cart
0
sound

logo mobile
sound
Yupi's Got Talent Yupi Gummy Store Meet Your Heroes Collaborations Events Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupiness Collection Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

Inilah Cara Merawat Gigi Anak yang Terlanjur Gigis dan Rusak

Sebagai orang tua yang baik, sangat penting bagi Yupiers untuk menjaga kesehatan anak-anak termasuk kesehatan gigi mereka. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi gigi gigis pada anak-anak. Jika hal tersebut sudah terjadi, bagaimana cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis dan rusak tersebut?

Sebelum mengetahui beberapa cara merawat gigi anak yang sudah rusak, ada baiknya Yupiers mengetahui alasan kenapa sangat penting menjaga kesehatan gigi bagi semua orang termasuk anak-anak.

Kesehatan gigi harus selalu dijaga karena hal ini dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh yang lainnya. Sebagai contoh, apabila gigi berlubang dan terdapat kuman, maka bukan tidak mungkin kuman tersebut bisa menyerang organ tubuh yang lainnya.

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kesehatan gigi yang kurang terjaga dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit lainnya seperti diabetes dan penyakit lainnya.

Selain itu juga gigi yang gigis, hitam, keropos dan rusak pada anak dapat mengakibat rasa nyeri atau sakit pada area mulut. Jika hal tersebut sudah terjadi, tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Selain rasa nyeri atau sakit, gigi yang gigis dan rusak juga bisa menjadi penyebab bau mulut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Cara Mengatasi Gigi Anak yang Gigis dan Rusak

Bagaimana cara merawat gigi anak yang sudah rusak? Bagi Yupiers yang memiliki anak-anak dengan masalah gigi seperti gigis dan rusak, tentunya ada beberapa cara untuk merawatnya. Berikut ini adalah cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis dan rusak :

1. Melalui Prosedur Medis

Cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis dan rusak yang pertama adalah dengan melalui prosedur medis atau melalui dokter gigi.

Jika gigi gigis dan rusak sudah sampai menimbulkan rasa nyeri pada anak-anak, dokter biasanya akan memberikan obat untuk meredakan rasa nyeri tersebut.

Selanjutnya agar kerusakan gigi tidak semakin membesar, dokter akan menambal gigi anak-anak dengan resin komposit. Sementara jika gigi yang rusak tersebut adalah gigi susu dan kerusakannya sudah cukup parah, maka dokter akan melakukan prosedur pencabutan gigi.

2. Melalui Pengobatan Alami

Cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis dan rusak selanjutnya yaitu dengan melalui pengobatan alami. Yupiers bisa menggunakan obat sakit gigi yang tersedia di apotek.

Berkumur Menggunakan Air Garam

Cara alami lainnya  sebelum menggunakan obat sakit gigi, Yupiers bisa meminta anak-anak untuk berkumur dengan air garam.

Yupiers bisa membuat air tersebut dengan cara mencampurkan air hangat dengan dengan setengah sendok garam, lalu meminta anak-anak untuk berkumur selama 30 detik. Hal paling penting untuk melakukan cara ini adalah memastikan anak-anak sudah mengerti cara berkumur dan membuang air kumur mereka.

Kompres Dengan Air Es

Selain berkumur menggunakan air garam, Yupiers juga bisa menggunakan kompresan dingin dengan es batu untuk membantu meredakan rasa nyeri akibat gigi yang rusak. Cukup bungkus es batu dengan kain bersih lalu tempelkan pada area luar yang sakit selama beberapa menit dan lakukan selama beberapa kali.

Menyikat Gigi Rutin Dua Kali Sehari

Selain beberapa cara tersebut, sangat penting juga bagi Yupiers untuk mengajari anak-anak untuk menyikat gigi dua kali sehari. Gunakan juga pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi dengan bulu yang lembut serta kepala gigi yang dapat menjangkau hingga ke bagian gigi paling belakang. 

Baca Juga : Cara Membiasakan Anak Jujur Sejak Kecil

Penyebab dan Tanda-Tanda Gigi Anak Mulai Rusak

Apa tanda-tanda gigi anak mulai rusak? Beberapa tanda tersebut adalah seperti munculnya warna yang berbeda pada bagian gigi dekat dengan gusi yang menunjukan adanya plak. Adanya bintik-bintik coklat pada gigi, dan bisa saja terjadi pembengkakan gusi atau gusi menjadi merah.

Selain hal tersebut, tanda-tanda kerusakan gigi juga bisa ditandai dengan adanya rasa nyeri, infeksi atau pembengkakan pada bagian mulut. 

Penyebab gigi menjadi gigis dan rusak ternyata bukan hanya karena kebiasaan minum susu dengan posisi tidur atau tidak membersihkan gigi dengan benar, ada beberapa penyebab lainnya yang dapat membuat gigi menjadi gigis dan berlubang. Berikut ini adalah beberapa penyebab lain tersebut.

1. Menghisap Ibu Jari

Menghisap ibu jari merupakan suatu kebiasaan yang sering dilakukan oleh anak-anak terutama saat mereka berusia bayi. Namun ternyata kebiasaan yang satu ini juga bisa menyebabkan gigi anak-anak menjadi rusak.

Hal ini karena menghisap ibu jari dapat membuat susunan gigi anak-anak menjadi berantakan, dan bahkan membuat gigi anak-anak berisiko tumbuh lebih maju daripada seharusnya atau yang lebih dikenal dengan istilah tonggos.

