menu
logo mobile
sound
Yupi's Good Talent Yupiland Store Meet Your Heroes Collaborations Yupi Diary What's Happening Our Story Cool Pics Here Say Hi! FAQ It's Game Time Yupi Community Terms & Condition
Did you know ?

12 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur yang Lucu & Edukatif

Dalam dunia yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, kegiatan membacakan dongeng atau menceritakan cerita anak sebelum tidur tetap memegang pesona dan nilai mendidik yang tak ternilai bagi anak-anak. Meskipun layar gadget mungkin menjadi saingan, pengalaman berbagi cerita sebelum tidur tetap menjadi momen istimewa antara orang tua dan anak. Menariknya, dua penelitian terbaru mengungkap kompleksitas interaksi yang terjadi ketika seorang anak duduk di pangkuan Anda dan membuka buku gambar.

Salah satu penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Pediatrics menggunakan fungsional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk memeriksa aktivitas otak anak usia 3 hingga 5 tahun ketika mereka mendengarkan cerita sesuai usia. Penelitian ini menemukan perbedaan aktivasi otak tergantung seberapa sering anak-anak tersebut mendengar dongeng di rumah.

Anak-anak yang terpapar lebih banyak buku menunjukkan aktivitas otak yang lebih tinggi dalam pemrosesan asosiasi visual, meskipun mereka hanya mendengarkan cerita tanpa melihat gambar. Dr. John S. Hutton, peneliti utama dalam studi tersebut, mencatat bahwa tingkat aktivasi otak yang berbeda menunjukkan bahwa anak-anak yang berlatih dalam mengembangkan gambar visual melalui buku dan mendengarkan cerita mungkin mengembangkan keterampilan untuk membayangkan dan memahami kata-kata di masa depan.

Penelitian ini juga menyoroti potensi stimulasi kreativitas dari buku, yang tidak dimiliki oleh hiburan layar seperti kartun. Sebaliknya, menonton video cerita dapat menghambat proses kreatifitas anak-anak, menggantikan kebutuhan mereka untuk membayangkan cerita sendiri.

Penelitian lain dari Psychological Science menemukan bahwa membaca buku gambar dengan anak-anak dapat memperkaya kosa kata mereka dengan jenis kata yang lebih unik daripada percakapan sehari-hari dengan orang tua. Ini mengimplikasikan bahwa membaca buku bukan hanya meningkatkan eksposisi kata, tetapi juga melatih otak untuk menciptakan gambar dan merespon frasa dan irama yang membentuk cerita, bahkan yang sederhana sekalipun.

Dari kedua penelitian tersebut, bisa kita simpulkan bahwa membacakan cerita dongeng sebelum tidur tidak hanya memberikan manfaat bagi otak dan tumbuh kembang anak, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang lebih efektif dibandingkan hanya sekedar membiarkan anak menonton video sendiri.

Nah, atas dasar kedua penelitian tersebut, Yumin punya banyak pilihan cerita dongeng untuk anak sebelum tidur. Penasaran dengan ceritanya apa saja? Yuk langsung saja simak 12 pilihan dongeng anak sebelum tidur yang lucu, mendidik, dan penuh pesan moral.

1. Kancil dan Siput
dongeng sebelum tidur kancil dan siput

Pilihan cerita dongeng anak sebelum tidur bahasa indonesia yang pertama adalah kancil dan siput. Cerita ini bercerita tentang seekor kancil yang lincah dan cepat namun sombong dimana dia suatu hari bertemu dengan siput. 

Setelah melihat dan mendengar ucapan sombong dari kancil tentang dirinya yang kecil dan lambat, siput menantang kancil untuk melakukan lomba lari.

Sebelum hari perlombaan tiba, siput memberitahu dan mengajak siput lainnya untuk membantunya dalam perlombaan dengan kancil.

Semua teman siput terlihat sama persis antara satu dengan yang lainnya dan teman-teman siput ini akan bersembunyi di sepanjang jalur perlombaan dan keluar ketika mendengar langkah kaki kancil

Hari perlombaan pun tiba, pada saat garis awal perlombaan kancil dengan sombongnya sudah berlari kencang meninggalkan siput, namun setiap kali kancil merasa sudah meninggalkan siput jauh di belakangnya, ternyata siput justru ada di depan kancil.

Hal tersebut berulang terus menerus di sepanjang jalur lintasan balap lari, hingga ketika tiba di garis akhir, kancil yang lelah semakin terkejut ketika sudah melihat siput ada di garis akhir lomba. Hal ini membuat kancil kalah dalam perlombaan tersebut.

Dongeng kancil dan siput ini sudah terkenal sejak dahulu kala karena mengajarkan anak-anak tentang janganlah berbuat atau bersikap sombong, karena semua makhluk hidup punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. 

Selain itu juga dongeng ini mengajarkan anak-anak tentang kerja sama dan pentingnya kepintaran dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Dongeng dengan cerita yang hampir sama dengan makna yang sama juga ada dalam beberapa versi seperti salah satu contohnya adalah kelinci dan kura-kura.

Kancil memang merupakan salah satu karakter dongeng yang cukup sering diceritakan, ada juga dongeng kancil lainnya yang cukup terkenal yaitu dongeng kancil dan buaya.

