menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Profil 10 Striker Andalan Sepak Bola Indonesia Dari Berbagai Generasi

Mengenal profil 10 striker andalan tim garuda Indonesia dari berbagai generasi. Yupiers juga bisa jadi striker Indonesia, simak caranya di akhir artikel ini.

Demam Piala Dunia 2026 semakin panas. Tahun ini, kembali Indonesia belum bisa berpartisipasi dalam pesta sepak bola dunia. Langkah tim kebanggan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 terhenti pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

Meskipun demikian, sepak bola Indonesia berhasil melahirkan penyerang-penyerang hebat yang menjadi andalan Tim Garuda di berbagai era. Ada yang bersinar pada era Perserikatan, ada yang menjadi ikon sepak bola nasional di era Liga Indonesia, hingga ada pula yang sedang menjadi andalan Indonesia saat ini.

Para striker ini bukan hanya dikenal karena ketajamannya mencetak gol, tetapi juga karena kontribusi mereka dalam membawa Indonesia bersaing di level Asia Tenggara maupun Asia. 

Sekarang, Yupiers juga bisa merasakan sensasi jadi striker Indonesia lewat challenge Yupi Soccer Bonz lho. Yumin akan spill caranya di akhir artikel ya!

Berikut profil 10 striker andalan tim andalan Indonesia. Ada nggak pemain favorit Yupiers dalam daftar ini?

1. Soetjipto Soentoro

Lahir di Surabaya pada 16 Februari 1948, Soetjipto Soentoro merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia mendapat julukan "Gareng" dan menjadi ikon sepak bola nasional pada era 1960-an hingga 1970-an.

Soetjipto mengawali karier bersama Persebaya Surabaya sebelum menjadi andalan Indonesia. Pada masanya, Indonesia masih diperhitungkan di kawasan Asia dan Soetjipto menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini depan.

Selama membela tim sepak bola senior Indonesia, ia berhasil mencetak sekitar 37 gol dan masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Garuda.

Klub: Persebaya Surabaya dan klub-klub era Perserikatan.
Prestasi: Menjadi bagian generasi emas Indonesia pada era 1960-an dan 1970-an.
Gol: 37 gol.

2. Iswadi Idris

Lahir di Banda Aceh pada 28 Oktober 1948, Iswadi Idris dikenal sebagai pemain serbabisa yang kerap dimainkan sebagai penyerang maupun gelandang serang.

Karier profesionalnya banyak dihabiskan bersama Persija Jakarta. Ia menjadi kapten sekaligus motor permainan tim senior Indonesia pada era 1970-an.

Berkat kemampuan teknis dan naluri mencetak gol yang tinggi, Iswadi berhasil mencatat sekitar 55 gol untuk tim garuda dan masih menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang sejarah.

Klub: Persija Jakarta.
Prestasi: Membawa Indonesia bersaing di berbagai turnamen Asia pada era 1970-an.
Gol: 55 gol.

3. Rochy Putiray

Rochy Putiray lahir di Situbondo pada 26 Juni 1970. Ia dikenal sebagai salah satu striker paling berbakat yang dimiliki Indonesia pada era 1990-an.

Rochy memulai karier profesional bersama Arseto Solo sebelum berpetualang ke berbagai klub di Indonesia dan Hong Kong. Gaya bermainnya yang kreatif dan teknik tinggi membuatnya menjadi favorit suporter.

Ia mencatat sekitar 17 gol selama membela tim garuda.

Klub: Arseto Solo, Pelita Jaya, Instant-Dict FC (Hong Kong), dan lainnya.
Prestasi: Menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen Asia Tenggara era 1990-an.
Gol: 17 gol.

4. Widodo Cahyono Putro

Lahir di Cilacap pada 8 November 1970, Widodo Cahyono Putro dikenal berkat gol salto legendarisnya ke gawang Kuwait di Piala Asia 1996.

Karier profesionalnya dimulai bersama Warna Agung sebelum membela Petrokimia Putra dan sejumlah klub lainnya.

Widodo menjadi bagian penting skuad Indonesia yang tampil di Piala Asia 1996, salah satu pencapaian terbesar tim kebanggaan Indonesia pada masa itu.

Klub: Warna Agung, Petrokimia Putra, Gresik United.
Prestasi: Piala Asia 1996.
Gol: 14 gol.

5. Kurniawan Dwi Yulianto

Lahir di Magelang pada 13 Juli 1976, Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu striker paling komplet yang pernah dimiliki Indonesia.

Ia memulai karier melalui program PSSI Primavera yang saat itu mengirim pemain muda Indonesia berlatih dan bertanding di Italia. Setelah itu, ia membela sejumlah klub besar seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persija Jakarta.

Kurniawan menjadi andalan Indonesia pada berbagai ajang regional dan mencetak sekitar 33 gol untuk tim garuda senior.

Klub: Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persija Jakarta, Sabah FA.
Prestasi: Finalis Piala Tiger dan peraih medali SEA Games.
Gol: 33 gol.

6. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales lahir di Montevideo, Uruguay, pada 30 Agustus 1976. Setelah menjadi warga negara Indonesia, ia langsung memberikan dampak besar bagi Tim Garuda.

Puncak karier internasionalnya datang pada Piala AFF 2010 ketika berhasil membawa Indonesia mencapai final.

Dengan insting gol yang tajam, Gonzales menjadi salah satu striker naturalisasi paling sukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Klub: PSM Makassar, Persik Kediri, Arema, Madura United, PSS Sleman, dan lainnya.
Prestasi: Finalis Piala AFF 2010.
Gol: 13 gol.

7. Budi Sudarsono

Lahir di Kediri pada 19 September 1979, Budi Sudarsono dikenal dengan julukan "Si Piton" karena pergerakannya yang sulit diprediksi lawan.

Karier profesionalnya dimulai bersama Persebaya Surabaya dan berlanjut ke sejumlah klub besar seperti Persik Kediri dan Sriwijaya FC.

Ia menjadi bagian penting skuad Indonesia yang mencapai final Piala AFF 2004 dan 2007.

Klub: Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Sriwijaya FC, Deltras Sidoarjo.
Prestasi: Finalis Piala AFF 2004 dan 2007.
Gol: 15 gol.

8. Bambang Pamungkas

Lahir di Semarang pada 10 Juni 1980, Bambang Pamungkas adalah salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Sebagian besar kariernya dihabiskan bersama Persija Jakarta. Ia juga sempat bermain di Malaysia bersama Selangor FC.

Bambang membawa Indonesia menjadi finalis Piala AFF 2002 dan keluar sebagai top skor turnamen tersebut.

Klub: Persija Jakarta, Selangor FC, Pelita Bandung Raya.
Prestasi: Finalis Piala AFF 2002 dan top skor turnamen.
Gol: 38 gol.

9. Boaz Solossa

Boaz Solossa lahir di Sorong pada 16 Maret 1986. Ia menjadi simbol sepak bola Papua dan salah satu pemain terbaik Indonesia pada era 2000-an hingga 2010-an.

Karier profesionalnya identik dengan Persipura Jayapura, klub yang dibawanya meraih banyak gelar nasional.

Bersama Tim Garuda, Boaz tampil gemilang pada Piala AFF 2010 dan menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Asia Tenggara.

Klub: Persipura Jayapura, Borneo FC, PSS Sleman.
Prestasi: Finalis Piala AFF 2010.
Gol: 13 gol.

10. Ole Romeny

Lahir di Nijmegen, Belanda, pada 20 Juni 2000, Ole Romeny menjadi representasi generasi baru di tim kebanggaan Indonesia.

Ia mengawali karier profesional bersama NEC Nijmegen dan kemudian bermain di sejumlah klub Belanda seperti Willem II serta FC Utrecht. Setelah resmi membela Indonesia, Ole langsung menjadi salah satu tumpuan lini depan Garuda.

Puncak kariernya sejauh ini adalah membantu Indonesia melaju hingga putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, pencapaian bersejarah yang membuat Indonesia semakin dekat dengan panggung sepak bola dunia.

Klub: NEC Nijmegen, Willem II, FC Emmen, FC Utrecht.
Prestasi: Putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Gol: Menjadi salah satu pencetak gol penting Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Rasakan Pengalaman Jadi Striker via Yupi Soccer Bonz

Yupi Soccer Bonz Display Box

Yupi ikut menyemarakkan pesta sepak bola empat tahunan ini dengan meluncurkan Yupi Soccer Bonz. Yupiers bisa scan barcode di balik kemasan Yupi Soccer Bonz untuk ikut merasakan pengalaman menjadi striker Indonesia. 

Setelah itu, Yupiers bisa langsung mainkan AR game untuk merasakan pengalaman jadi striker dan cetak gol sebanyak-banyaknya. Tersedia hadiah Golden Surprise untuk 100 pemenang yang beruntung. 

Bukan itu saja, untuk top 500 leaderboard, Yupiers bisa mendapatkan saldo dompet digital dari Yupi. Tunggu apa lagi, yuk cetak gol untuk Indonesia!

Dari Generasi ke Generasi

Sepak bola Indonesia selalu memiliki sosok penyerang yang menjadi harapan publik. Dari Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris yang mengharumkan nama Indonesia pada era awal sepak bola nasional, hingga Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa yang menjadi idola generasi modern, semuanya meninggalkan jejak yang sulit dilupakan.

Kini, tongkat estafet itu mulai diteruskan oleh nama-nama baru seperti Ole Romeny. Kehadirannya menunjukkan bahwa Tim Garuda terus berkembang dan memiliki harapan besar untuk terbang ke level yang lebih tinggi. Siapa pun generasinya, para striker ini memiliki satu kesamaan: kemampuan mencetak gol dan kebanggaan saat mengenakan lambang Garuda di dada.

Selamat menikmati pesta bola Yupiers, jangan lupa ikutan challenge-nya ya!

Home Our Story Events Games Profile