menu
logo mobile
sound
Yupi's Good Talent Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

10 Nama-nama Pahlawan Indonesia dan Perjuangannya!

Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran dan juga pengorbanan pahlawan Indonesia dalam melawan penjajah yang menjajah Indonesia. 

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka, maka tidak sedikit juga ada hari khusus untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia yang disebut Hari Pahlawan, sebut saja salah satunya adalah Hari Kartini, untuk menghormati jasa Kartini untuk para wanita di Indonesia.

Hari Pahlawan ini dijadikan sebagai momen untuk menghormati dan mengenang kembali jasa-jasa dan perjuangan pahlawan Indonesia demi bangsa Indonesia.

Indonesia sendiri mengutip dari buku Pahlawan-Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa oleh Didi Junaedi memiliki lebih dari 150 pahlawan yang tercatat oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pahlawan terbanyak di Dunia.

Kata pahlawan Indonesia ini tidak juga diberikan kepada sembarangan orang, menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan, pahlawan adalah orang yang telah berjuang melawan penjajahan di suatu wilayah yang sekarang menjadi wilayah Republik Indonesia, serta rela gugur demi membela bangsa dan juga negara. 

Berdasarkan informasi tersebut, maka pahlawan Indonesia tentunya merupakan sosok-sosok hebat yang akan menarik untuk kita ketahui. Karena hal tersebut, yuk kita mulai mengenal 10 nama-nama pahlawan di Indonesia dan perjuangannya!

1. Jenderal Soedirman

Dari daftar nama-nama pahlawan Indonesia kali ini, pahlawan pertama yang akan kita bahas adalah Jenderal Soedirman. Jenderal Soedirman lahir di Desa Bodas Karangjati, Purbalingga yang ada di Jawa Tengah pada tanggal 24 Januari 1916. 

Mengutip informasi Biografi Jenderal Soedirman dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Banyumas, ayah Jenderal Soedirman bernama Karsid Kartawiraji yang merupakan seorang pekerja di pabrik gula di Kalibagor Banyumas, dan ibu Jenderal Soedirman bernama Siyem yang merupakan keturunan Wedana Rembang. 

Namun sejak kecil Jenderal Soedirman diasuh oleh seorang camat yang bernama Raden Cokrosunaryo, dan baru pada usia 18 tahun Jenderal Soedirman mengetahui Raden Cokrosunaryo bukanlah ayah kandungnya.

Pada tahun 1936 Jenderal Soedirman menikahi Alfiah, teman masa sekolahnya dan merupakan putri pengusaha batik kaya yang bernama Raden Sastroatmojo. Setelah menikah, mereka dikaruniai tiga orang putra dan empat orang putri.

Tiga orang putra tersebut masing-masing bernama Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, dan juga Taufik Effendi. Lalu empat orang putri tersebut masing-masing bernama Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan juga Titi Wahjuti Satyaningrum.

Pada tahun 1944, Jenderal Soedirman bergabung ke tentara Pembela Tanah Air atau PETA di Bogor, dan menjadi komandan atau daicanco yang kemudian dilatih bersama orang lain dengan pangkat yang sama. 

Salah satu kisah perjuangan Jenderal Soedirman yang terkenal adalah keikutsertaannya pada perang gerilya, perang yang dilakukan secara sembunyi dengan tujuan untuk menyerang secara tiba-tiba dan memecah konsentrasi pasukan Belanda hingga akhirnya berhasil melakukan penyerangan ke beberapa pos Belanda.

Pada tanggal 12 November 1945 Jenderal Soedirman juga terpilih menjadi pemimpin Tentara Keamanan Rakyat atau TKR, dan pada akhir November, Jenderal Soedirman memimpin pasukan Divisi V untuk melakukan penyerangan terhadap pasukan Sekutu di Ambarawa. Kemenangan pun didapatkan Indonesia dalam perang ini, dan karena hal tersebut, Presiden Ir. Soekarno melantiknya sebagai jenderal.

Jenderal Soedirman kemudian wafat pada tanggal 29 Januari 1950. HIngga kini, jasanya banyak diabadikan menjadi nama jalan di berbagai kota besar di Indonesia, dan bahkan di Jakarta sendiri terdapat patung dirinya di Jalan Jenderal Soedirman Jakarta.

