menu
logo mobile
sound
Yupi Good Talent Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

Anak Hiperaktif: Ciri, Penyebab, Kelebihan & Cara Mengatasinya

Anak hiperaktif adalah kondisi dimana anak sulit untuk diam dan bahkan cenderung sulit untuk fokus. Banyak orang tua yang salah atau keliru dalam membedakan anak yang aktif dan anak yang hiperaktif. 

Karena cukup banyak orang tua yang masih keliru tentang hiperaktif ini, kali ini Yupi akan membagikan informasi lengkap mengenai ciri-ciri anak hiperaktif, penyebab, dampak, kelebihan, hingga cara mengatasinya. Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Apa Saja Ciri-Ciri Anak yang Hiperaktif?

Banyak yang menafsirkan ciri-ciri dari anak hiperaktif itu terlambat berbicara tapi pintar dalam bidang tertentu. Benarkah ciri tersebut? Untuk mengenal lebih jauh apa saja ciri-cirinya, simak penjelasan dibawah ini :

1. Selalu Ingin Bergerak Dalam Keadaan Apapun

Salah satu ciri utama yang dimiliki anak hiperaktif pada usia 2 tahun adalah selalu ingin bergerak dalam keadaan apapun, bahkan saat duduk. Hal ini merupakan ciri bahwa si kecil mengalami hiperaktif karena mereka sulit untuk diam dan selalu ingin bergerak dalam keadaan apapun.

2. Berlari dan Berteriak Ketika Bermain

Hiperaktif itu seperti apa? Ciri berikutnya adalah anak sering berlari dan berteriak ketika bermain. Ketika bermain, mungkin menjadi hal yang normal jika anak-anak terlihat berlari, ceria, berteriak karena senang. Namun hal ini akan berbeda dengan anak yang mengalami hiperaktif, mereka akan selalu berlari dan berteriak ketika bermain baik di dalam atau di luar ruangan.

3. Berdiri dan Berjalan Ketika Jam Sekolah

Jika si kecil sulit untuk diam, termasuk saat jam sekolah maka dapat dipastikan ia mengalami hiperaktif. Anak yang hiperaktif akan sering berdiri dan berjalan-jalan ketika jam sekolah dan hal tersebut tentunya akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

4. Bergerak dan Berjalan dengan Cepat

Ciri hiperaktif berikutnya adalah bergerak dan berjalan dengan cepat dibandingkan teman-teman sebayanya. Hal satu ini cukup berbahaya bagi anak tersebut, dan harus Yupiers perhatikan karena bisa saja anak tersebut menabrak orang atau barang disekitar mereka.

5. Bermain Terlalu Kasar

Ciri selanjutnya ini cukup berbahaya dan harus Yupiers perhatikan dan awasi, ciri tersebut adalah bermain dengan terlalu kasar dan bahkan sampai melukai diri sendiri, temannya hingga orang disekitar anak tersebut. 

Hal ini bisa terjadi karena anak terlalu bersemangat dalam bermain dan bisa saja lupa atau tanpa sadar melukai diri sendiri atau orang lain.

6. Sering Mengganggu Orang Lain

Sering mengganggu orang lain juga termasuk ciri dari hiperaktif. Ciri ini merupakan yang paling umum atau paling sering terlihat dari anak yang hiperaktif. Si kecil yang hiperaktif cenderung tidak bisa diam, karena hal tersebut anak tersebut sering mengganggu orang lain atau hanya sekedar mengajak orang disekitarnya bermain.

7. Mudah Gelisah

Ciri-ciri anak yang hiperaktif ternyata cenderung mudah gelisah jika berada dalam situasi yang tenang. Ketika suasana menjadi tenang, mereka akan cenderung ingin pergi atau melakukan sesuatu seperti bermain atau hal lainnya daripada diam.

Baca Juga : Ciri-Ciri Anak Sehat dan Tidak Sehat Secara Fisik & Psikis

8. Sulit Mengendalikan Emosi

Pada anak yang aktif biasanya akan lebih mudah menjaga perasaannya terkecuali saat anak tersebut merasa marah, sedih atau kesal. Namun kalau hiperaktif, mereka memiliki perasaan yang lebih sensitif dan sulit untuk mengendalikan emosi mereka dan mudah untuk menangis.

9. Sulit Berkonsentrasi

Selain mudah gelisah ketika suasana tenang, keadaan hiperaktif juga membuat si kecil sulit untuk berkonsentrasi. Hal tersebut karena si kecil yang hiperaktif cenderung sulit untuk tenang ketika belajar sehingga akan sulit untuk diam dan fokus ketika sedang belajar.

