menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Dari Padel Sampai Pilates: Ini Jenis Olahraga Hits Gen-Z yang Wajib Coba!

Kenali 5 jenis olahraga sedang menjadi tren di kalangan Gen Z, mulai dari padel, pilates, lari, strength training, hingga jalan kaki.

Yupiers, setuju nggak sih kalau Gen Z ini punya gaya hidup yang super aktif, terlepas dari stereotipe-nya sebagai generasi yang lembek dan mager. 

Ternyata data justru menunjukkan sebaliknya. Strava, sebuah platform yang mencatat aktivitas olahraga penggunanya mencatat Gen Z 75% lebih mungkin dibandingkan Gen X untuk menjadikan race atau event sebagai motivasi utama berolahraga. 

Menariknya, buat Gen Z, olahraga sekarang bukan cuma soal mengejar tubuh ideal atau membakar kalori. Aktivitas fisik juga semakin dekat dengan gaya hidup, kesehatan mental, bahkan cara membangun komunitas. Tak heran kalau berbagai jenis olahraga baru maupun yang sebelumnya dianggap niche semakin ramai diminati anak muda.

Laporan Year in Sport 2025 dari Strava menunjukkan tren yang jelas, bahwa Gen Z semakin mengutamakan aktivitas fisik dibanding sekadar menghabiskan waktu dengan scrolling. Bahkan, Gen Z tercatat dua kali lebih mungkin menjadikan latihan beban sebagai olahraga utama dibandingkan Gen X.

Lantas, jenis olahraga apa saja yang sedang menjadi tren di kalangan Gen Z? Berikut lima di antaranya.

1. Padel, Olahraga Sosial yang Makin Digandrungi

Yupiers mengikuti tren padel belakangan ini nggak sih?

Beberapa tahun lalu jenis olahraga seperti tenis dan badminton lebih populer, kini padel ikut mencuri perhatian. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini menarik karena relatif mudah dimainkan oleh pemula dan terasa menyenangkan ketika dilakukan bersama teman.

Salah satu daya tarik padel adalah unsur sosialnya. Permainan umumnya dilakukan dalam format ganda sehingga olahraga ini tidak terasa seperti latihan sendirian. Selesai bermain pun, pemain bisa lanjut ngobrol atau nongkrong bersama.

Karakter seperti ini cocok dengan kecenderungan Gen Z yang melihat olahraga bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai sarana membangun koneksi. Data Strava 2025 menunjukkan bahwa klub olahraga dan aktivitas bersama komunitas berkembang pesat, dengan jumlah klub baru di platform tersebut hampir empat kali lipat sepanjang 2025.

2. Pilates, Kombinasi Strength, Balance, dan Mind-Body

Pilates juga semakin populer di kalangan anak muda. Gerakannya memang terlihat tenang, tetapi latihan ini menantang kekuatan otot inti (core muscle), keseimbangan, fleksibilitas, dan kontrol tubuh.

Pilates menarik bagi Gen Z karena menawarkan pendekatan olahraga yang tidak melulu berorientasi pada intensitas tinggi. Sesi latihan bisa terasa lebih mindful sekaligus tetap memberikan tantangan fisik.

Tren ini juga sejalan dengan perkembangan industri kebugaran secara umum. Dalam Fitness Trends 2026, American College of Sports Medicine (ACSM) memasukkan Balance, Flow, and Core Strength, yang mencakup yoga, pilates, dan latihan mobilitas, sebagai salah satu tren utama.

Artinya, olahraga yang menggabungkan kekuatan fisik dengan keseimbangan dan kesadaran terhadap tubuh semakin mendapat tempat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pengganjal Lapar, Ini Alasan Kenapa Ngemil Penting Buat Stamina 

3. Lari dan Run Club

Lari sebenarnya bukan jenis olahraga baru. Namun, di kalangan Gen Z, olah raga yang satu ini seperti mendapatkan ‘wajah baru’ lewat komunitas seperti running club dan semakin menjadi bagian dari gaya hidup lewat berbagai event lari.

Berlari bersama teman membuat olahraga terasa lebih sosial. Ada target jarak, pace, race, sekaligus kesempatan bertemu orang baru. Klub lari juga menjadi salah satu jenis klub yang pertumbuhannya paling cepat di platform tersebut.

Menariknya, lari juga relatif mudah dimulai. Tidak perlu membayar membership gym atau peralatan yang terlalu banyak. Dengan sepatu yang sesuai, seseorang bisa mulai berlari dari lingkungan sekitar rumah.