2. Ki Hajar Dewantara

Raden mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan Indonesia yang berasal dari Yogyakarta dan lahir pada tanggal 2 Mei 1898. Sepanjang hidupnya, Ki Hajar Dewantara banyak memiliki peran besar bagi pendidikan di Indonesia.

Pada tahun 1919 Ki Hajar Dewantara mengajar di sekolah yang didirikan saudaranya. Hal tersebut menjadi pedoman Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan sekolahnya sendiri yang dikenal dengan nama Perguruan Taman Siswa. 

Ki Hajar Dewantara adalah pelopor pendidikan di Indonesia, melalui Perguruan Taman Siswa, orang-orang pribumi Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang waktu itu hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Belanda dan kalangan elit Indonesia saja.

Prinsip dasarnya yang berbunyi “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang memiliki arti “Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”, menjadi pedoman hingga saat ini.

Semasa kemerdekaan tiba, Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai menteri pendidikan pertama di Indonesia. Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta, dan berdasarkan SK No. 305/1959, pada tanggal 28 November 1959 Ki Hajar Dewantara dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan di Indonesia.

Untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tanggal 2 Mei yang merupakan tanggal kelahiran dirinya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap tahunnya.

3. Ir. Soekarno

Jika sudah berbicara tentang nama-nama pahlawan di Indonesia, maka presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno tentunya harus masuk dalam daftar kali ini.

Ir. Soekarno pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ayah Soekarno bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo, seorang guru Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, seorang keturunan bangsawan Bali.

Ketika lahir kedua orang tuanya sebenarnya memberikan nama Koesno Sosrodiharjo, namun karena sering mengalami sakit, akhirnya ayahnya mengganti namanya menjadi Soekarno.

Pada tanggal 4 Juli 1927, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI yang bertujuan mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun pada 1929 Soekarno ditangkap Belanda dan PNI dibubarkan.

Banyak kejadian yang membuat Soekarno sering ditangkap dan diasingkan oleh pihak penjajah karena aksinya dalam melakukan pidato yang meningkatkan semangat kemerdekaan Indonesia.

Lalu setelah mendengar berita kekalahan Jepang, pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Bung Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok, Jawa Barat. Di sini para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan Indonesia karena adanya kekosongan kekuasaan akibat kekalahan Jepang.

Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 Ir. Soekarno dan Bung Hatta mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Lalu dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Ir. Soekarno menjadi presiden pertama Republik Indonesia.

Ir. Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di RS-PAD Gatot Subroto Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Lalu berdasarkan Keppres No. 81/TK/1986, Ir. Soekarno dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia oleh pemerintah Indonesia.

Ir. Soekarno adalah orang yang melahirkan gagasan konsep Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan dia juga yang merumuskan UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan di Indonesia hingga saat ini.

4. Bung Hatta

Jika sudah membicarakan Ir. Soekarno, maka tidak akan lengkap jika tidak membahas sosok pahlawan Indonesia yang sering bersama beliau, yaitu Bung Hatta.

Mohammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan nama Bung Hatta adalah pahlawan Indonesia yang lahir dari keluarga ulama Minangkabau pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat. 

Semangat kemerdekaan Indonesia Bung Hatta sudah tumbuh sejak dirinya muda, dengan berpartisipasi pada berbagai pergerakan nasional hingga sosok yang mendampingi Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 1 Desember 1956 Bung Hatta memundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia karena perbedaan pendapat dengan Soekarno.

Meskipun pengunduran ini banyak disesalkan oleh banyak pihak, persahabatan antara Ir. Soekarno dan Bung Hatta tidaklah putus, saat Ir. Soekarno sudah tidak menjabat lagi menjadi presiden dan sedang sakit, Bung Hatta menjenguknya.

Drs. Mohammad Hatta atau Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di Tanah Kusir yang ada di Jakarta. Lalu berdasarkan Keppres No. 81/TK/1986, pemerintah menetapkan Bung Hatta sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

5. R.A Kartini

Sempat Yupi sebutkan pada awal pembahasan kali ini, inilah salah satu dari nama-nama pahlawan Indonesia yang juga cukup terkenal, yaitu Raden Ajeng Kartini, atau yang lebih dikenal dengan nama R.A Kartini.

R.A Kartini lahir dari pasangan Raden Adipati Ario Sosroningrat, anak dari Pangeran Ario Tjondro IV dan M.A Ngasirah, seorang anak kyai di Teluk Awur, pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. 

