menu
logo mobile
sound
Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Blog What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Terms & Condition

Mengenal Jenis-Jenis Gula: Mana yang Lebih Bijak Dikonsumsi?

Pelajari berbagai jenis gula yang sering dikonsumsi sehari-hari agar bisa mengonsumsi gula secara bijak.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk makan lebih sehat, kadang terjadi demonisasi gula yang berlebihan. Atau sederhananya, gula dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya. 

Padahal, Yupiers tahu nggak bahwa gula merupakan karbohidrat sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk tubuh kita? Salah satunya otak. Organ vital ini membutuhkan gula (glukosa) sebagai bahan bakar utamanya untuk berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi. Bahkan otak bisa menghabiskan sekitar 20% total energi glukosa harian tubuh. 

Tapi kok kalau habis makan malah ngantuk dan sulit berkonsentrasi?

Hal ini biasanya terjadi setelah kita makan porsi besar hingga kekenyangan. Hal ini terjadi karena lonjakan gula darah dan respons mengalokasikan energi lebih besar untuk mencerna makanan yang masuk. 

Mengelola lonjakan gula darah jadi kunci untuk mengelola konsumsi gula harian kita. Nanti Yumin juga akan bahas ini di artikel berikut ya. Simak untuk selengkapnya ya Yupiers. 

Mengapa Kita Perlu Mengenal Jenis Gula?

Saat mendengar kata "gula", kebanyakan orang langsung membayangkan gula pasir putih yang biasa digunakan untuk membuat teh atau kopi. Padahal, gula hadir dalam banyak bentuk dan nama. Ada yang secara alami terdapat dalam buah, ada yang ditambahkan ke makanan olahan, dan ada pula yang digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi asupan kalori.

Memahami perbedaan jenis gula dapat membantu kita membuat pilihan yang lebih tepat, terutama jika ingin menjaga pola makan yang seimbang tanpa harus sepenuhnya menghindari rasa manis.

Jenis Gula Berdasarkan Struktur Kimia

Secara kimia, gula termasuk kelompok karbohidrat sederhana yang dapat dibagi menjadi dua kategori utama: monosakarida dan disakarida.

Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana yang terdiri dari satu unit molekul gula sehingga tidak bisa dipecah lagi menjadi gula yang lebih sederhana. Sementara itu, disakarida adalah karbohidrat yang terbentuk dari gabungan dua unit monosakarida yang diikat bersamaan. 

1. Monosakarida: Gula Sederhana

Monosakarida adalah bentuk gula paling sederhana yang tidak dapat dipecah lagi menjadi molekul yang lebih kecil.

Glukosa

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Hampir semua karbohidrat yang kita konsumsi pada akhirnya akan diubah menjadi glukosa untuk digunakan sebagai bahan bakar sel.

Glukosa dapat ditemukan secara alami dalam buah-buahan, madu, dan berbagai jenis makanan berkarbohidrat.

Fruktosa

Fruktosa dikenal sebagai gula buah karena banyak ditemukan secara alami dalam buah dan madu.

Fruktosa memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi dibanding glukosa, sehingga sering digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai pemanis.

Galaktosa

Galaktosa lebih jarang ditemukan dalam bentuk bebas. Umumnya galaktosa bergabung dengan glukosa membentuk laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

2. Disakarida: Gabungan Dua Molekul Gula

Disakarida terbentuk dari kombinasi dua monosakarida.

Sukrosa

Sukrosa merupakan gabungan glukosa dan fruktosa. Inilah yang kita kenal sebagai gula pasir sehari-hari.

Sukrosa banyak digunakan dalam:

  • Minuman manis
  • Kue dan roti
  • Permen
  • Produk makanan olahan

Laktosa

Laktosa adalah kombinasi glukosa dan galaktosa yang ditemukan dalam susu dan produk turunannya.

Karena itulah sebagian orang yang memiliki intoleransi laktosa mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi susu.

Maltosa

Maltosa terdiri dari dua molekul glukosa. Gula ini sering ditemukan dalam biji-bijian yang sedang berkecambah serta beberapa produk fermentasi.

Baca Juga: Berapa Gram Batas Aman Gula Harian untuk Dewasa dan Anak? 

Jenis Gula yang Banyak Dijual di Pasaran

Meskipun secara kimia ada banyak jenis gula, konsumen biasanya lebih sering menjumpai beberapa bentuk berikut.

Gula Pasir Putih

Ini adalah bentuk sukrosa yang telah melalui proses pemurnian. Rasanya netral dan mudah digunakan dalam berbagai resep.

Karena paling umum digunakan, gula pasir juga menjadi salah satu penyumbang gula tambahan terbesar dalam pola makan masyarakat modern.