Buat Gen Z, lari akhirnya bukan sekadar mengejar kilometer, tetapi juga menjadi aktivitas komunitas dan gaya hidup.

4. Strength Training dan Angkat Beban

Angkat beban juga semakin populer, termasuk di kalangan perempuan. Gen Z tidak lagi melihat latihan kekuatan sebagai jenis olahraga yang hanya cocok untuk atlet atau orang yang ingin membentuk otot besar.

Sebaliknya, strength training semakin dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang, kebugaran fungsional, dan membangun tubuh yang lebih kuat.

Data Strava menunjukkan bahwa Gen Z dua kali lebih mungkin dibandingkan Gen X untuk menyebut weight training sebagai olahraga utama mereka. Sebanyak 61% lebih banyak Gen Z dibandingkan Gen X juga menyebut estetika tubuh sebagai salah satu alasan melakukan latihan beban.

Tren ini sejalan dengan rekomendasi industri kebugaran. ACSM menempatkan traditional strength training sebagai salah satu dari 10 tren kebugaran utama pada 2025.

5. Jalan Kaki, Olahraga Sederhana yang Makin Diminati

Dalam Year in Sport: Trend Report 2025, Strava mencatat bahwa jalan kaki menduduki peringkat kedua sebagai olahraga yang paling banyak dilakukan oleh penggunanya, tepat setelah lari.

Popularitas jalan kaki cukup masuk akal. Dibandingkan olahraga dengan intensitas tinggi, berjalan relatif mudah dilakukan dan tidak membutuhkan perlengkapan khusus selain alas kaki yang nyaman. Aktivitas ini juga bisa diselipkan ke dalam rutinitas sehari-hari, misalnya berjalan ke tempat kerja, mengelilingi lingkungan rumah, atau sekadar mengambil waktu untuk berjalan santai setelah seharian bekerja.

Bagi Gen Z, jalan kaki juga bisa menjadi alternatif olahraga yang lebih realistis ketika jadwal sedang padat. Tidak harus selalu mengejar pace atau target performa. Yang penting adalah tetap bergerak dan membangun kebiasaan aktif secara konsisten.

Baca Juga: 10 Pola Hidup Sehat Untuk Tubuh Bugar yang Mudah Dijalani! 

Yupi Crunchy Gummy, Energy Booster Praktis untuk Gaya Hidup Aktif

Yupi Crunchy Gummy 
Gaya hidup yang aktif tentu perlu diimbangi dengan asupan kalori yang mencukupi, termasuk ekstra karbohidrat biar olahraga tambah semangat. Yupi Crunchy Gummy hadir dalam berbagai kemasan, termasuk yang kecil dan praktis untuk dibawa beraktivitas. Siap sedia jadi energy booster Yupiers sehari-hari.

Yupi Crunchy Gummy punya perpaduan gummy yang kenyal dan lapisan crunchy fruity clusters di luar bikin teksturnya jadi seru. Bikin tiap gigitannya terasa menyenangkan, anti bosan.

Sensasi renyah, kenyal, ditambah dengan rasa buah yang manis dan segar bikin Yupiers semangat menjalani hari yang aktif. Apalagi ada jaminan kualitas Yupi juga bikin Yupiers nggak perlu khawatir untuk memilih Yupi Crunchy Gummy sebagai pilihan energy booster untuk keluarga. 

Olahraga Gen Z: Bukan Sekadar Workout

Kalau diperhatikan, kelima tren tersebut punya satu benang merah: olahraga semakin menjadi bagian dari gaya hidup.

Padel menawarkan koneksi sosial. Pilates memberikan pendekatan yang lebih mindful. Lari berkembang melalui komunitas. Strength training membantu membangun tubuh yang lebih kuat. Sementara jalan kaki jadi olahraga sederhana yang menguatkan gaya hidup aktif secara konsisten. 

Jadi, tren olahraga Gen Z bukan hanya tentang olahraga mana yang paling populer. Lebih dari itu, generasi ini tampaknya mencari aktivitas yang bisa memberikan kombinasi antara kesehatan fisik, kesehatan mental, pengalaman sosial, dan kesenangan.

Pada akhirnya, olahraga yang paling bagus bukan hanya sedang viral, melainkan olahraga yang terasa menyenangkan dan bisa dilakukan secara konsisten.

Ada nggak jenis olahraga favorit Yupiers dalam list di atas?

Home Our Story Events Games Profile