Kartini adalah sosok pahlawan Indonesia yang berjasa bagi para wanita di Indonesia, karena berkat dirinya, wanita di Indonesia bisa mendapatkan kesetaraan mulai dari mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan, dan berbagai hal lainnya yang mana dulu hal tersebut tidak didapatkan wanita di Indonesia.

Untuk mengenang jasa R.A Kartini ini bagi wanita Indonesia, maka setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahunnya di Indonesia. R.A Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 17 September 1904, 4 hari setelah melahirkan putranya Raden Mas Soesalit.

6. Agus Salim

Dalam daftar nama-nama pahlawan Indonesia yang akan kita bahas kali ini adalah Agus Salim, seorang pahlawan Indonesia yang lahir di Kota Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884.

Agus Salim adalah sosok yang sangat pintar, dirinya bahkan menguasai sembilan bahasa asing, sejak 1915 dirinya mulai terjun ke dunia jurnalistik. Di harian Neratja, dirinya pernah menjadi Ketua Redaktur, dirinya juga pernah menjadi pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta, dan pada akhirnya surat kabar bernama Fajar Asia.

Banyak hal hebat yang telah dilakukan Agus Salim, beberapa diantaranya adalah mengeluarkan anggota Serikat Islam yang terlibat sebagai PKI, dimana dirinya saat itu menjadi pemimpin Serikat Islam, dan menjadi penasihat teknis delegasi Serikat Buruh Negeri Belanda di Konferensi Kaum Buruh Internasional di Jenewa, Swiss pada 1929, dimana dirinya berpidato menggunakan bahasa Prancis dan membuat kagum orang-orang yang datang pada acara tersebut.

Sejak 1950 hingga akhir hayatnya, Agus Salim dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri. Agus Salim wafat pada tanggal 4 November 1954 di RSU Jakarta dan lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta. Lalu berdasarkan Keppres No. 657/TK/1961 pada tanggal 27 Desember 1961, Agus Salim dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia.

7. Cipto Mangunkusumo

Pahlawan Indonesia yang selanjutnya adalah Cipto Mangunkusumo, seorang dokter yang lahir pada 1886 di Pecangakan, Ambarawa, Jawa Tengah. Ayah Cipto Mangunkusumo bernama Mangunkusumo, yang merupakan seorang priyayi kelas bawah.

Cipto Mangunkusumo menjadi dokter setelah menyelesaikan pendidikan dokter di STOVIA Jakarta. Selain sebagai seorang dokter, Cipto Mangunkusumo juga merupakan seorang aktivis yang sering melakukan kritik terhadap Belanda dan membuat dirinya sering menjadi tahanan Belanda dan bahkan sempat juga diasingkan oleh pemerintah Belanda.

Dokter Cipto Mangunkusumo wafat pada tanggal 8 Maret 1943 di Jakarta, dan dimakamkan di Watuceper, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Lalu dirinya dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia berdasarkan Keppres No. 109/TK1964 pada 2 Mei 1964. 

Namanya dalam dunia kedokteran di Indonesia juga diabadikan sebagai salah satu nama rumah sakit besar yang ada di Jakarta.

8. Bung Tomo 

Jika sudah berbicara tentang pahlawan Indonesia, maka ada satu hari yang dirayakan setiap tahunnya di Indonesia, yaitu Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, dan hari tersebut identik dengan pahlawan Indonesia yang bernama Sutomo atau yang lebih dikenal dengan nama Bung Tomo.

Bung Tomo lahir pada 3 Oktober 1920 di Kampung Blauran, Surabaya, dan merupakan anak sulung dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang priyayi golongan menengah, dan ibunya bernama Subastita.

Bung Tomo dikenal karena aksinya sebagai orator untuk membangkitkan semangat para pemuda di Surabaya dalam perlawanan mereka melawan NICA atau Nederlandsch Indie Civil Administratie milik Belanda  pada 10 November.

Karena hal tersebut, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dalam memperingati atau mengenang jasa perjuangan pemuda Surabaya dalam merebut kembali kemerdekaan Indonesia pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

9. Raden Dewi Sartika

Ada lagi sosok pahlawan wanita dalam daftar nama-nama pahlawan Indonesia kali ini, yaitu Raden Dewi Sartika. Raden Dewi Sartika lahir di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada 4 Desember 1884.

