menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Rekomendasi Mainan Anak Perempuan yang Mengasah Kreativitas & Imajinasi

Rekomendasi 10 mainan anak perempuan yang bisa mengasah kreativitas dan imajinasi, bukanya hanya mengasah kognisi tapi mengisi memori.

Apa permainan yang paling berkesan yang masih Yupiers ingat dari masa kecil? 

Memilih mainan untuk anak perempuan tidak harus selalu berkaitan dengan warna pink, boneka, atau permainan yang berhubungan dengan kecantikan lho Yupiers. Sama seperti anak laki-laki, anak perempuan juga membutuhkan kesempatan untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, membuat kesalahan, dan menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasinya sendiri.

Menurut NAEYC (National Association for the Education of Young Children), sebuah organisasi nirlaba yang menetapkan standar pendidikan anak usia dini di Amerika, ada 5 kriteria untuk mewujudkan permainan yang bermakna bagi anak-anak.

Bermakna artinya, permainan ini bisa mengasah kecerdasan anak baik secara emosional, sosial, maupun intelektual. 

Lima kriteria tersebut adalah, permainan bisa jadi ruang aman untuk mereka mengambil keputusan sendiri. Misal main balok, anak bisa memutuskan mau disusun jadi rumah atau mobil. Dari permainan ini menimbulkan motivasi intrinsik dari dalam diri anak. 

Selanjutnya, melalui bermain anak-anak boleh jadi spontan dan tidak terencana. Mungkin tanpa kita sadari, sebagian besar waktu anak mengikuti jadwal rigid dari orang tua, kapan bangun, mandi, dan makan. Nah, bermain jadi kesempatan mereka untuk bertindak dengan spontan. 

Yang tidak kalah penting lainnya adalah, waktu bermain anak harus menyenangkan sehingga mereka bisa fokus selama bermain (immersed in the moment). 

Dari kriteria tersebut, Yupiers bisa mulai memilih mainan anak perempuan yang sesuai kan. Berikut, Yumin kasih beberapa rekomendasi mainan yang cocok untuk anak perempuan ya. 

1. Balok Susun atau Building Blocks

Balok susun adalah salah satu jenis mainan yang sederhana, tetapi punya kemungkinan bermain yang hampir tidak terbatas. Anak bisa menggunakan balok untuk membuat rumah, kastil, jembatan, menara, sekolah, atau bahkan menciptakan sebuah kota kecil versinya sendiri.

Permainan ini mengajak anak untuk berpikir sekaligus berimajinasi. Ketika bangunan yang dibuatnya roboh, anak juga belajar mencoba kembali, mencari tahu penyebabnya, dan menemukan cara agar konstruksinya lebih kuat.

NAEYC menyebut aktivitas membangun dan tinkering sebagai pengalaman yang dapat membantu anak mengeksplorasi cara kerja benda, memecahkan masalah, serta mengembangkan kreativitas. 

Baca Juga: Contoh Permainan Untuk Mengembangkan Kognitif Anak? 

2. Platisin atau Play Dough 

Play dough merupakan pilihan menarik untuk anak yang senang membuat sesuatu dengan tangannya sendiri. Dari segumpal adonan, anak bisa menciptakan makanan-makanan imajinatif, hewan, karakter, bunga, rumah, atau bentuk apa pun yang terpikir olehnya.

Permainan ini juga memberikan pengalaman sensorik karena anak dapat merasakan tekstur dan bentuk material secara langsung. Orang tua tidak perlu terlalu sibuk mengarahkan hasil akhirnya. Biarkan anak bereksperimen dan membuat bentuk yang mungkin terlihat "aneh" menurut orang dewasa.

Menurut NAEYC, play dough termasuk material open-ended yang dapat digunakan untuk eksplorasi sensorik dan aktivitas kreatif. 

  1. Set Menggambar dan Mewarnai

Krayon, pensil warna, spidol, cat air, dan buku gambar bisa menjadi "kanvas" pertama bagi anak untuk mengekspresikan ide-idenya. Tidak perlu meminta anak menggambar sesuatu dengan sempurna atau selalu mengikuti contoh.

Cobalah memberikan pertanyaan terbuka seperti, "Menurut kamu, apa yang terjadi di gambar ini?" atau "Ceritakan tentang gambar yang kamu buat." Dengan begitu, aktivitas menggambar tidak hanya melatih kreativitas visual, tetapi juga mendorong anak menyusun cerita berdasarkan imajinasinya.

NAEYC memasukkan seni sebagai bagian penting dari pengalaman anak usia dini yang penting masuk dalam aktivitas mainan anak perempuan maupun laki-laki.

  1. Boneka dan Boneka Tangan

Boneka sering dianggap sebagai mainan anak perempuan. Namun, manfaatnya sebenarnya bisa jauh lebih luas daripada sekadar bermain "rumah-rumahan".

Dengan boneka, anak dapat menciptakan berbagai skenario. Boneka bisa menjadi pasien di rumah sakit, murid di sekolah, putri kerajaan, penjelajah luar angkasa, atau tokoh dalam cerita ciptaan anak sendiri.

Boneka tangan juga bisa digunakan untuk membuat pertunjukan sederhana. Anak dapat menciptakan karakter, dialog, konflik, dan akhir cerita sendiri. Permainan seperti ini memberikan ruang besar untuk mengembangkan imajinasi, kemampuan berbahasa, dan kemampuan memahami berbagai perspektif.

