Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Pertandingan sepak bola mudah ditemukan, mulai dari lapangan kampung, hingga populer istilah tarkam atau antar kampung sampai liga profesional.
Namun, Yupiers tahu nggak sih bagaimana olahraga ini bisa sampai ke Indonesia dan berkembang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat?
Perjalanan sepak bola di Indonesia ternyata sudah dimulai sejak masa kolonial dan memiliki hubungan yang cukup erat dengan perkembangan organisasi, identitas nasional, serta semangat kebangsaan.
Yuk simak sejarah lengkapnya di bawah ini.
Awal Mula Sepak Bola Modern
Permainan yang menggunakan bola dan kaki sebenarnya telah dikenal dalam berbagai bentuk sejak berabad-abad lalu. Namun, sepak bola modern yang menjadi dasar permainan saat ini berkembang di Inggris pada abad ke-19.
Pada masa itu, berbagai sekolah dan klub di Inggris memiliki aturan permainan yang berbeda-beda. Pada 1863, sejumlah klub dan perwakilan sekolah membentuk The Football Association (FA) di London. Organisasi ini kemudian menyusun aturan permainan yang menjadi salah satu fondasi sejarah sepak bola modern.
Dari Inggris, sepak bola kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, terutama melalui hubungan perdagangan, pendidikan, dan kolonialisme. Indonesia pun mengenal sepak bola dalam konteks tersebut.
Sepak Bola Masuk ke Indonesia pada Masa Kolonial
Sejarah sepak bola mulai dikenal di wilayah Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Pada tahap awal, olahraga ini banyak dimainkan oleh orang-orang Eropa, khususnya Belanda yang tinggal di kota-kota besar.
Di awal kehadirannya, sepak bola juga menggunakan bahasa yang sama dengan kolonialisme, diskriminasi dan rasisme. Umum tertulis di lapangan sepak bola masa itu, ‘Verboden voor honden en inlander” atau anjing pribumi dilarang masuk.
Melihat hal tersebut, pribumi melawan. Mereka membuat lapangan sendiri, mendirikan klub sepak bola sendiri, hingga lahir perserikatan sepak bola pribumi di berbagai kota seperti VIJ Batavia, PSM Yogya, hingga SIVB Surabaya.
Lapangan sepak bola perlahan tumbuh menjadi tempat berkumpul dan merasakan kesetaraan yang merupakan barang langka di masa kolonial. Menarik banget ya Yupiers, hal ini yang menyuburkan nilai-nilai nasionalisme.
Baca Juga: Profil 10 Striker Andalan Sepak Bola Indonesia Dari Berbagai Generasi
Lahirnya PSSI dan Semangat Nasionalisme
Salah satu tonggak paling penting dalam sejarah sepak bola Indonesia adalah berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 1930.
Kelahiran PSSI dibidani oleh seorang insinyur sipil lulusan Heckelenburg, Jerman yang sengaja mengundurkan diri dari perusahaan konstruksi Belanda demi terjun ke gerakan nasional. Ia percaya sepak bola adalah wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda.
Fakta menariknya Yupiers, di masa itu mencantumkan Indonesia bisa berujung pada penangkapan dan hukuman oleh pemerintahan kolonial. Tapi Soeratin dan para pendiri PSSI mengambil langkah politik yang berani dengan mencantumkannya di nama organisasi.
Dengan demikian, sepak bola memiliki posisi unik dalam sejarah Indonesia. Permainan yang awalnya diperkenalkan melalui lingkungan kolonial justru kemudian berkembang menjadi salah satu sarana masyarakat pribumi membangun organisasi dan identitas bersama.
Indonesia Tampil di Piala Dunia 1938
Menariknya, sebelum Indonesia merdeka, tim yang mewakili Hindia Belanda sudah tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis. FIFA mencatat Hindia Belanda sebagai tim Asia pertama yang tampil di putaran final.
Kesempatan tersebut terjadi setelah Jepang, yang menjadi salah satu peserta kualifikasi, mengundurkan diri. Hindia Belanda kemudian mendapatkan tiket ke turnamen.
Tim tersebut terdiri atas pemain dari berbagai latar belakang, termasuk pemain pribumi, Belanda, dan Tionghoa. Mereka menghadapi Hongaria pada 5 Juni 1938 di Reims. Pertandingan berakhir dengan kekalahan 6-0, sehingga Hindia Belanda langsung tersingkir karena format Piala Dunia ketika itu menggunakan sistem gugur.