Pada 16 Januari 1904 Raden Dewi Sartika dibantu kakeknya mendirikan sekolah khusus perempuan yang bernama Sekolah Keutamaan Istri, karena dirinya menyadari kurangnya pendidikan bagi perempuan dan kesiapan mereka menjadi ibu rumah tangga. 

Sekolah tersebut terus berkembang bahkan ada beberapa wilayah di luar Bandung seperti Tasikmalaya, Garut, dan Purwakarta yang mendirikan sekolah yang serupa. Pada 1929 setelah memiliki gedung sendiri, sekolah tersebut berubah nama menjadi Sekolah Raden Dewi.

Berkat jasanya dalam bidang pendidikan, pemerintah Hindia Belanda juga memberikan bintang tanda jasa pada dirinya. Namun setelah kedatangan Jepang ke Indonesia dan menduduki Bandung, sekolah tersebut dibubarkan.

Hal tersebut membuat Raden Dewi Sartika mengungsi ke Cinean, dan dirinya juga wafat di Cinean pada tanggal 11 September 1947. Lalu pada 1 Desember 1966, berdasarkan Keppres No. 252/TK/1966, Raden Dewi Sartika dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia.

10. Cut Nyak Dien

Dalam daftar terakhir nama-nama pahlawan Indonesia kali ini adalah adalah Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Aceh. Cut Nyak Dien sendiri adalah keturunan bangsawan, ayahnya adalah bernama Teungku Nanta Setia, dan ibunya juga merupakan bangsawan, yaitu putri dari Uleebalang Lampagar.

Cut Nyak Dien kemudian dinikahkan dengan Teungku Ibrahim Lamnga pada saat usia 12 tahun. 

Pada tanggal 8 April 1873, terjadi perang pertama di Aceh dengan Belanda. Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Rudolf Kohler yang mendarat di Pantai Ceureum, membakar Masjid Raya Baiturrahman dan membuat rakyat Aceh marah.

Suami Cut Nyak Dien, Teungku Ibrahim Lamnga berada di garis terdepan, dan berhasil memenangkan pertempuran ini. Namun Belanda tidak terima akan hal tersebut, pada 28 Juni 1874, suami Cut Nyak Dien gugur dalam pertempuran di Gale Tarum, dan hal ini membuat Cut Nyak Dien bersumpah akan terus melawan Belanda. 

Sepeninggalan Teungku Ibrahim Lamnga, Cut Nyak Dien kemudian menikah dengan Teuku Umar pada 1880. Mereka berdua pun sering melakukan perlawan terhadap Belanda, dan bahkan pernah mengalahkan pemimpin pasukan Belanda, Jenderal Jacob Ludovicus Hubertus.

Namun Teuku Umar gugur dalam perang di Meulaboh pada 11 Februari 1899. Meskipun kedua suaminya telah meninggal dunia, Cut Nyak Dien tetap melanjutkan perlawan terhadap Belanda.

Namun seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatan Cut Nyak Dien juga semakin menurun, hingga akhirnya Belanda berhasil menyerang markasnya di Beutong Le Sageu. Cut Nyak Dien pun kemudian ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh, kemudian dirinya ditahan di Sumedang, Jawa Barat hingga tutup usia.

Cut Nyak Dien wafat pada 6 November 1908, dan dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat. Lalu berdasarkan Keppres No. 106/TK/1964, pada tanggal 2 Mei 1964, Cut Nyak Dien ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Baca juga: 15 Contoh Cerita Sejarah Singkat yang Menginspirasi Anak!

Yuk Maknai Perjuangan Para Pahlawan Bersama Yupi Triplet Heroes!
new product triplet heroes

Setelah mengetahui nama-nama pahlawan dan kisahnya, ada salah satu produk permen Yupi yang terinspirasi dari sosok pahlawan, permen Yupi tersebut adalah Yupi Triplet Heroes.

Yupi Triplet Heroes adalah produk baru dari Yupi yang hadir dengan karakter pahlawan lucu berbentuk bebek, beruang dan kura-kura, dengan rasa buah-buahan yang segar seperti strawberry, anggur, blackberry, serta raspberry.

Bebas bahan pengawet dan pemanis buatan, tidak hanya bentuknya yang menarik, Yupi Triplet Heroes juga bagus untuk kesehatan.

Itulah beberapa informasi tentang nama-nama pahlawan dari Yupi kali ini, dari beberapa kisah pahlawan tersebut, mana yang menjadi favorit kalian?

Home Our Story Events Games Profile