menu
logo mobile
sound
Yupi's Good Talent Yupi Surprise Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

10 Cerita Legenda Singkat untuk Anak, Menarik dan Penuh Hikmah!

Cerita legenda adalah suatu kekayaan budaya yang dimiliki oleh suatu daerah dan berbentuk cerita yang diceritakan dari seseorang kepada orang lain secara turun-menurun. Cerita legenda diceritakan dengan tujuan untuk mengajarkan budaya, menghibur, sampai memberikan nasehat moral di dalamnya.

Tidak hanya kisahnya yang menarik, cerita legenda juga memiliki ciri, jenis dan unsur-unsur tersendiri di dalamnya. Karena hal tersebut, kali ini Yupi tidak hanya akan berbagi berbagai cerita legenda singkat yang menarik, tetapi juga akan menjelaskan ketiga hal tersebut, simak selengkapnya ya.

1. Legenda Danau Toba
Legenda Danau Toba - Kastari Animation

Sumber gambar: Kastari Animation on YouTube

Legenda Danau Toba menceritakan tentang Toba, seorang pria yang suatu hari memancing dan menangkap seekor ikan mas yang berubah menjadi putri cantik. 

Putri tersebut mengucapkan terima kasih karena telah dibebaskan dan bersedia menjadi istri Toba dengan syarat bahwa Toba tidak boleh menceritakan asal-usulnya sebagai ikan. Mereka menikah dan memiliki seorang anak bernama Samosir, yang tumbuh menjadi anak yang aktif tetapi nakal.

Ketika Samosir diminta membawa bekal makanan untuk ayahnya, dia memakan sebagian besar bekal tersebut di tengah jalan. Kecewa melihat hanya sedikit bekal yang tersisa, Toba secara tidak sengaja melanggar janji dengan memarahi Samosir dan menyebutnya sebagai anak ikan. 

Merasa terkejut dan sedih, Samosir pulang dan mengadu pada ibunya. Akibat pelanggaran janji tersebut, istri Toba dan Samosir menghilang dan lokasi mereka berubah menjadi semburan air yang dahsyat, yang kemudian membentuk Danau Toba, dengan sebuah pulau di tengahnya yang dinamakan Pulau Samosir.

Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menjaga kepercayaan dan komitmen dalam setiap janji yang dibuat. Melanggar janji bisa memiliki konsekuensi yang tidak hanya mempengaruhi diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar kita.

2. Legenda Batu Menangis
Legenda Batu Menangis

Sumber gambar: Dongeng Kita on YouTube

Legenda Batu Menangis dari Kalimantan menceritakan tentang seorang gadis yang kecantikannya tidak diimbangi dengan perilaku yang baik. Ia adalah putri dari seorang ibu tunggal yang bekerja keras. Pada suatu hari, mereka pergi ke pasar yang letaknya cukup jauh, harus melewati beberapa desa. Di perjalanan, gadis itu terus menonjolkan kecantikannya dan bertingkah seolah-olah ibunya adalah pembantunya, bukan orang tuanya.

Kebohongan ini berulang hingga menyakitkan hati sang ibu. Merasa tidak dihargai, ibu itu akhirnya berdoa memohon agar anaknya mendapat pelajaran. Kutukan pun terjadi, dimulai dari kaki gadis tersebut yang berubah menjadi batu dan perlahan-lahan menyebar ke seluruh tubuhnya. Meski sang gadis memohon ampun, kutukan terus berlanjut hingga ia sepenuhnya menjadi batu, dengan air mata masih mengalir di pipinya.

Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua. Sikap durhaka dan tidak menghargai pengorbanan orang tua hanya akan membawa kesedihan dan penyesalan.

3. Legenda Roro Jonggrang
Legenda Roro Jonggrang

Sumber gambar: Dongeng Kita on YouTube

Legenda Roro Jonggrang berlatar belakang dua kerajaan di Jawa, yaitu Kerajaan Prambanan yang damai dan Kerajaan Pengging yang agresif. Raja Prambanan, Prabu Baka, memiliki seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Di sisi lain, Raja Pengging yang haus akan kekuasaan, mengutus ksatria saktinya, Bandung Bondowoso, untuk menaklukkan Prambanan. Bandung berhasil dan Prabu Baka tewas.

