menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Sejarah Hari Film Indonesia

Hi Yupiers!

Hi, Yupiers!

Sebelum Yumin ngajak Yupiers nostalgia soal sejarah perfilman Indonesia, kita mulai dulu dari hal yang paling penting buat pengalaman nonton makin seru, yaitu camilan. Karena jujur aja, nonton tanpa ngemil itu kayak film tanpa soundtrack, berasa ada yang kurang. Kalau Yupiers butuh teman nonton yang crunchy dan coklatnya berasa, Yupi Krunchy Choco Pie Jar cocok banget buat Yupiers! Tinggal buka jar, ambil satu, terus lanjut nonton deh. Simple, enak, dan bikin sesi nonton jadi lebih niat karena pastinya #SemuaSukaYupi!

Oke, sekarang kita masuk ke topik utamanya, Sejarah Hari Film Indonesia. Ini bukan sekadar tanggal ceremonial, tapi punya cerita yang berkaitan langsung dengan perjalanan industri film kita.

Hari Film Indonesia diperingati setiap 30 Maret. Yupiers mungkin pernah lihat ucapan “Selamat Hari Film Indonesia” tiap tanggal itu, tapi belum tentu tahu kenapa tanggalnya dipilih. Nah, alasannya menarik, karena berhubungan dengan salah satu film penting dalam sejarah perfilman Indonesia, yaitu Darah dan Doa.

Tanggal 30 Maret 1950 dianggap sebagai hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa karya sutradara Usmar Ismail. Film ini sering disebut sebagai tonggak penting karena dipandang sebagai film yang dikerjakan dengan kesadaran film nasional Indonesia, bukan sekadar produksi hiburan semata. Kenapa dianggap nasional? Karena film ini lahir dalam konteks Indonesia yang baru merdeka dan sedang membangun identitas, termasuk di dunia seni dan budaya. Usmar Ismail bukan cuma bikin film, tapi juga membawa semangat bahwa film bisa jadi media untuk bercerita tentang bangsa sendiri, dengan sudut pandang orang Indonesia sendiri. Jadi, Hari Film Indonesia bukan dipilih berdasarkan film pertama yang tayang di Indonesia, tapi berdasarkan momen simbolik yang dianggap sebagai kelahiran film Indonesia modern yang punya identitas kuat.

Yang lucu, peristiwa pentingnya terjadi tahun 1950, tapi penetapan Hari Film Indonesia sebagai peringatan nasional itu baru diresmikan pada 1999 lewat keputusan pemerintah. Artinya, butuh puluhan tahun sampai akhirnya negara bilang hal ini penting untuk diresmikan. Kenapa sih Hari Film Indonesia itu penting? Karena film itu lebih dari sekadar hiburan. Film punya peran besar dalam merekam budaya seperti bahasa, kebiasaan, cara hidup, dan nilai-nilai. Kemudian membentuk identitas bagaimana cara kita melihat diri sendiri sebagai bangsa. Menyuarakan cerita dari yang ringan sampai isu sosial yang serius. Serta menggerakkan industri kreatif mulai dari aktor, sutradara, penulis, kru, sampai musik dan desain.

Hari Film Indonesia jadi momen buat ngingetin bahwa industri film itu butuh dukungan. Bukan cuma dari pemerintah atau pelaku industri, tapi juga dari penonton. Karena tanpa penonton yang mau nonton film lokal, industri ini akan susah berkembang. Sekarang, film Indonesia semakin beragam. Ada film keluarga, horor, drama, komedi, hingga yang festival banget. Ada yang ringan buat hiburan, ada juga yang bikin Yupiers diam mikir setelah keluar bioskop. Dan itu kabar baik, karena artinya kita punya ruang buat banyak cerita.

Yupiers nggak harus bikin paragraf panjang atau jadi kritikus film buat ikut merayakan Hari Film Indonesia. Cara paling gampang adalah dengan nonton film Indonesia di bioskop atau platform legal, rekomendasikan yang Yupiers suka, dan hargai kerja keras orang-orang di balik layar. Karena setiap tiket yang dibeli dan setiap film lokal yang Yupiers tonton, itu ikut membantu industri ini terus jalan.

Selamat Hari Film Indonesia!
Home Our Story Events Games Profile