Walaupun hasilnya belum memuaskan, keikutsertaan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bahkan hingga sekarang, FIFA masih mencatat Hindia Belanda sebagai wakil Asia pertama yang tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Format Baru, Tuan Rumah, dan Hal Menarik Lainnya
Sepak Bola Setelah Indonesia Merdeka
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, sepak bola berkembang sebagai bagian dari pembangunan olahraga nasional. PSSI menjadi organisasi yang menaungi sepak bola Indonesia, sementara kompetisi dan klub terus berkembang di berbagai daerah.
Sepak bola juga mulai mendapatkan makna yang lebih luas. Olahraga tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kebanggaan nasional.
Salah satu sejarah sepak bola penting terjadi pada 1956 ketika Indonesia tampil di Olimpiade Melbourne. FIFA mencatat bahwa penampilan tersebut masih menjadi satu-satunya partisipasi Indonesia di turnamen sepak bola putra Olimpiade, dengan pencapaian mencapai perempat final.
Mengapa Sepak Bola Begitu Populer di Indonesia?
Popularitas sepak bola di Indonesia tidak muncul dalam semalam. Sejarah sepak bola mencatat olahraga ini telah berkembang selama lebih dari satu abad dan berakar kuat di berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu alasannya adalah sepak bola relatif mudah dimainkan. Permainan dapat dilakukan di stadion dengan fasilitas lengkap, tetapi juga bisa dimainkan di lapangan sekolah, halaman, jalan kampung, atau ruang terbuka dengan perlengkapan sederhana.
Selain itu, sepak bola berkembang bersama komunitas. Klub-klub daerah, sekolah, turnamen antar kampung, kompetisi profesional, dan tim nasional membuat masyarakat memiliki banyak kesempatan untuk terlibat sebagai pemain maupun penonton.
Sepak bola juga memiliki kekuatan emosional. Klub dan tim nasional bukan hanya mewakili sebelas pemain di lapangan, tetapi juga membawa identitas daerah dan kebanggaan nasional. Tidak mengherankan jika pertandingan sepak bola mampu mengumpulkan banyak orang dan menciptakan komunitas pendukung yang loyal.
FIFA sendiri menyebut sepak bola sebagai olahraga nomor satu di Indonesia. Indonesia juga memiliki sejarah panjang dalam kompetisi FIFA, meskipun penampilan di Piala Dunia senior baru tercatat satu kali, yakni ketika masih bernama Hindia Belanda pada 1938.
Panggilan untuk Pecinta Sepak Bola Indonesia untuk Berkompetisi di Yupi Soccer Bonz
Yupiers pecinta sepak bola? Nggak boleh melewatkan kesempatan kompetisi sepak bola virtual di Yupi Soccer Bonz. Yupiers bisa scan barcode di balik kemasan Yupi Soccer Bonz untuk ikut merasakan pengalaman menjadi pemain andalan Indonesia.
Setelah itu, Yupiers bisa langsung mainkan AR game untuk merasakan pengalaman jadi striker dan cetak gol sebanyak-banyaknya. Tersedia hadiah Golden Surprise untuk 100 pemenang yang beruntung.
Bukan itu saja, untuk top 500 leaderboard, Yupiers bisa mendapatkan saldo dompet digital dari Yupi. Tunggu apa lagi, yuk cetak gol untuk Indonesia!
Dari Lapangan Kampung hingga Panggung Dunia
Sejarah sepak bola di Indonesia sudah diperkenalkan sejak masa kolonial, kemudian diterima dan dimainkan masyarakat pribumi, berkembang melalui klub-klub daerah, serta menjadi bagian dari gerakan organisasi dan nasionalisme.
Berdirinya PSSI pada 1930 menjadi salah satu tonggak penting dalam proses tersebut. Delapan tahun kemudian, tim Hindia Belanda bahkan mencatat sejarah sebagai tim Asia pertama di Piala Dunia.
Setelah kemerdekaan, sepak bola semakin melekat dengan identitas masyarakat Indonesia. Dari anak-anak yang bermain di lapangan kampung hingga pertandingan di stadion besar, olahraga ini terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Yupiers jangan lewatkan kompetisi sepak bola di Yupi Soccer Bonz ya!