Pesan Moral cerita Kancil dan Siput:
  • Kesombongan akan Berujung pada Kekalahan.
  • Kita harus menghargai setiap individu.
  • Setiap Makhluk memiliki Kelebihan dan Kekurangannya masing-masing.
  • Kerja Sama yang baik akan menghasilkan menghasilkan sebuah keberhasilan.

2. Kelinci yang Sombong dengan Kura-Kura
Kelinci yang Sombong dengan Kura-Kura dongeng sebelum tidur

Dongeng anak sebelum tidur selanjutnya yaitu cerita "Si Kelinci yang Sombong dan Kura-kura". Dongeng ini mengajarkan anak-anak untuk tidak sombong dan meremehkan orang lain. Anak-anak juga diajarkan untuk menjadi sabar dan kerendahan hati. Untuk cerita lengkapnya baca dibawah ini, yuk!

Di sebuah hutan yang indah, hiduplah Si Kelinci yang sangat sombong. Dia selalu merasa bahwa dia adalah yang tercepat dan terhebat dari semua hewan di hutan.

Suatu hari, dia bertemu dengan Kura-kura dan merasa bahwa Kura-kura adalah makhluk yang sangat lambat dan bodoh. Kelinci mulai memperolok-olok Kura-kura dan menyatakan bahwa dia pasti bisa mengalahkan Kura-kura dalam sebuah perlombaan.

Kura-kura sangat sedih dengan perlakuan Kelinci dan memutuskan untuk menantangnya dalam sebuah perlombaan. Kelinci yang sombong merasa senang dengan tantangan tersebut dan menerima tantangan itu dengan cepat. Kelinci yakin dia akan menang dengan mudah melawan Kura-kura yang lambat.

Perlombaan dimulai, Kelinci berlari dengan sangat cepat dan yakin akan memenangkan perlombaan. Kura-kura bergerak dengan lambat dan hati-hati.

Kelinci terus berlari dan melihat ke belakang, hanya untuk menemukan Kura-kura masih sangat jauh di belakangnya. Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak dan tidur di bawah pohon.

Ketika Kelinci terbangun, dia terkejut menemukan bahwa Kura-kura telah menyelesaikan perlombaan dan menang. Dia merasa sangat malu karena telah meremehkan Kura-kura dan sombong atas kemampuannya sendiri. Kelinci belajar bahwa kesombongan hanya akan membawanya pada kekalahan dan kerendahan hati sangatlah penting.

Pesan Moral Kelinci yang Sombong dengan Kura-kura:

  • Kesabaran Membawa Keberhasilan.
  • Selalu rendah hati dan menghargai orang lain.
  • Jangan meremehkan kemampuan orang lain.
  • Kesombongan akan membawa petaka.
  • Belajar dari kesalahan.

3. Bawang Merah dan Bawang Putih
dongeng anak bawang merah dan bawang putih (1)

Kali ini kami akan memberikan dongeng sebelum tidur yang lumayan panjang. Dongeng ini judulnya adalah Bawang Merah dan Bawang Putih yang merupakan salah satu cerita rakyat yang populer di Indonesia.

Cerita ini mengisahkan dua saudara perempuan yang memiliki sifat dan kepribadian yang sangat berbeda. Bawang Merah yang sombong dan egois, sedangkan Bawang Putih yang lembut dan sabar. Berikut adalah ringkasan cerita Bawang Merah dan Bawang Putih.

Cerita dimulai dengan Bawang Merah dan Bawang Putih yang tinggal bersama ibu mereka. Bawang Merah adalah anak sulung yang sombong dan egois, sedangkan Bawang Putih adalah anak bungsu yang lembut dan sabar. Meskipun ibu mereka sangat menyayangi Bawang Putih, tetapi Bawang Merah selalu merasa iri dan cemburu pada adiknya.

Suatu hari, ketika ibu mereka sedang sakit, ia meminta Bawang Merah dan Bawang Putih untuk pergi ke hutan dan mengambil air mata dewi yang bisa menyembuhkannya. Ibu mereka memberikan nasi untuk dimakan di perjalanan sebagai bekal, tetapi Bawang Merah sengaja menukar nasi dengan daun yang telah ia siapkan sebelumnya.

Ketika mereka tiba di hutan, Bawang Putih makan daun yang diberikan oleh Bawang Merah, tetapi dia tidak tahu bahwa itu adalah pemberian bawang merah. Akibatnya, Bawang Putih menjadi sangat sakit dan tidak bisa berjalan. Bawang Merah kemudian pergi ke dewi dan meminta air mata dewi, tetapi ia diberi syarat bahwa ia harus membawa kepala putri raja yang dijaga oleh naga.

Bawang Merah memutuskan untuk mencuri kepala putri raja dan meninggalkan Bawang Putih yang sakit di hutan. Ketika Bawang Merah berhasil mengambil kepala putri raja, dia bertemu dengan seorang pemuda tampan yang membantunya mengalahkan naga dan membawa kepala putri raja ke dewi.

Sementara itu, Bawang Putih diselamatkan oleh seekor rusa dan dibawa ke istana raja. Raja kemudian memerintahkan para dokter untuk menyembuhkan Bawang Putih. Ketika Bawang Merah dan pemuda tampan kembali ke istana, mereka terkejut menemukan bahwa Bawang Putih telah diselamatkan dan sehat.

