
Setelah melengkapi sesi pemanasan, menjaga pasokan energi selama atau sesudah berlari juga tidak kalah penting. 

Yupi Crunchy Gummy bisa jadi pilihan energy booster praktis yang mudah dibawa saat jogging. Perpaduan gummy yang kenyal dengan lapisan crunchy fruity clusters di luar memberikan tekstur seru serta rasa buah yang manis dan segar untuk mengembalikan semangatmu. 

Ditambah jaminan kualitas Yupi, kamu tak perlu ragu menjadikannya teman setia di setiap sesi latihan.

Anak yang aktif tentu selalu butuh energy booster yang praktis untuk dibawa ke mana-mana. Yupi Crunchy Gummy bisa jadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan anak yang aktif. 

Jangan Jadikan Pemanasan sebagai Ajang Latihan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat pemanasan terlalu berat. Tujuan pemanasan bukan membuat tubuh kelelahan sebelum lari, melainkan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas utama.

Karena itu, lakukan setiap gerakan dengan kontrol. Hindari gerakan memantul atau memaksakan rentang gerak. Jika muncul rasa sakit dan nyeri, segera hentikan gerakan tersebut. 

Selain pemanasan, peningkatan volume dan intensitas lari juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Better Health Channel menyarankan pelari tidak memaksakan diri melebihi kemampuan saat ini dan meningkatkan durasi maupun frekuensi lari secara perlahan.

Jadi, sebelum mengejar pace atau jarak yang lebih jauh, luangkan sekitar 5–10 menit untuk mempersiapkan tubuh. Dengan tubuh yang lebih siap, sesi lari pun bisa terasa lebih nyaman dan minim cedera.

Semangat Yupiers!

Home Our Story Events Games Profile