5. Rumah-rumahan atau Play Tent

Sebuah tenda kecil di sudut kamar bisa berubah menjadi apa saja. Hari ini mungkin menjadi rumah keluarga, besok menjadi markas rahasia, lalu berubah menjadi toko, perpustakaan, atau pesawat luar angkasa.

Jenis permainan seperti ini memberikan anak kebebasan untuk menciptakan dunianya sendiri. Bahkan, orang tua bisa menggunakan benda sederhana seperti selimut dan kursi untuk membuat "rumah-rumahan" tanpa harus membeli play tent khusus.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Mainan Anak yang Seru, Unik dan Murah! 

6. Set Memasak atau Mini Kitchen

Mainan anak perempuan seringnya juga melibatkan  dapur bisa menjadi media untuk bermain peran yang menyenangkan. Anak dapat berpura-pura menjadi koki, pemilik restoran, penjual makanan, atau bahkan membuat restoran imajinatif bersama teman-temannya.

Agar permainan semakin kreatif, orang tua bisa ikut bermain sebagai pelanggan. Misalnya, tanyakan kepada anak, "Hari ini restoran kamu menjual makanan apa?" atau "Apa menu spesialnya?"

Pertanyaan sederhana seperti ini dapat membantu anak mengembangkan cerita dan menggunakan imajinasinya. Yang terpenting, jangan terlalu membatasi permainan berdasarkan stereotip bahwa memasak adalah kegiatan yang hanya cocok untuk anak perempuan. Permainan ini sebaiknya diperkenalkan sebagai kesempatan untuk bereksplorasi dan bermain peran.

7. Mainan Konstruksi dan STEM

Anak perempuan juga perlu diperkenalkan pada permainan konstruksi, eksperimen sederhana, dan STEM sejak dini. Pilih mainan yang memungkinkan anak membangun sesuatu, menggabungkan bagian-bagian, dan mencari solusi ketika mengalami kesulitan.

Misalnya, anak bisa diminta membuat jembatan untuk boneka, membangun menara paling tinggi, atau membuat kendaraan dari berbagai komponen. Tidak harus selalu ada hasil yang sempurna.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mainan Dinosaurus yang Seru, Anak Dijamin Suka! 

Yupi Minimonz 3D Siap Menemani Proses Belajar dan Bermain Anak

Yupi Minimonz 3D 
Miniatur dinosaurus dalam sebox
Yupi Minimonz 3D bukan cuma bisa jadi camilan teman belajar tapi miniatur dinosaurus 3D ini bisa jadi tokoh-tokoh dalam skenario cerita dalam dunia anak-anak.

Yupi Minimonz juga bisa buat suasana belajar lebih manis dan menyenangkan. Rasa buahnya yang segar, dipadu dengan teksturnya yang kenyal bisa bantu mood belajar anak lebih baik. 

Yupiers sebagai orang tua juga nggak perlu khawatir karena standar mutu Yupi memastikan setiap gummy yang hadir di tengah keluarga aman dan halal. 


8. Puzzle dan Permainan Merakit

Puzzle memang memiliki tujuan tertentu, tetapi tetap dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Anak belajar mengamati bentuk, mencari hubungan antarbagian, dan mencoba berbagai kemungkinan.

Untuk menggabungkan puzzle dengan kreativitas, orang tua bisa memilih puzzle yang menampilkan dunia fantasi, pemandangan, hewan, atau cerita yang menarik bagi anak. Setelah selesai, ajak anak membuat cerita berdasarkan gambar yang telah disusun.

Dengan cara ini, satu permainan dapat dikembangkan menjadi aktivitas lain. Anak tidak hanya menyelesaikan puzzle, tetapi juga menggunakan hasilnya sebagai inspirasi untuk berimajinasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Flashcard Anak, Mainan Seru untuk Latih Daya Ingat 

9. Kostum dan Dress-Up Set

Kostum bermain bisa menjadi pintu masuk menuju dunia imajinasi. Anak dapat berpura-pura menjadi dokter, ilmuwan, koki, astronot, penyihir, pahlawan, atau karakter ciptaannya sendiri.

Menariknya, kostum tidak harus dibeli dalam bentuk satu set khusus. Kain bekas, topi, tas, kacamata tanpa lensa, atau pakaian lama yang aman digunakan dapat menjadi perlengkapan dress-up.

10. Mainan dari Bahan Sederhana dan Daur Ulang

Tidak semua mainan kreatif harus dibeli di toko. Gunakan barang bekas sebagai mainan seperti kardus bekas, gulungan tisu, stik es krim, pita, kain perca, daun, ranting, dan berbagai material aman di rumah dapat menjadi bahan bermain yang menarik.

Sebuah kardus besar bisa berubah menjadi rumah boneka, mobil, kapal, atau toko-tokoan. Bahkan, menurut NAEYC, material sederhana seperti kardus justru dapat memiliki banyak kemungkinan penggunaan karena anak bebas menentukan benda tersebut akan menjadi apa. 

Yupiers juga tidak perlu terlalu terpaku pada stereotip mainan anak perempuan dan anak laki-laki. Bisa gunakan kriteria NAEYC di atas sebagai panduan ketika memilih mainan untuk anak. 

Salah satu kriterianya adalah anak-anak gembira dan bisa larut dalam dunia yang mereka ciptakan dalam permainan itu sendiri. Itu yang paling penting.

Sebagai penutup, Yumin ingin mengingatkan bahwa anak-anak mungkin tidak butuh lebih banyak mainan tapi mereka butuh lebih banyak kehadiran kita bermain bersama mereka. 

Selamat bermain bersama anak-anak Yupiers. 

Home Our Story Events Games Profile