Setelah kemenangan tersebut, Bandung jatuh hati pada Roro Jonggrang dan ingin memperistrinya. Roro Jonggrang, yang tidak ingin menikah dengan Bandung tapi juga merasa kasihan pada rakyatnya, memberikan syarat mustahil: membangun 1.000 candi dan 2 sumur dalam semalam. Bandung, dengan kekuatan magis, hampir berhasil, namun Roro Jonggrang menggagalkan usahanya dengan memanipulasi suara ayam berkokok lebih awal. Marah atas tipuan ini, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir dari seribu candi yang diminta.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa segala pencapaian membutuhkan proses dan kesabaran; tidak ada yang instan. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan bahwa tindakan curang atau jahat dapat berbalik menimpa diri sendiri.

4. Legenda Sangkuriang
Legenda Sangkuriang

Sumber gambar: Gromore Studio on YouTube

Legenda Dayang Sumbi mengisahkan seorang wanita cantik keturunan raja, yang menolak banyak lamaran karena tidak menemukan pasangan yang tepat. Suatu hari, saat menyendiri di hutan bersama anjingnya, Tumang, ia kehilangan gulungan benangnya. Dalam keputusasaannya, ia berjanji akan menjadikan penemu gulungan tersebut sebagai saudara atau suami, tergantung jenis kelaminnya. Tumang, anjingnya yang ternyata jelmaan dewa, mengambilkan benang tersebut dan menjadi suaminya. Mereka memiliki seorang anak bernama Sangkuriang.

Ketika Sangkuriang tumbuh besar, sebuah kesalahpahaman tragis terjadi dimana ia membunuh Tumang tanpa menyadari bahwa Tumang adalah ayahnya. Sangkuriang menyerahkan hati Tumang kepada ibunya untuk dimakan. Setelah mengetahui kebenaran tersebut, Dayang Sumbi dipenuhi kemarahan dan memukul Sangkuriang, mengusirnya pergi.

Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang kembali tanpa mengenali ibunya dan jatuh cinta padanya. Dayang Sumbi yang terkejut menetapkan syarat mustahil untuk Sangkuriang demi menghindari pernikahan incest: membuat danau dan perahu dalam satu malam. Dengan kemampuan saktinya, Sangkuriang hampir berhasil, tetapi Dayang Sumbi menggagalkan usahanya. Dalam kemarahannya, Sangkuriang menendang perahu tersebut, yang mengakibatkan terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu.

Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya kejujuran dan transparansi. Menyembunyikan kebenaran hanya akan menyebabkan masalah yang lebih besar, dan tindakan curang tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain. Kejujuran membawa kebahagian dan kedamaian yang langgeng.

5. Legenda Malin Kundang
Legenda Malin Kundang

Sumber gambar: Gromore Studio on YouTube

Legenda Malin Kundang mengisahkan seorang ibu nelayan tunggal yang berjuang membesarkan anaknya, Malin Kundang, di sebuah desa. Menginginkan hidup yang lebih baik, Malin memutuskan untuk merantau dan mengadu nasib. Setelah bertahun-tahun, ia berhasil menjadi saudagar kaya dan menikahi putri bangsawan. Namun, Malin menyembunyikan asal-usulnya yang sederhana dari istri dan masyarakat barunya.

Ketika rindu kampung halaman, Malin kembali ke desanya bersama istrinya. Ia disambut baik oleh penduduk desa dan berbagi kekayaannya. Namun, saat ibunya yang berpakaian lusuh mendatanginya, Malin menolak mengakui ibunya di depan istrinya, mengklaim ibunya telah meninggal.

Kecewa dan patah hati, ibunya mengutuk Malin menjadi batu. Tak lama kemudian, hujan deras turun dan Malin berubah menjadi batu sebagai akibat dari durhakanya kepada ibunya.