Akhirnya, Bawang Merah mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya. Ia belajar untuk menjadi lebih lembut dan sabar seperti Bawang Putih. Ibu mereka juga merasa bangga pada Bawang Putih yang telah menyelamatkan dirinya sendiri dan menunjukkan sifat yang baik.

Dalam cerita Bawang Merah dan Bawang Putih, kita dapat belajar tentang pentingnya memiliki sifat yang baik dan bertanggung jawab. Kita harus menghargai orang lain dan tidak meremehkan mereka. Kita juga harus belajar untuk sabar dan lembut seperti Bawang Putih. Dalam kehidupan, kebaikan dan kesabaran

Pesan Moral Bawang Merah dan Bawang Putih:

  • Pentingnya jujur dan bertanggung jawab dalam tindakan kita.
  • Menghargai setiap individu dan tidak meremehkan orang lain berdasarkan penampilan atau perbedaan.
  • Kebaikan dan Kesabaran sebagai Kunci Keberhasilan.
  • Bersikap Baik pada setiap Makhluk.

4. Persahabatan Semut dan Belalang
cerita dongeng anak semut dan belalang (1)

Cerita dongeng tentang persahabatan merupakan jenis dongeng yang baik untuk anak yang berusia minimal 3 atau 4 tahun keatas. Maka dari itu, yuk bacakan dongeng persahabatan semut dan belalang untuk anak sebelum tidur dibawah ini!

Pada suatu hari di hutan yang sangat indah, terdapat sepasang teman yang selalu bersama, yaitu Semut dan Belalang. Mereka telah berteman selama bertahun-tahun dan selalu saling membantu dalam keadaan apapun.

Suatu hari, saat musim kemarau tiba, Belalang kehabisan makanan dan tidak bisa mencari makan lagi. Dia mulai khawatir dan merasa kebingungan tentang apa yang harus dilakukan. Karena itu, Belalang memutuskan untuk meminta bantuan dari temannya, Semut.

Ketika Semut mengetahui bahwa Belalang sedang kesulitan, dia tidak ragu untuk membantunya. Semut membagikan makanannya dengan Belalang dan memberikan saran tentang cara bertahan hidup selama musim kemarau. Belalang merasa sangat terharu atas kebaikan hati Semut dan bersumpah akan selalu bersama dengannya.

Beberapa waktu kemudian, saat musim hujan datang, Semut mengalami kecelakaan dan terjebak di dalam lubang. Belalang yang melihat hal itu langsung datang untuk membantu. Belalang memanggil teman-temannya untuk membantunya menarik Semut keluar dari lubang. Mereka bekerja sama dengan cepat dan berhasil menyelamatkan nyawa Semut.

Setelah kejadian itu, Semut sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Belalang dan teman-temannya. Dia merasa sangat bersyukur memiliki sahabat sebaik Belalang. Keduanya semakin akrab dan selalu saling membantu dalam keadaan apapun.

Kisah persahabatan Semut dan Belalang mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki teman yang setia dan selalu siap membantu kita dalam situasi sulit. Persahabatan yang baik dan tulus bisa bertahan selamanya jika dijaga dengan baik.

Pesan Moral Persahabatan Semut dan Belalang:

  • Pentingnya kesetiaan dan selalu membantu dalam keadaan baik maupun buruk.
  • Bersyukur dan menghargai bantuan.
  • Pentingnya kerja sama dalam mengatasi masalah dan kesulitan.

Baca Juga : Rekomendasi Novel Persahabatan (Spesial Hari Buku Nasional)

5. Singa dan Tikus
singa dan tikus (1)

Dongeng sebelum tidur untuk anak yang kelima adalah cerita tentang singa dan tikus. Pada suatu hari, tikus sedang usil kepada singa yang sedang tidur dan ternyata singa tersebut marah dan menangkap serta hendak memakan tikus.

Tikus pun menangis ketakutan sampai menangis dan memohon agar tidak dimakan oleh singa. Singa tersebut kemudian dengan besar hati melepaskan tikus, dan kemudian tikus itu berjanji akan membalas kebaikan singa suatu hari nanti.

Setelah beberapa hari berlalu, singa tertangkap oleh jaring pemburu dan terjebak di dalamnya sehingga tidak bisa keluar. Singa itu pun kemudian menangis semalaman dan ternyata terdengar oleh tikus.

Tikus teringat akan kebaikan singa dan kemudian membantu melepaskan singa dari jaring pemburu dengan menggigit-gigit jaring tersebut hingga putus. Singa akhirnya terbebas dari jaring pemburu. Sejak kejadian tersebut, kini singa dan tikus menjadi teman baik.

Dongeng singa dan tikus tersebut dapat memberikan pesan moral kepada anak-anak bahwa suatu perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik dengan cara yang tidak diketahui, karena berbuat baiklah kepada siapapun.

Dongeng yang mengajarkan anak-anak tentang berbuat baik kepada siapapun karena kebaikan nantinya orang yang baik akan mendapatkan balasan yang baik juga hadir dalam cerita semut dan merpati.