10. Tidak Merasa Lelah

Ciri anak hiperaktif terakhir dari Yupi adalan anak tersebut tidak mengenal rasa lelah. Si kecil yang hiperaktif juga bisa dilihat dari lamanya waktu tidur anak tersebut. Jika si kecil mengalami hiperaktif biasanya memiliki waktu tidur yang lebih singkat dan bahkan bisa saja mengalami ledakan energi pada malam hari.

Penyebab dan Dampak Anak yang Hiperaktif

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri anak hiperaktif, ada beberapa penyebab dan dampak dari kondisi hiperaktif ini. Berikut ini adalah beberapa penyebab dan dampak yang harus Yupiers ketahui :

Penyebab Anak Hiperaktif

  1. Mengalami gangguan ADHD atau yang lebih dikenal dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder.
  2. Mengalami gangguan sistem saraf utama pada otak.
  3. Mengalami gangguan emosi yang tidak stabil.
  4. Mengalami gangguan hipertiroid.
  5. Mengalami gangguan psikologis.

Dampak Anak Hiperaktif

Selain penyebab, ada beberapa dampak dari hiperaktif yang perlu Yupiers ketahui. Berikut ini adalah beberapa dampak hiperaktif tersebut, antara lain :

  1. Menurunnya kemampuan akademis.
  2. Mudah cedera.
  3. Susah bersosialisasi.
  4. Berisiko mengalami depresi pada anak.

Kelebihan Anak Hiperaktif

Jika si kecil mempunyai ciri-ciri hiperaktif, ternyata si kecil memiliki beberapa kelebihan dan jika bisa diarahkan dengan baik dan nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan anak tersebut. Berikut ini adalah beberapa kelebihan anak hiperaktif tersebut, antara lain :

  1. Energik.
  2. Spontan dan berani.
  3. Mampu menjadi pembicara yang baik
  4. Kreatif dan kaya akan ide.
  5. Tangguh
  6. Gesit.
  7. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Anak yang Hiperaktif Apakah Normal?

Jika ada beberapa dari Yupiers yang memiliki anak hiperaktif, lalu apakah hiperaktif tersebut normal?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Yupiers sangat perlu memperhatikan anak-anak kembali. Jika anak-anak menunjukan perilaku yang tidak biasa atau tidak sopan dalam beberapa kali, hal tersebut masih bisa dikatakan normal.

Namun jika hal tersebut sering terjadi, maka ada beberapa hal yang perlu Yupiers lakukan untuk anak tersebut. Untuk mengetahui beberapa cara menghadapi anak yang hiperaktif, simak penjelasan di part selanjutnya dibawah ini.

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Apakah anak hiperaktif bisa sembuh? Ya, tentu saja bisa. Sebagai orang tua kita bisa memberikan terapi khusus untuk anak hiperaktif hanya dengan di rumah saja.

Berikut ini beberapa terapi dan cara mengatasi anak yang hiperaktif, antara lain sebagai berikut :

1. Membuat Jadwal yang Teratur

Cara menangani anak yang hiperaktif yang pertama adalah membuat jadwal yang teratur. Keadaan hiperaktif cenderung membuat si kecil menjadi tidak bisa diam terutama saat tidak melakukan apapun. Karena hal tersebut sangat penting bagi Yupiers membuat jadwal yang teratur untuk anak yang hiperaktif. 

Selain jadwal yang teratur, Yupiers juga bisa memberikan arahan atau instruksi singkat tentang apa saja yang perlu mereka lakukan. Cara ini akan membatasi gerak anak yang hiperaktif karena telah terdapat jadwal yang perlu mereka ikuti, selain itu juga mengajarkan anak-anak tentang kedisiplinan.

2. Membuat Peraturan dan Konsisten

Hampir sama seperti membuat jadwal yang teratur, membuat peraturan yang jelas dan konsisten juga merupakan cara mengatasi anak yang hiperaktif. Cara yang satu ini juga akan menanamkan disiplin positif pada anak-anak. Namun perlu Yupiers ketahui, setiap peraturan yang Yupiers berikan haruslah disertai alasan.

Melalui disiplin positif, Yupiers bisa memberikan hadiah atau reward kepada anak-anak jika telah melaksanakan suatu peraturan. Hadiah atau reward tersebut bahkan bisa dengan ucapan terima kasih telah melakukan sesuatu agar anak tahu apa mana yang merupakan perbuatan yang baik.