Pesan moral dari legenda ini adalah pentingnya menghargai pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan oleh orang tua, terutama ibu. Menghormati orang tua adalah nilai yang tidak boleh dilupakan, terlepas dari kesuksesan atau kekayaan yang mungkin dicapai.

6. Legenda Timun Mas
Legenda Timun Mas

Sumber gambar: Gromore Studio on YouTube

Cerita legenda Timun Mas bercerita tentang Mbok Randa, seorang wanita yang sangat mendambakan seorang anak. Suatu hari, seorang raksasa menawarkan kesempatan untuk mengabulkan keinginannya dengan syarat yang mengerikan: anak yang lahir harus diserahkan kepadanya ketika berusia enam tahun untuk dimakan. Mbok Randa menerima tawaran tersebut dan menanam biji mentimun yang diberikan oleh raksasa. Dari salah satu mentimun yang tumbuh, muncullah seorang bayi perempuan yang diberi nama Timun Mas.

Timun Mas tumbuh menjadi anak yang cerdas dan cantik. Namun, ketika ia menginjak usia enam tahun, raksasa datang untuk memenuhi bagian dari perjanjian tersebut. Untuk melindungi putrinya, Mbok Randa meminta bantuan seorang pertapa yang memberinya tiga benda ajaib: jarum, garam, dan terasi. Ketika raksasa mengejar mereka, Timun Mas menggunakan ketiga benda tersebut untuk menghalau raksasa, yang akhirnya terperangkap dan tenggelam dalam lumpur yang tercipta dari terasi.

Pesan moral dari legenda ini adalah tentang pentingnya ketekunan dan keberanian dalam menghadapi rintangan. Timun Mas dan Mbok Randa menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan kecerdikan, kita bisa mengatasi bahkan tantangan yang tampak tidak mungkin. Selain itu, cerita ini juga mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam membuat keputusan dan memahami konsekuensi jangka panjang dari tindakan kita.

7. Legenda Keong Mas
Legenda Keong Mas

Sumber gambar: Winda Susilo dan Anja Arowana

Legenda Jawa Timur mengisahkan Raja Kertamarta dari Kerajaan Daha yang memiliki dua putri, Dewi Galuh dan Candra Kirana. Raden Inu Kertapati, seorang pangeran, datang untuk melamar dan jatuh hati pada Candra Kirana, yang membuat Dewi Galuh cemburu dan iri hati. Dalam kecemburuannya, Dewi Galuh bersekongkol dengan penyihir untuk memfitnah dan mengutuk Candra Kirana hingga ia terbuang dari istana dan berubah menjadi Keong Mas.

Di desa Dadapan, Keong Mas ditemukan oleh seorang nenek yang mendapatkan keberuntungan sejak merawatnya. Keong Mas, yang kembali ke wujud asli Candra Kirana saat malam, menjelaskan kutukannya kepada nenek tersebut. Sementara itu, Raden Inu, yang tak henti mencari tunangannya, akhirnya menemukan dan membebaskan Candra Kirana dari kutukan tersebut. Mereka berdua kemudian hidup bahagia.

Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa perbuatan buruk seperti iri hati dan fitnah akan mendatangkan akibat buruk, sementara kebaikan dan kesetiaan akan membawa kebahagiaan dan keajaiban. Legenda ini mengajarkan nilai dari kejujuran dan kesetiaan dalam menghadapi cobaan.

8. Legenda Si Pitung
Legenda Si Pitung

Sumber gambar: dongeng.kamikamu.co.id

Diceritakan dalam legenda Betawi, Pitung adalah anak yang tumbuh di Rawa Belong dengan pendidikan agama dan silat yang kuat. Suatu hari, saat diutus ayahnya menjual kambing ke Tanah Abang, Pitung ditipu oleh sekelompok preman yang mencuri uang hasil penjualannya. Setelah menyadari kejadian itu, Pitung berani menghadapi para preman dan berhasil mendapatkan kembali uangnya dengan mengandalkan kemahiran silatnya.