Pesan Moral Persahabatan Singa dan Tikus:

  • Kebaikan Selalu Berdampak Positif.
  • Tidak meremehkan atau merendahkan orang lain, terlepas dari penampilan atau kekuatan mereka.
  • kebaikan bisa datang dari tempat yang tidak terduga, dan tindakan baik yang kita lakukan mungkin memiliki dampak jangka panjang yang positif.
  • Pentingnya saling membantu tanpa mengharap imbalan langsung.

Baca Juga : 10 Daftar Film Kartun Anak yang Mendidik & Seru

6. Malin Kundang
malin kundang (1)

Siapa yang tidak kenal dengan cerita rakyat Malin Kundang ini. Malin Kundang juga dapat menjadi dongeng sebelum tidur yang panjang dan bisa Yupiers ceritakan kepada sikecil. Cerita Malin Kundang merupakan cerita yang mengisahkan cerita seorang anak yang berasal dari desa kecil serta hidup kurang berkecukupan.

Malin Kundang adalah anak tunggal atau anak satu-satu dari seorang ibu yang memiliki pekerjaan nelayang dengan penghasilan yang tidak terlalu cukup. 

Ketika beranjak dewasa, Malin Kundang pergi ke kota dan ketika dewasa, Malin Kundang menjadi orang sukses dengan banyak harta yang melimpah dan memiliki seorang istri yang cantik.

Suatu ketika Malin Kundang pulang ke kampung halaman dengan istrinya. Ketika tiba di kampung halaman, Malin Kundang yang kaya raya membagikan uang kepada para penduduk desa. 

Salah seorang penduduk desa yang mengenali Malin Kundang segera pergi memberitahu ibu Malin Kundang bahwa anaknya telah sukses dan menjadi kaya raya serta kini ada di desa.

Ibu Malin Kundang kemudian segera bergegas menemui anak satu-satunya yang dia cintai. Ketika ibu Malin Kundang bertemua Malin Kundang, dia segera memanggil anaknya. 

Namun ketika bertemu Malin Kundang, istri Malin Kundang pun tidak percaya bahwa wanita yang tersebut adalah ibu Malin Kundang dan bertanya kepada Malin Kundang.

Malin Kundang yang malu mengakui ibunya kemudian tidak mengakui bahwa wanita tersebut adalah ibunya dan bahkan memaki, menghina, serta mengusir ibunya.

Ibu Malin Kundang sedih dan sakit hati dengan apa yang dilakukan oleh Malin Kundang, kemudian ibu Malin Kundang mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Malin Kundang pun akhirnya berubah menjadi batu.

Cerita Malin Kundang ini sangat bisa menjadi contoh kepada anak-anak agar menghormati dan berbakti kepada orang tua mereka.

Pesan Moral cerita Malin Kundang:

  • Cerita ini mengajarkan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua, bahkan ketika kita telah mencapai kesuksesan.
  • keberhasilan dan kekayaan material tidak boleh membuat seseorang lupa akan nilai-nilai kehidupan dan kasih sayang.
  • Mengajarkan bahwa tindakan yang tidak hormat terhadap orang tua dapat menimbulkan perasaan penyesalan yang mendalam. Kesalahan yang dibuat oleh Malin Kundang mengubahnya menjadi batu dan mencerminkan penyesalan yang tidak bisa diubah.

7. Itik Buruk Rupa
itik buruk rupa (1)

Dongeng anak sebelum tidur yang terbaru adalah tentang itik buruk rupa. Cerita ini merupakan dongeng yang terkenal dengan judul The Ugly Duckling karya Hans Christian Andersen dan menjadi dongeng yang juga cukup sering diceritakan.

Dongeng cerita anak sebelum tidur ini bercerita tentang seorang itik buruk rupa yang sejak kecil memiliki penampilan berbeda dengan beberapa saudaranya. Meskipun berbeda, sang ibu itik tetap memperlakukan dan menyayangi itik tersebut sama seperti yang lainnya.

Perlakuan tidak menyenangkan justru datang dari saudara-saudara itik buruk rupa tersebut. Hal tersebut membuat itik buruk rupa tersebut sedih dan tidak percaya diri.

Namun seiring berjalannya waktu, itik buruk rupa tersebut kini telah berubah menjadi angsa yang sangat cantik dibandingkan dengan saudara-saudaranya.

Dongeng ini memberikan pesan moral kepada anak-anak agar tidak merendahkan orang lain, membuat anak-anak sadar bahwa perbedaan itu ada tapi bukanlah suatu hal yang pantas untuk dihina, dan mengajarkan anak-anak bahwa semua orang punya kesempatan menjadi yang terbaik.