Gula Aren dan Gula Kelapa

Keduanya dibuat dari nira tanaman dan memiliki rasa karamel yang khas.

Banyak orang menganggapnya lebih sehat karena diproses lebih minimal dan mengandung sedikit mineral. Namun perlu diingat bahwa kandungan gulanya tetap tinggi sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan.

Madu

Madu mengandung campuran glukosa dan fruktosa serta sejumlah kecil antioksidan dan senyawa bioaktif.

Meski sering dianggap sebagai pilihan yang lebih alami, madu tetap menyumbang kalori dan gula sehingga tidak bisa dikonsumsi tanpa batas.

Oleh karena itu, Yupiers perlu waspada jika menggunakan madu sebagai substitusi gula pasir. Biasanya akan butuh lebih banyak untuk mencapai manis yang sama sehingga kalorinya lebih tinggi. 

Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (High-Fructose Corn Syrup)

Pemanis ini banyak ditemukan dalam minuman ringan, saus, permen, dan berbagai makanan kemasan.

Karena sering tersembunyi dalam produk olahan, membaca label kemasan menjadi penting untuk mengetahui jumlah gula yang sebenarnya dikonsumsi.

Mengenal Gula Alternatif dan Pemanis Pengganti

Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan, berbagai pemanis alternatif mulai populer di pasaran.

Stevia

Stevia berasal dari daun tanaman stevia dan memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi dibanding gula pasir.

Karena kalorinya sangat rendah, stevia sering digunakan oleh orang yang ingin mengurangi konsumsi gula.

Monk Fruit

Monk fruit atau lo han kuo berasal dari buah yang banyak digunakan di Asia Timur.

Pemanis ini memberikan rasa manis tanpa menambah banyak kalori sehingga menjadi salah satu alternatif yang cukup populer.

Eritritol

Eritritol termasuk kelompok gula alkohol (sugar alcohol).

Rasanya manis tetapi kalorinya jauh lebih rendah dibanding gula biasa. Eritritol sering digunakan dalam produk rendah gula atau bebas gula.

Xylitol

Xylitol juga merupakan gula alkohol yang sering ditemukan dalam permen karet bebas gula dan produk kesehatan gigi.

Namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan bagi sebagian orang.

Jadi, Mana yang Paling Sehat?

Tidak ada satu jenis gula yang bisa dianggap sepenuhnya aman untuk dikonsumsi tanpa batas. Meskipun madu, gula aren, atau gula kelapa sering dipasarkan sebagai pilihan yang lebih alami, semuanya tetap mengandung gula dan kalori.

Yang paling penting bukan hanya jenis gulanya, tetapi juga:

  • Frekuensi konsumsinya, seberapa sering
  • Kuantitas konsumsi, seberapa banyak konsumsinya
  • Apakah dikonsumsi bersama makanan bernutrisi lain

Sebagai contoh, mengonsumsi satu buah apel utuh umumnya lebih baik dibanding minum jus atau minuman manis dengan jumlah gula yang sama karena buah mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula.

Baca Juga: Ketahui Kebutuhan Gula Per Hari agar Anak Selalu Sehat 

Yupi Crunchy Gummy Cemilan Manis yang Seru

Yupi Crunchy Gummy Fruity Clusters Display Box 
Siapa bilang gummy pasti kenyal? Yupi hadir dengan twist yang bikin nyemil gummy lebih seru. Perpaduan gummy yang yang dikenyal dan lapisan crunchy fruity clusters di luar bikin teksturnya jadi seru. 

Sensasi renyah, kenyal, ditambah dengan rasa buah yang manis dan segar bikin nggak bosan untuk ambil lagi dan lagi. 

Biar ngemil tambah seru, Yupiers juga bisa menikmati Yupi Crunchy Gummy bareng teman dan keluarga. 

Cara Mengonsumsi Gula dengan Lebih Bijak

Agar tetap bisa menikmati rasa manis tanpa berlebihan, beberapa langkah sederhana berikut bisa dicoba:

  • Utamakan rasa manis dari buah utuh.
  • Kurangi konsumsi minuman manis harian.
  • Biasakan membaca label kandungan gula pada makanan kemasan.
  • Padukan makanan manis dengan sumber protein atau serat agar lebih mengenyangkan.
  • Nikmati camilan manis secara sadar, bukan sekadar karena bosan atau kebiasaan.

Pada akhirnya, pola makan sehat bukan berarti menghilangkan semua makanan manis dari kehidupan. Yang lebih penting adalah memahami jenis gula yang kita konsumsi dan menjaga porsinya agar tetap seimbang.

Home Our Story Events Games Profile