menu
logo mobile
sound
Yupi Good Talent Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

12 Tanda Dehidrasi Pada Anak Yang Orang Tua Wajib Ketahui!

Dehidrasi pada anak adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh kurang mendapatkan cairan yang cukup untuk berfungsi secara optimal. Faktor-faktor seperti diare, muntah, demam, dan aktivitas fisik berat dapat menyebabkan dehidrasi dengan mengeluarkan cairan tubuh secara berlebihan.

Menurut Mayo Clinic, ada sejumlah tanda dehidrasi pada anak yang perlu diketahui oleh orang tua, antara lain mulut dan lidah yang kering, mata yang terlihat cekung, cekungan pada tengkorak, frekuensi buang air kecil yang berkurang, dan berkurangnya air mata saat menangis. 

Penting bagi tubuh anak untuk mendapatkan cukup cairan guna mengatur suhu tubuh, mendukung fungsi organ, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan cairan anak-anak lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa, oleh karena itu, peran orang tua dalam memastikan anak terhidrasi menjadi sangat penting.

Dengan memahami tanda-tanda ini, orang tua dapat segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi pada anak, terutama dengan memberikan cukup cairan, terutama saat cuaca panas atau ketika anak sedang sakit. 

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Yumin akan berbagi wawasan tentang tanda dehidrasi pada anak yang wajib diketahui oleh orang tua, termasuk informasi mengenai 12 penyebab dehidrasi pada anak. 

1. Merasa Haus Berlebih

Haus adalah ciri dehidrasi yang paling umum yang menandakan bahwa tubuh kekurangan cairan. Maka dari itu, jaga asupan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan anak, terutama jika si kecil beraktivitas di cuaca yang terik.

2. Urine Berwarna Gelap dan Berbau Kuat

Urine yang berwarna gelap dan berbau kuat adalah tanda bahwa tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk dibuang. Urine yang sehat biasanya berwarna kuning pucat dan tidak berbau.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang

Anak yang sehat biasanya buang air kecil 6-8 kali sehari. Jika anak Anda buang air kecil lebih jarang dari biasanya, itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

4. Mulut, Bibir, dan Lidah Kering

Mulut, bibir, dan lidah yang kering adalah tanda dehidrasi yang jelas. Mulut adalah salah satu bagian tubuh yang selalu basah, maka dari itu, jika kalian menyentuh bibir anak dan rasanya kering, itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

5. Merasa Pusing

Pusing dapat disebabkan oleh dehidrasi karena otak tidak mendapatkan cukup cairan. Pusing dapat terjadi saat anak berdiri atau duduk tegak.

6. Sering Kelelahan

Kelelahan adalah tanda dehidrasi yang umum terjadi pada anak-anak. Anak yang dehidrasi dapat merasa lelah dan lesu, bahkan setelah tidur yang cukup.

7. Mata Anak terlihat Cekung

Salah satu tanda dehidrasi pada anak yang selanjutnya adalah cekung di bawah mata yang terjadi karena tubuh kekurangan hidrasi yang menyebabkan lapisan jaringan menjadi kurang berisi, apalagi kulit dibawah mata merupakan area yang tipis dibanding bagian lain. 

8. Cekungan pada Tengkorak (Fontanel)

Fontanel adalah area lunak di bagian atas kepala bayi. Jika fontanel terlihat cekung, itu bisa menjadi tanda dehidrasi yang serius.

9. Kantuk Berlebih

Kantuk berlebih dapat disebabkan oleh dehidrasi karena tubuh mencoba menghemat energi. Anak yang dehidrasi mungkin tidur lebih lama dari biasanya atau merasa mengantuk di siang hari. Gejala ini dapat mengindikasikan dehidrasi yang cukup berat.

10.  Mudah Marah

Mudah marah dapat disebabkan oleh dehidrasi karena otak tidak mendapatkan cukup cairan. Anak yang dehidrasi mungkin lebih mudah marah atau rewel dari biasanya.

11. Tidak Banyak Air Mata Saat Menangis

Anak yang sehat akan menghasilkan banyak air mata saat menangis. Jika anak tidak menghasilkan banyak air mata saat menangis, itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

12. Popok Tidak Basah

Bayi yang sehat akan basah popoknya 6-8 kali sehari. Jika popok bayi tidak basah selama lebih dari 6 jam, itu bisa menjadi tanda dehidrasi.

Bagaimana Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak?

  1. Berikan cairan yang cukup

Berikan asupan air putih, sup, dan larutan oralit yang cukup pada anak sebagai langkah awal mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

  1. Beri asupan buah yang berair

Jaga asupan buah-buahan untuk anak, terutama yang memiliki kandungan air tinggi seperti semangka, melon, jeruk, dan stroberi.

  1. Pastikan istirahat cukup

Setelah mendapatkan cairan yang cukup, pastikan anak mendapatkan waktu beristirahat yang cukup untuk mempercepat proses pemulihan.

  1. Hindari minuman berkafein

Jangan beri anak minuman berkafein seperti teh, minuman bersoda, dan cokelat, karena dapat memperburuk kondisi.

  1. Atur pola makan

Pola makan untuk si kecil juga harus dijaga tentunya. Pastikan anak-anak mendapatkan asupan buah dan sayuran yang cukup, terutama yang kandungan airnya tinggi. Selain itu, kalian bisa menambahkan susu pada pola makan sehari-hari anak.

Apa Saja Penyebab Dehidrasi?

Dilansir dari KidsHealth, dehidrasi pada anak sering kali disebabkan oleh muntah, diare, atau keduanya. Hal ini juga dapat terjadi ketika anak enggan minum karena memiliki luka di mulut atau sakit tenggorokan. Anak-anak juga dapat mengalami dehidrasi saat cuaca sedang panas atau ketika mereka sangat aktif.

Berapa Liter Minum Air Putih yang Dianjurkan dalam Sehari?

Berdasarkan penjelasan dari Kementrian Kesehatan, orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter atau setara dengan delapan gelas berukuran 230 ml per hari. Untuk anak-anak usia 7-12 tahun, dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 1.800-1.900 ml per hari.

Menjaga asupan cairan pada anak memiliki dampak signifikan pada kesehatan dan fungsi tubuh mereka. Anak-anak, dengan permukaan kulit yang lebih besar dibandingkan berat tubuhnya, lebih rentan terhadap dehidrasi. Mempertahankan asupan cairan membantu mencegah risiko dehidrasi, terutama dalam kondisi sakit, diare, atau cuaca panas. 

Anak-anak membutuhkan lebih banyak cairan daripada orang dewasa karena mereka memiliki persentase cairan tubuh yang lebih tinggi. Selain itu, anak-anak juga lebih aktif dan sering beraktivitas fisik, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang.

Dehidrasi adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk berfungsi secara optimal. Dehidrasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan hingga komplikasi yang lebih serius, seperti gagal ginjal.

Oleh karena itu, sebagai orang tua tentunya wajib menjaga asupan cairan untuk anak agar terhindar dari dehidrasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah jaga asupan cairan yang cukup, seperti air putih dan buah-buahan yang mengandung kadar air yang tinggi. 

Sebagai orang tua, tentu kalian perlu mengetahui penyebab dan ciri anak kurang gizi dan kurang asupan cairan.

Yupiers dirumah juga dapat memberikan si kecil Yupi Bolicious Mango atau Yupi Mango Kiss sebagai cemilan yang memiliki rasa lezat dan tekstur yang kenyal, untuk memenuhi gizi anak agar seimbang.

Itu dia pembahasan tentang tanda dehidrasi pada anak yang orang tua perlu ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

Home Our Story Events Games Profile