Pesan Moral Itik Buruk Rupa:

  • Mengajarkan anak-anak untuk tidak merendahkan atau membully orang lain berdasarkan penampilan atau perbedaan fisik. Perlakuan baik dan hormat seharusnya diberikan kepada semua individu.
  • Menunjukkan pentingnya menerima perbedaan dan menghargai keunikan setiap individu. Itik buruk rupa, meskipun berbeda, tetap pantas mendapatkan kasih sayang dan perhatian
  • Mengajarkan anak-anak untuk memiliki keberanian dan kesabaran menghadapi tantangan atau perlakuan tidak menyenangkan. Perjalanan itik buruk rupa menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi seiring waktu
  • Menekankan peran penting kasih sayang dan dukungan dalam membantu seseorang merasa dihargai dan diterima. Sang ibu itik memberikan contoh perlakuan baik dan menyayangi itik buruk rupa sejak awal

8. Tikus Kota dan Tikus Desa
Tikus Kota dan Tikus Desa

Alkisah ada dua ekor tikus yang berteman baik. Satu tinggal di perkkotaam dan tikus yang satunya tinggal di pedesaan. Keduanya saling bertukar kabar mengenai kesejahteraan mereka melalui tikus kota dan tikus desa lainnya yang melakukan perjalanan antara kedua daerah tersebut.

Pada suatu hari, tikus kota ingin bertemu dengan teman desanya. Dia mengirimkan pesan tersebut melalui beberapa tikus di desa yang bisa dia temui. Teman desa itu sangat bahagia dengan kunjungan teman-temannya. Dia membuat persiapan untuk menyambutnya. Untuk menerima temannya, ia berangkat ke perbatasan desa dengan mengenakan pakaian adat serta membawa karangan bunga di tangannya. 

Namun, teman sekotanya itu mengenakan jas, sepatu bot, dan dasi leher. Mereka saling berpelukan dan bertukar sapa.Tikus desa menyambutnya dan berkata, "Udara di sini sangat segar dan tidak tercemar. Suasana di kota ini sangat murni."

Mereka kemudian banyak berbincang dan bertukar pandangan tentang berbagai topik. Kemudian, mereka duduk untuk makan. Tikus desa memberinya buah-buahan dan biji-bijian gandum rebus.

Setelah makan, mereka berjalan-jalan ke luar desa. Sawah tampak hijau dan keindahan alam hutan menjadi daya tarik tersendiri. Tikus desa berkata, “Apakah kota ini mempunyai pemandangan yang begitu indah?” Tikus kota tidak berkata apa-apa selain mengajak tikus desa untuk datang ke kota setidaknya sekali untuk melihat kenyamanan kehidupan kota.

Tikus desa berkata dia pasti akan datang ke kota suatu hari nanti. Tikus kota berkata, “Mengapa kamu tidak ikut denganku ke kota sekarang?” Tikus desa menjawab, “Baiklah, aku akan mempertimbangkan ajakanmu.”

Ketika malam tiba, mereka kembali dan tidur di rerumputan yang lembut. Keesokan harinya, untuk sarapan, tikus desa menyajikan buah-buahan segar dan sereal kepada temannya. Tikus kota menjadi kesal dan berkata kepada tikus desa, "Ayo kita pergi ke kota sekarang. Beri aku kesempatan untuk melayanimu."

Tikus desa menerima ajakan tersebut dan bersiap untuk perjalanan ke kota. Tikus kota tinggal di sebuah rumah besar. Pada malam hari tikus desa terkejut melihat, meja makan penuh dengan berbagai jenis masakan. Tikus desa belum pernah melihat makanan yang begitu beragam sebelumnya. 

Tikus kota meminta tikus desa untuk menikmati makanannya dan dia mulai makan. Tikus desa menyukai paneer dan menghabiskannya dengan cepat.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara kucing. Kata tikus kota, "Cepat sembunyikan dirimu di bawah lemari, kalau tidak kucing itu akan memakan kita." Keduanya bergegas menuju lemari dan bersembunyi di bawahnya. Setelah beberapa waktu, ketika kucing itu pergi, keduanya pun keluar. 

Tikus desa itu masih gemetar. Tikus kota kembali mulai memakan makanan tersebut dan menasihati temannya juga, "Jangan taku temankut, ini adalah bagian dari kehidupan kota." Tikus desa mengumpulkan keberaniannya dan pergi ke meja makan lagi. Kali ini dia dengan cepat menghabiskan kue pilihannya. 

Pada saat yang bersamaan, seorang anak laki-laki datang ke sana dengan seekor anjing. Tikus desa yang takut pada anjing bertanya kepada temannya, “Siapakah orang ini?” Tikus kota berkata, "Dia adalah Jimmi, putra tuan rumah ini dan anjing itu adalah peliharaannya. Cepatlah bersembunyi di sana." 

Setelah mereka pergi, kedua tikus itu keluar. Tikus desa sangat ketakutan. Dia berkata, "Temanku, aku pikir aku harus kembali sekarang. Aku berterima kasih kepadamu atas hidangan lezatnya, namun ada banyak bahayanya. Sekali lagi terima kasih." Dan dia mulai menuju desa. Sesampainya di sana, dia menghela nafas lega dan berkata, "Oh! Hidup itu berharga dan di atas segalanya adalah kebijaksanaan."

Pesan Moral Tikus Kota dan Tikus Desa:

  • Mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan antara kehidupan di kota dan desa. Kedua tikus memiliki keunikan dan keindahan masing-masing, dan perbedaan itu seharusnya dihormati.
  • Menekankan pentingnya bersyukur dan menghargai apa yang kita miliki. Tikus desa menyadari keberuntungannya di desa setelah mengalami beberapa situasi yang menakutkan di kota.
  • Menunjukkan bahwa kebijaksanaan adalah kunci untuk membuat keputusan yang baik. Tikus desa mengambil keputusan yang bijak untuk kembali ke desa setelah menyadari bahaya di kota.
  • engajarkan bahwa dalam menghadapi lingkungan yang berbeda, kita perlu belajar menyesuaikan diri. Tikus desa berhasil mengatasi ketakutannya dan mencoba untuk menyesuaikan diri di lingkungan baru.

