menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Weekend Seru Bebas Gadget! 5 Ide Aktivitas Fisik Ringan dan Menyenangkan Bareng Si Kecil di Rumah

Mau coba batasi screen time anak? Ini ide aktivitas bareng si kecil untuk melatih motorik sekaligus jadi bonding time

Di era sekarang, gadget memang sudah jadi bagian dari keseharian anak-anak ya Yupiers.

Mulai dari nonton video, main game, sampai belajar online, semuanya dekat dengan layar. Tapi kalau waktunya kebablasan, screen time berlebihan bisa bikin anak jadi kurang aktif bergerak. Akibatnya, anak jadi susah fokus, bahkan pola tidurnya ikut berantakan.

Makanya, penting banget buat orang tua mulai mengatur waktu layar anak dan mengajak mereka melakukan aktivitas fisik yang lebih seru. Kabar baiknya, aktivitas fisik nggak harus ribet atau keluar rumah kok Yupiers. 

Banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan bareng anak di rumah sambil tetap menyenangkan. Yumin kasih beberapa rekomendasi aktivitas bareng si kecil yang bisa dilakukan di rumah di bawah ini, ya.

Kenapa Screen Time Anak Perlu Dibatasi?

Rekomendasi screen time pada anak menurut American Academy of Pediatrics (AAP) menurut usia adalah:

  • Bayi di bawah 18 bulan tidak disarankan sama sekali terpapar layar, kecuali video call dengan keluarga
  • Usia 18-24 bulan, screen time dikenalkan dengan terbatas dan harus dengan pendampingan orang tua
  • Usia 2-5 tahun, maksimal 1 jam dengan konten sesuai usia dan dengan pendampingan orang tua
  • Usia 6 tahun ke atas, sebaiknya maksimal 2 jam per hari dengan pengawasan dan pendampingan orang tua.

Yupiers sudah tahu batasan ini belum?

Batasan screen time di masa awal perkembangan anak ini penting banget. Soalnya WHO dan AAP menyebut screen time berlebihan pada anak bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Anak yang terlalu lama duduk sambil menatap layar cenderung kurang bergerak, sehingga risiko obesitas meningkat. Selain itu, terlalu sering bermain gadget juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan kemampuan konsentrasi anak.

Padahal itu semua penting banget buat perkembangan anak ke depan. Anak-anak yang kurang tidur tidak bisa tumbuh maksimal. Apalagi gangguan konsentrasi, ini jelas bisa mengganggu proses belajar si kecil ke depan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak yang terlalu sering terpapar layar memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan kesulitan mengelola emosi. Akibatnya, anak jadi lebih sering tantrum. 

Terlalu banyak screen time juga bisa menghambat proses stimulasi motorik anak, karena bisa jadi karena terlalu banyak screen time bisa bikin anak mager. Menurut Yumin, salah satu yang tak kalah penting kenapa orang tua perlu membatasi screen time anak adalah kita perlu mengajari anak menghadapi rasa bosan. 

Hal ini penting untuk merangsang kreativitas anak dan membantu proses belajarnya. Proses belajar kan membosankan ya Yupiers tapi ya harus dilakukan dan diulang terus agar mahir. Makanya melatih anak untuk menghadapi rasa bosan ini penting.

Sementara, screen time biasanya nggak akan kasih waktu anak untuk merasa bosan. Akan selalu ada konten baru, games baru, atau distraksi baru yang bikin mereka nggak bosan.

Masalahnya, kalau anak dibatasi screen time-nya orang tua juga perlu memikirkan aktivitas pengganti sebelum anak lebih mandiri atau bisa menghadapi rasa bosannya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik bareng si kecil. 

Kenapa Aktivitas Fisik Lebih Baik untuk Anak?

Aktivitas fisik punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Saat anak bergerak aktif, tubuh mereka mengeluarkan energi sekaligus melatih otot, koordinasi tubuh, dan keseimbangan. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu meningkatkan mood karena tubuh memproduksi hormon endorfin yang bikin anak lebih happy.

Nggak cuma itu, anak yang rutin aktif bergerak biasanya punya kualitas tidur yang lebih baik dan kemampuan fokus yang lebih optimal. Aktivitas fisik juga bisa jadi momen bonding antara orang tua dan anak. Jadi bukan cuma sehat, tapi hubungan keluarga juga makin dekat.

Menurut rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak sebaiknya mendapatkan aktivitas fisik setidaknya 60 menit per hari. Aktivitasnya nggak harus olahraga berat kok, yang penting tubuh aktif bergerak dan anak merasa senang melakukannya.