Pengalaman ini mengubah jalur hidup Pitung. Ia memutuskan untuk merampok orang-orang kaya yang sombong dan membagikan hasil rampasannya kepada yang membutuhkan. Kegiatannya ini menyebabkan kegelisahan pada pemerintahan kolonial Belanda dan para kolaboratornya. Meskipun sempat ditangkap, Pitung berhasil melarikan diri berkat jimat yang membuatnya kebal terhadap peluru.

Namun, kekebalannya terungkap ketika ia berbicara tentang jimatnya saat cukur rambut, yang kemudian diketahui oleh polisi Belanda melalui pengkhianatan seorang teman. Saat Pitung melepas jimatnya, polisi mengambil kesempatan untuk menembaknya hingga ia tewas. Menurut legenda, Pitung hanya akan benar-benar mati jika jasadnya dipotong menjadi tiga bagian dan dikubur secara terpisah.

Pesan moral dari legenda Si Pitung adalah pentingnya membantu sesama yang membutuhkan dan berani berkorban demi membela kebenaran. Kisah ini mengingatkan kita tentang nilai keberanian dan keadilan dalam melawan ketidakadilan, meski harus menghadapi risiko yang besar.

9. Legenda Jaka Tarub
Legenda Jaka Tarub

Sumber gambar: Gromore Studio

Legenda Jaka Tarub berasal dari Jawa Tengah, mengisahkan tentang Jaka Tarub, seorang pemuda yang tinggal seorang diri di hutan. Suatu hari, ia menemukan sekelompok bidadari yang sedang mandi di telaga. Terpikat oleh kecantikan mereka, Jaka Tarub mencuri selendang salah satu bidadari agar ia tidak bisa kembali ke surga dan terpaksa menemaninya. Bidadari tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Nawang Wulan, menyetujui untuk tinggal dengan syarat selendangnya dikembalikan suatu hari nanti.

Jaka Tarub dan Nawang Wulan menikah dan memiliki seorang putri. Namun, kebahagiaan mereka terganggu ketika Jaka Tarub melanggar janji untuk tidak melihat istrinya mandi, yang menyebabkan Nawang Wulan menemukan selendangnya yang disembunyikan. Akhirnya, Nawang Wulan meninggalkan Jaka Tarub dan kembali ke surga, meninggalkan Jaka Tarub dan anak mereka. Jaka Tarub kembali ke kehidupan soliter di hutan.

Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menjaga kepercayaan dan janji yang telah dibuat kepada orang lain. Kisah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya bertanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan, serta konsekuensi dari tindakan yang tidak jujur.

10. Legenda Selat Bali
Legenda Selat Bali

Sumber gambar: Dongeng Kita on YouTube

Dalam legenda dari Kerajaan Daha, Kediri, diceritakan tentang Empu Sidi Mantra, seorang brahmana yang terhormat dan sakti mandraguna, serta hidupnya yang tenang dan kaya. Namun, putranya, Manik Angkeran, memiliki kebiasaan buruk berjudi yang sering membuatnya kalah dan berhutang.

Ketika hutangnya menumpuk dan nyawanya terancam, Manik meminta bantuan ayahnya. Dengan kebaikan hati, Empu Sidi Mantra memohon kepada Tuhan agar diberikan solusi. Ia mendapatkan petunjuk untuk mendatangi Naga Besukih di kawah Gunung Agung, yang memiliki harta karun. Naga Besukih menyetujui untuk memberikan harta dengan syarat Manik harus berhenti berjudi.

Namun, Manik kembali berjudi dan kalah besar. Dalam keputusasaan, ia mendatangi Naga Besukih sendirian dan dalam kemarahan, ia memotong ekor naga tersebut. Naga itu membunuh Manik sebagai pembalasan. Ketika Empu Sidi Mantra mencari putranya, Naga Besukih mengaku telah membunuh Manik dan bersedia menghidupkannya lagi dengan syarat tidak boleh bersama ayahnya.