9. Seekor Burung Hantu dan Seekor Belalang
Seekor Burung Hantu dan Belalang

Pada suatu hari, ada seekor burung hantu yang selalu tidur di siang hari pernah tinggal di negeri yang jauh. Dia kemudian bangkit dari pohon tua berlubang, mengepakkan sayap dan berkedip, saat kegelapan turun, cahaya kemerahan memudar dari langit dan bayangan merayap perlahan melalui hutan. Dia mulai mencari serangga dan kumbang, katak, dan tikus yang dia sukai dengan mengeluarkan suara aneh "hoo-hoo-hoo-oo-oo" yang bergema di hutan yang tenang.

Ada seekor burung hantu tua yang, seiring bertambahnya usia, menjadi sangat mudah tersinggung dan sulit untuk mengendalikan emosinya, terutama jika ada sesuatu yang mengganggu tidurnya yang biasa. 

Pada suatu sore musim panas, seekor belalang di dekatnya mulai bernyanyi dengan gembira namun serak yang hangat ketika burung hantu mencoba untuk tidur di sarangnya di pohon ek tua. Kepala burung hantu tua tiba-tiba muncul dari lubang pohon, yang berfungsi sebagai pintu dan jendela.

Ia mencoba menyapa Belalang sambil berkata, “Keluar dari sini, Tuan.” "Apa tamu tidak memiliki sopan santun? Membiarkanku tidur sendirian setidaknya akan menunjukkan rasa hormat terhadap usiaku."

Namun, Belalang menjawab dengan mengatakan bahwa dia mempunyai hak yang sama atas tempatnya di bawah sinar matahari seperti halnya hak Burung Hantu terhadap miliknya di pohon ek kuno. Dia kemudian mulai memainkan nada suara yang lebih keras dan lebih keras.

Burung Hantu tua yang bijak paham betul bahwa berdebat dengan Belalang idak akan ada gunanya. Selain itu, matanya terlalu lelah di siang hari sehingga dia tidak bisa menghukum Belalang. Dia kemudian memutuskan untuk menenagkan dirinya dan berbicara kepada belalang dengan cara yang sangat baik.

“Baik, Tuan, jika saya harus begadang, saya akan duduk di sana untuk mendengarkan nyanyian Anda, katanya. Kalau dipikir-pikir lagi, saya punya anggur enak yang dikirimkan kepada saya dari Olympus dan saya' telah diberitahu bahwa Apollo minum sebelum dia bernyanyi untuk dewa-dewa tinggi. Saya akan sangat menghargai jika Anda mau bergabung dengan saya untuk mencicipi minuman lezat ini. Anda akan mulai bernyanyi seperti Apollo; saya sangat yakin."

Belalang yang bodoh tertipu oleh komentar-komentar menyanjung Burung Hantu. Dia melompat dan berlari ke sarang burung hantu. Namun, ketika dia sudah cukup dekat sehingga burung hantu tua itu dapat melihatnya dengan jelas, dia menerkamnya dan memakannya.

Pesan Moral Seekor Burung Hantu dan Belalang:

  • Mengajarkan pentingnya menghormati hak dan ruang pribadi orang lain, terutama ketika mereka sedang istirahat atau tidur. Tindakan Belalang yang mengganggu tidur burung hantu menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap hak orang lain.
  • Mengajarkan pentingnya berbicara dengan baik dan mempertahankan sopan santun, bahkan ketika kita merasa tersinggung atau terganggu. Burung hantu tua mencoba untuk berbicara dengan belalang dengan cara yang baik meskipun merasa terganggu.
  • Mengajarkan untuk mengetahui batas dan menghargai kehidupan makhluk lain. Gangguan Belalang terhadap burung hantu menunjukkan kurangnya pemahaman akan kebutuhan dan kehidupan orang lain.

10. Seekor Anjing dan Seekor Serigala
Seekor Anjing dan Seekor Serigala

Seekor Serigala, yang sedang kelaparan, berkesempatan bertemu dengan seekor Anjing yang cukup makan, dan ketika mereka berhenti untuk memberi hormat satu sama lain, "Berdoalah," kata Serigala, "kenapa kamu bisa begitu ramping? atau makanan apa yang kamu punya?" membuat begitu banyak daging? Aku, yang jauh lebih kuat, binasa karena kelaparan."

Anjing dengan terus terang menjawab: "Kamu mungkin dapat menikmati kondisi yang sama sepertiku, jika kamu dapat memberikan pelayanan yang sama kepada tuanmu." "Siapa itu?" kata Serigala. “Untuk menjadi penjaga ambang pintunya, dan untuk melindungi rumah dari pencuri di malam hari.” “Saya cukup siap untuk itu,” kata sang Serigala; "Saat ini aku harus menanggung salju dan hujan lebat, menjalani kehidupan yang menyedihkan di hutan. Betapa lebih menyenangkan bagiku tinggal di bawah atap, dan, dalam kenyamananku, diisi dengan banyak makanan." “Kalau begitu, ikutlah bersamaku,” kata Anjing.