Namun Yupiers juga bisa memberikan konsekuensi kepada mereka jika mereka melanggar. Konsekuensi tersebut sebaiknya adalah hal sederhana seperti menasehatinya dengan tegas dan bukan memarahinya.

3. Menghabiskan Waktu Bersama dengan Lebih Sering

Cara mengatasi anak hiperaktif yang selanjutnya adalah dengan cara menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak tersebut. Anak yang hiperaktif cenderung ingin menarik perhatian orang-orang disekitar mereka.

Karena hal tersebut, Yupiers dapat mencoba mulai dari cara yang sederhana seperti lebih sering mengajak anak-anak berbincang atau berbicara.

Setelah cara yang sederhana tersebut, Yupiers juga bisa menghabiskan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat seperti berolahraga atau bermain di luar rumah.

Baik berolahraga atau bermain di luar rumah, sangat bermanfaat untuk menjaga konsentrasi anak yang hiperaktif dan membantu mereka mengatur energi mereka, emosi serta mengajarkan tentang kedisiplinan pada mereka.

4. Memberikan Makanan Bergizi

Memberikan makanan yang bergizi juga merupakan salah satu cara mengatasi anak hiperaktif. Saat ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa si kecil menjadi hiperaktif karena terlalu banyak mengkonsumsi gula.

Padahal pernyataan tersebut adalah salah. Gula adalah karbohidrat yang bisa meningkatkan energi seseorang. Jika anak kekurangan energi, maka anak bisa menjadi rewel.

Memberikan makanan bergizi kini sangat mudah, karena Yupiers bisa mengandalkan produk permen Yupi seperti Yupi Gummy Breakfast, Yupi Strawberry Kiss, dan masih banyak lagi. 

5. Mengatur Jadwal Tidur Anak

Anak yang hiperaktif cenderung memiliki energi lebih dan cenderung tidak terlihat lelah, namun meskipun begitu sangat penting bagi Yupiers untuk mengatur jadwal tidur anak-anak.

Jika jadwal tidur anak-anak tidak sesuai dengan usia mereka, maka bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan psikis seorang anak.

Karena hal tersebut Yupiers perlu mengetahui beberapa tips mengatasi jika anak susah tidur seperti membuat suasana kamar tidur yang nyaman, menghindari mengkonsumsi kafein dan masih banyak lagi.

6. Mengajari Cara Mengendalikan Diri

Seperti yang Yupiers ketahui, bahwa hiperaktif cenderung sulit untuk mengendalikan diri mereka. Namun bukan berarti mereka tidak akan bisa mengendalikan diri mereka.

Yupiers bisa mulai mengajarkan mereka tentang cara mengendalikan diri seperti duduk tenang dan menghirup nafas dengan dalam selama beberapa saat. 

Cara tersebut juga bermanfaat ketika mereka merasa emosi mereka meledak seperti marah, kesal atau menangis secara tiba-tiba. Kondisi tersebut juga sering juga dikenal dengan tantrum pada anak-anak.

Baca Juga : Tantrum pada Anak : Jenis, Penyebab, Ciri dan Cara Mengatasinya

7. Ajak Melakukan Kegiatan yang Positif

Cara mengatasi anak hiperaktif dalam kelas yaitu dengan melakukan kegiatan yang positif. Anak yang hiperaktif cenderung memiliki energi yang banyak. Dengan begitu Yupiers bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cara mengarahkan mereka pada kegiatan yang positif. Misalnya seperti beberapa kegiatan yang mengasah kemampuan, skill dan bakat mereka.

Meskipun keadaan hiperaktif cenderung membuat mereka sulit untuk tenang dan bahkan berkonsentrasi, namun dengan cara yang menyenangkan, mereka dapat diarahkan pada berbagai kegiatan yang positif.

Tips penting dalam melakukan cara yang satu ini adalah dengan menjauhkan anak hiperaktif dari beberapa barang atau benda yang dapat mengganggu konsentrasi mereka.

Itulah beberapa informasi penting tentang ciri ciri anak hiperaktif, penyebab, dampak, kelebihan, hingga cara mengatasinya. Dari beberapa informasi tersebut, dapat juga Yupiers simpulkan bahwa kondisi hiperaktif ternyata memiliki kelebihannya tersendiri dan masih dapat diatasi dengan cara yang benar.

Dan bahkan jika ditangani dengan tepat, bukan tidak mungkin menjadi kelebihan tersendiri bagi anak tersebut. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat untuk Yupiers dan jangan lupa lihat artikel menarik lainnya dari kami.

Home Our Story Events Games Profile