Saat berpisah, Empu Sidi Mantra secara tidak sengaja menggunakan tongkat saktinya yang menyebabkan tanah terbelah dan terciptalah Selat Bali.

Pesan moral dari cerita ini adalah pentingnya menjauhi kebiasaan buruk yang merugikan, seperti judi, dan menghindari berbohong kepada orang tua. Kedua tindakan ini memiliki konsekuensi serius yang tidak hanya mempengaruhi diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar kita.

Apa saja Ciri-ciri Cerita Legenda?

Setelah mengetahui berbagai cerita legenda singkat yang menarik dari Yupi, lalu apa sih ciri-ciri cerita legenda tersebut? Ciri-ciri umum legenda meliputi beberapa hal berikut ini:

  1. Tokoh dalam narasi legenda memiliki kemampuan luar biasa atau kesaktian tertentu.
  2. Cerita diwarnai dengan elemen magis.
  3. Legenda dikaitkan dengan dunia magis/supranatural.
  4. Cerita legenda mencampuradukkan elemen cerita sejarah, dengan klaim tentang kebenaran peristiwa yang terjadi.
  5. Mengandung pesan moral atau pelajaran yang berharga, sama seperti dalam dongeng sebelum tidur.

Apa saja Jenis-jenis Cerita Legenda?

Tahukah Yupiers bahwa cerita legenda juga terbagi menjadi beberapa jenis, terdapat empat jenis legenda yang telah diidentifikasi, berikut penjabarannya:

  • Legenda Keagamaan (Religious Legend)

Legenda keagamaan merujuk pada narasi yang terkait dengan aspek-aspek kehidupan spiritual. Kisah-kisah dalam legenda ini seringkali berkaitan dengan tokoh-tokoh suci, seperti legenda Nasrani, legenda Makam Pangeran Panggung, Legenda Wali Songo, ataupun cerita hikayat lainnya.

  • Legenda Alam Gaib (Supernatural Legend)

Legenda alam gaib mengisahkan tentang entitas-entitas gaib atau supernatural dalam folklor setempat. Cerita-cerita rakyat ini seringkali mengeksplorasi kepercayaan terhadap dunia supranatural, seperti legenda Nyi Roro Kidul dari Pantai Selatan.

  • Legenda Perseorangan (Personal Legend)

Legenda perseorangan menggambarkan perjalanan hidup individu, yang bisa berakhir dengan kematian atau tidak. Narasi-narasi ini sering kali terfokus pada aspek-aspek seperti kisah cinta, pengabdian, penipuan, dan peperangan.

  • Legenda Setempat (Local Legend)

Legenda setempat mengisahkan asal usul nama dan karakteristik geografis suatu tempat. Cerita-cerita ini bisa menjelaskan asal muasal nama sebuah tempat atau bagaimana suatu tempat mendapatkan bentuk geografisnya seperti bukit, dataran, atau jurang.

Apa saja Unsur-unsur Cerita Legenda?

Informasi tentang cerita legenda singkat dari Yupi kali ini adalah beberapa unsur dalam cerita legenda. Dalam konstruksi cerita, legenda dibangun dari unsur-intrinsik dan unsur-ekstrinsik. 

Unsur-intrinsik meliputi tema, plot, tokoh, dan penokohan, yang menjadi pondasi kisah itu sendiri. Sementara itu, unsur-ekstrinsik mencakup aspek pendidikan, agama, ekonomi, dan sosial-budaya, yang terinspirasi dari latar belakang penulisan dan konteks saat cerita ditulis.

Itulah beberapa informasi tentang cerita legenda singkat untuk anak dari Yupi kali ini. Dari beberapa cerita legenda singkat tersebut, mana yang menjadi favorit Yupiers? 

Selain cerita legenda singkat tersebut, Yupi juga memiliki berbagai cerita menarik lainnya seperti beberapa diantaranya adalah cerita fantasi untuk anak, sampai cerita inspiratif penuh pesan moral dan masih banyak lagi.

Home Our Story Events Games Profile