Saat mereka berjalan, Serigala mengamati leher Anjing, yang diikat dengan rantai. "Kenapa rantai ini melilit lehermu ini, wahai temanku?" "Oh, tidak apa-apa." "Tapi, beritahu aku." “Karena aku tampak garang, mereka mengikatku di siang hari, agar aku bisa diam ketika terang, dan berjaga-jaga ketika malam tiba; tanpa rantai di tengah malam, aku mengembara ke mana pun aku mau. Roti dibawakan untukku tanpa meminta; dari mejanya sendiri, tuanku memberiku tulang-tulang; para pelayan memberiku potongan, dan makanan lezat apa pun yang ditinggalkan setiap orang; dengan demikian, tanpa perlu bersusah payah, perutku akan selalu merasa kenyang."

"Yah, jika kamu ingin pergi ke mana pun, apakah kamu bebas?" “Tentu saja tidak,” jawab Anjing. “Kalau begitu, Anjing, nikmatilah apa yang kamu banggakan; aku tidak akan menjadi raja jika kehilangan kebebasanku.”

Pesan Moral Seekor Anjing dan Seekor Serigala:

  • Mengajarkan bahwa kebebasan memiliki nilai yang tinggi. Meskipun anjing menikmati kenyamanan dan makanan yang disediakan oleh tuannya, dia kehilangan kebebasannya karena terikat oleh rantai. Serigala, meskipun harus mencari makanan sendiri, memilih untuk mempertahankan kebebasannya di hutan.
  • Menunjukkan pentingnya hati-hati dalam membuat kompromi. Meskipun anjing memiliki kenyamanan dan makanan yang cukup, dia kehilangan kebebasannya. Serigala, sebaliknya, memilih kebebasan meskipun harus menghadapi kesulitan dalam mencari makanan.
  • Mengajarkan untuk menilai kehidupan berdasarkan nilai pribadi dan prioritas masing-masing individu. Bagi serigala, kebebasan lebih berharga daripada kenyamanan dan makanan yang diberikan oleh manusia.
  • Menekankan pentingnya menghargai dan memelihara kebebasan. Meskipun kenyamanan dan keamanan dapat diberikan oleh orang lain, kehilangan kebebasan bisa menjadi harga yang terlalu mahal untuk dibayar.

11. Angsa yang Bertelur Emas
Angsa yang Bertelur Emas

Dahulu kala, di sebuah desa, hiduplah seorang petani miskin bersama istrinya. Suatu hari, sang petani membeli seekor angsa, berharap angsa itu akan bertelur telur yang bisa dimakannya dan sisanya dijual. Dia membawa angsa pulang dan membuat sarang untuknya bertelur.

Pagi hari berikutnya, petani pergi ke sarang untuk memeriksa apakah angsa tersebut telah bertelur. Dengan keterkejutan, dia menemukan bahwa angsa itu telah bertelur telur emas. Petani pergi ke kota dan menjual telur emas tersebut dengan harga yang tinggi. Angsa itu mulai bertelur telur emas setiap hari. Petani menjual telur-telur tersebut dan mendapatkan kekayaan. Namun, semakin kaya sang petani, semakin besar pula kegilaannya akan kekayaan.

Suatu hari, ketika sang petani dan istrinya sedang berbicara, sang istri berkata, "Kalau kita bisa mendapatkan semua telur yang ada di dalam angsa itu, kita bisa menjadi lebih kaya dengan cepat."

"Kamu benar," kata sang petani, "kita tidak perlu menunggu angsa itu bertelur setiap hari."

Maka, pasangan itu memutuskan untuk membunuh angsa tersebut dan mengambil harta karun emas di dalamnya sekaligus.

Esok harinya, mereka pergi ke sarang, membunuh angsa itu, dan membukanya hanya untuk menemukan bahwa angsa itu sama seperti angsa lainnya. Tidak ada telur emas di dalamnya.

Sekarang, petani dan istrinya telah kehilangan angsa itu, dan mereka tidak akan pernah mendapatkan telur emas lagi.

Pesan Moral Cerita Angsa Yang Bertelur Emas:

  • Pentingnya kesabaran dan rasa puas terhadap apa yang telah kita miliki adalah kunci kebahagiaan.
  • Keinginan yang berlebihan dan ketidakpuasan bisa merugikan diri sendiri dan menyebabkan kerugian yang tidak terduga.
  • Cerita di atas menunjukkan bahwa keputusan impulsif, seperti menyembelih angsa untuk mengambil semua emas, tanpa pertimbangan yang matang dapat berakibat merugikan.

12. Sang Wanita Tua dan Seorang Dokter
Wanita Tua dan Dokter

Dahulu kala, hidup seorang Nenek yang mulai kehilangan penglihatannya hingga hampir buta. Khawatir akan menjadi buta, ia pergi untuk berkonsultasi dengan seorang Dokter yang berjanji bisa menyembuhkannya, tapi dengan imbalan bayaran yang tinggi. Nenek setuju untuk membayar biaya Dokter itu, namun dengan syarat bahwa ia harus mengembalikan penglihatannya; jika gagal, ia tidak akan membayar apapun. Dokter setuju, dan memulai perawatannya.