Rekomendasi Aktivitas Bareng si Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah

Nah, kalau bingung mau mulai dari mana, ini dia beberapa ide aktivitas fisik seru bareng si kecil yang bisa dilakukan di rumah.

1. Menari dengan Lagu Kesukaan

Anak-anak biasanya suka musik dan gerakan yang seru. Coba ajak mereka menari bareng di rumah. Putar lagu favorit anak lalu ikuti gerakan bersama-sama.

Nggak perlu jago dance kok. Justru bagian lucunya ada di gerakan spontan yang bikin anak ketawa. Aktivitas ini bagus untuk melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan meningkatkan suasana hati anak.

2. Olahraga Bareng Anak

Kalau Yupiers suka olahraga, ajakin anak untuk ikut serta. Ajak mereka jalan pagi bareng atau bisa senam yang mudah buat mereka tirukan.

Olahraga bareng si kecil punya manfaat bagus untuk melatih keseimbangan, membakar energi, dan membantu anak lebih tenang. Aktivitas olahraga bareng si kecil juga bisa jadi bonding time.

Supaya nggak terasa seperti olahraga, buat suasananya santai saja. Misalnya sambil memakai piyama lucu atau sambil menirukan gerakan hewan. Olahraga bareng si kecil juga bisa mengurangi stres pada anak lho. 

3. Main Balon atau Bola Ringan

Kalau takut rumah berantakan atau ada barang pecah, gunakan balon sebagai media permainan. Anak-anak biasanya senang mengejar dan memukul balon karena gerakannya lambat dan aman.

Coba bikin permainan sederhana seperti:

  • Balon tidak boleh jatuh ke lantai
  • Lempar tangkap balon
  • Balapan meniup balon
  • Bola basket mini menggunakan keranjang cucian

Meski terlihat sederhana, permainan seperti ini membantu melatih refleks, koordinasi tangan dan mata, serta membuat anak terus bergerak aktif.

Yang paling penting, permainan balon cocok untuk berbagai usia dan bisa dilakukan tanpa peralatan mahal.

4. Libatkan Anak Melakukan Pekerjaan Rumah

Iya mungkin pekerjaan jadi lebih lama selesai atau lebih berantakan tapi anak-anak biasanya ingin ikut apa pun kegiatan orang tuanya. Tentunya disesuaikan dengan usia dan dengan pengawasan orang tua. 

Misal di usia 2 tahun anak bisa diminta untuk mengambilkan sayur di dekat dia. Atau di usia 3 tahun, anak bisa diminta memasukkan baju kotor ke dalam keranjang cucian. Semakin besar usia anak, pekerjaan rumah yang dikerjakan bisa semakin sulit. Bahkan mulai diberikan tanggung jawab, misal mencuci piring sendiri atau membereskan tempat tidurnya. 

Mengajarkan anak-anak pekerjaan rumah bisa membantu mereka untuk lebih mandiri dan percaya diri. 

5. Meminta Anak Memimpin Aktivitas Fisik

Bermain dengan anak tidak selalu harus dalam kendali orang tua. Apalagi sehari-hari anak-anak sudah mengikuti aturan orang tua, nah dalam permainan kadang nggak apa-apa kalau kita mengikuti aturan dan keinginan mereka. 

Kadang mereka punya permainan-permainan yang mengejutkan. Selama nggak bahaya, boleh lho dicoba masuk dalam dunia imajinasi mereka. 

Dengan begitu, kadang anak bisa lebih terbuka dengan orang tua. Kita tentu ingin jadi orang tua yang selalu jadi tempat aman untuk anak bercerita apa saja kan, Yupiers?

Yupi Fruit Bites, Gummy Kenyal dengan Rasa Buah Siap Menemani Aktivitas Bareng si Kecil

Yupi Fruit Bites (Yellow Package) 
Yupi Fruit Bites terbuat dari segala kebaikan jus buah asli dalam setiap gigitan.
Yupi Fruit Bites hanya menggunakan bahan alami.  

Nggak heran, gummy Yupi Fruit Bite bisa jadi cemilan sehat dan enak yang berkualitas tinggi, aman, sehat dan halal untuk anak dan keluarga.

Apapun moment-nya, Yupi Teman-nya      

Penutup

Mengurangi screen time anak memang bukan hal yang instan dan mudah, apalagi jika sudah terlanjur kecanduan. Apalagi gadget sering jadi solusi paling praktis saat orang tua sibuk. 

Yang utama dalam upaya mengurangi dan membatasi screen time anak adalah kehadiran orang tua untuk jadi teman bermain sekaligus jadi contoh anak. Hal ini bisa diwujudkan dengan melakukan aktivitas bareng si kecil.

Home Our Story Events Games Profile