2. Gigi Susu Copot Sebelum Waktunya

Penyebab gigi menjadi rusak yang kedua adalah gigi susu copot sebelum waktunya. Usia atau waktu gigi susu copot yang umum adalah pada saat anak-anak berusia 6-7 tahun. Gigi susu memiliki peran untuk menjaga ruang agar nantinya gigi permanen bisa tumbuh dengan baik.

Namun jika gigi susu copot sebelum waktunya, maka akan ada kemungkinan ruang kosong pada gusi akan diisi oleh gigi yang berada di sebelahnya. Dalam kondisi seperti ini, gigi akan tumbuh dengan susunan yang kurang baik dan berakhir dengan gigi yang mudah berlubang.

3. Membiarkan Gigi Susu Terlalu Lama

Membiarkan gigi susu bertahan lebih lama juga bisa menyebabkan masalah pada gigi. Hal ini bisa menyebabkan susunan gigi menjadi tidak sesuai dan menyebabkan masalah gigi. Jika gigi susu tidak copot pada saat anak-anak berusia 6-7 tahun, maka gigi permanen akan tetap tumbuh namun dengan posisi di belakang atau di depan gigi susu.

4. Mengunyah Makanan yang Terlalu Keras

Penyebab gigi rusak yang selanjutnya adalah mengunyah makanan keras. Beberapa makanan yang terlalu keras bagi gigi anak-anak seperti es batu atau kacang-kacangan bisa menyebabkan gigi retak dan kemudian menimbulkan lubang.

5. Mengkonsumsi Makanan yang Manis

Gigi yang gigis dan rusak yang terjadi pada anak-anak bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya penyebabnya yaitu pada saat mereka masih bayi dan meminum susu dari botol sambil tiduran, hal ini bisa membuat gigi lebih rentan terkena bakteri.

Meminum susu dari botol sambil tiduran memang sangat nyaman bagi anak-anak, namun hal ini akan bermasalah pada kesehatan gigi jika sering dilakukan karena air susu yang mengandung gula akan menggenang di sekitar gigi dalam waktu yang lama.

Sementara gula sendiri merupakan makanan utama bakteri yang dapat menyebabkan gigi anak-anak menjadi gigis dan rusak.

Meskipun gula merupakan makanan utama bakteri, namun gula tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Karena itu sangat penting bagi Yupiers untuk mengetahui kebutuhan gula perhari pada anak-anak.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka Yupiers bisa mempercayakannya kepada camilan dari Yupi seperti Yupi Bolicious Lychee, Yupi Bolicious Strawberry dan beberapa camilan dari Yupi yang mengandung vitamin C dan tidak akan menyebabkan masalah pada gigi.

5. Mulut Kering

Mulut kering ternyata juga dapat menjadi salah satu penyebab masalah gigi. Hal ini karena menurunnya produksi air liur di dalam mulut. Air liur sendiri memiliki peran yang penting karena menjaga kesehatan mulut termasuk mencegah menempelnya bakteri pada gigi. 

Untuk mengatasi masalah mulut kering, sebaiknya Yupiers mengajarkan anak-anak tentang betapa pentingnya rutin minum air putih. 

Baca Juga : Inilah Manfaat Mengkonsumsi Permen Halal Yupi

Apakah Gigi Gigis Pada Anak Bisa Tumbuh Lagi?

Apakah gigi gigis pada anak bisa tumbuh lagi? Pertanyaan ini sering terlintas dalam pemikiran banyak orang tua yang mengetahui bahwa gigi anak-anak mereka gigis dan rusak.

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tergantung dari gigi apa yang gigis dan rusak tersebut. Jika gigi yang gigis dan rusak tersebut adalah gigi susu, maka tentunya gigi tersebut nantinya akan tergantikan oleh gigi permanen. 

Namun bila gigi yang gigis dan rusak tersebut adalah gigi permanen, maka gigi tersebut tentunya tidak akan bisa tergantikan lagi dengan gigi yang baru.

Jika gigi anak-anak gigis dan rusak, maka sebaiknya untuk melakukan pencabutan haruslah dengan izin dokter dan bantuan dokter setelah dilakukan pemeriksaan.

Perlu Yupiers ketahui juga, bahwa masa pergantian antara gigi susu ke gigi permanen antara anak perempuan dan anak laki-laki itu berbeda.

Anak perempuan memiliki masa pubertas yang lebih cepat dibandingkan anak laki-laki, karena hal tersebut maka anak perempuan memiliki waktu pergantian gigi yang lebih awal dibandingkan anak laki-laki.

Itulah informasi mengenai gigi gigis dan rusak pada anak-anak, Mulai dari cara merawat gigi anak yang terlanjur gigis dan rusak, penyebab dan tanda-tanda gigi gigis dan rusak, serta jawaban apakah gigi gigis dan rusak pada anak-anak bisa tumbuh kembali.

Mengajarkan anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi mereka sejak dini merupakan salah satu cara mengajarkan tanggung jawab kepada anak. Karena hal tersebut sangat penting bagi Yupiers untuk mengajarkan mereka sejak dini.

Semoga informasi dari Yupi tersebut bisa membantu Yupiers untuk menjaga kesehatan sang buah hati.