Dokter itu secara rutin mengunjungi Nenek untuk melihat perkembangan pengobatannya, dan setiap kali datang, ia mencuri sesuatu dari rumahnya. Suatu hari ia mengambil sebuah panci, hari lain sebuah gambar yang tergantung di dinding, dan hari ketiga sebuah perabot. Akhirnya, ketika tidak ada yang tersisa di rumah Nenek, Dokter menyatakan bahwa perawatannya hampir selesai. Ia mengunjungi Nenek untuk kali terakhir dan meminta bayarannya.

Ketika Nenek melihat bahwa rumahnya sudah kosong, ia menolak membayar bayarannya. Dokter kemudian menggugatnya dan membawanya ke Pengadilan. Nenek dibawa ke pengadilan, dan ketika ditanya oleh hakim, ia menyatakan: 'Dokter benar tentang perjanjian kita. Saya setuju membayar biayanya jika ia menyembuhkan saya, dan ia setuju tidak meminta bayaran jika gagal. Sekarang ia bersikeras bahwa saya sudah sembuh, tetapi bagaimana mungkin? Saat ia memulai perawatan, mata saya memang sudah semakin buruk, tetapi saya masih bisa melihat perabot dan hal-hal lain di rumah saya; namun sekarang, ketika menurutnya saya sudah sembuh, saya sama sekali tidak bisa melihat apa-apa! Alih-alih menyembuhkan saya, Dokter malah membuat saya buta!'

Pengadilan mengerti apa yang Nenek katakan; ia pulang dengan bebas, sementara Dokter menghabiskan sisa hidupnya di penjara!

Pesan Moral Cerita Sang Wanita Tua dan Seorang Dokter:

  • Kejujuran dan integritas adalah nilai-nilai yang sangat penting. Dokter yang tidak jujur dan mencuri barang-barang dari rumah Nenek untuk keuntungannya sendiri akhirnya dihadapkan pada konsekuensi hukum.
  • Tindakan curang dan tidak jujur selalu memiliki konsekuensi. Meskipun Dokter mungkin berpikir bahwa mencuri barang-barang dari rumah Nenek tidak akan terbongkar, namun akhirnya perbuatannya membawa dampak negatif pada dirinya sendiri.
  • Cerita ini mengingatkan kita untuk waspada terhadap tawaran atau perjanjian yang dapat merugikan kita. Nenek berani menolak membayar ketika ia menyadari adanya penipuan dalam perawatan yang diberikan oleh Dokter.

Apa Manfaat Membacakan Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anak?

Mendongeng ternyata punya beberapa manfaat tersendiri bagi anak-anak, berikut ini adalah beberapa manfaat tersebut.

  • Merangsang dan mengembangkan daya imajinasi anak-anak
  • Mengembangkan kreativitas anak-anak
  • Meningkatkan sikap peduli terhadap berbagai macam hal kepada anak-anak
  • Dapat menjadi contoh kepada anak-anak tentang apa saja yang merupakan perbuatan baik dan bisa mereka contoh, serta perbuatan buruk yang tidak baik untuk mereka contoh
  • Dapat menjadi contoh anak-anak tentang bagaimana karakter atau sifat seseorang yang baik atau tidak baik
  • Meningkatkan sikap proaktif pada anak-anak
  • Mempererat hubungan Yupiers dengan anak-anak
  • Menambah pengetahuan anak-anak
  • Menambah kosa kata yang perlu anak-anak ketahui
  • Meningkatkan minat baca pada anak-anak
  • Dapat memberikan contoh kepada anak-anak tanpa terkesan menggurui

Agar dapat memberikan dongeng yang baik bagi anak-anak, maka ada beberapa hal yang perlu Yupiers ketahui. 

Beberapa hal tersebut adalah mendongeng dengan ekspresif, energik dalam menyampaikan cerita agar anak-anak semakin tertarik, banyak membaca juga bisa membuat cerita menjadi menarik, memilih cerita yang lucu dan edukatif serta sesuai dengan umur anak-anak.

Frequently Asked Questions terkait dengan Dongeng Sebelum Tidur

Apa Manfaat Utama Membacakan Dongeng Sebelum Tidur bagi Anak-anak?

Membacakan dongeng sebelum tidur tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki manfaat positif terhadap perkembangan bahasa, imajinasi, dan keterampilan sosial anak-anak. Penelitian juga menunjukkan hubungan positif antara aktivitas ini dan aktivitas otak anak.

Mengapa Aktivitas Membaca Buku Lebih Disarankan Daripada Menonton Video Cerita?

Buku memberikan stimulasi visual dan memperkaya kosa kata anak dengan "jenis kata yang unik" lebih banyak daripada percakapan sehari-hari. Menonton video cerita, sementara memberikan visual, dapat menghambat kreativitas anak karena cerita disajikan tanpa memerlukan imajinasi aktif.

Apakah Semua Jenis Dongeng Cocok untuk Anak Sebelum Tidur?

Ya, namun disarankan memilih cerita yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Dongeng dengan pesan moral atau nilai positif seringkali lebih dihargai untuk pengembangan karakter anak-anak. Pemilihan cerita yang sesuai pun dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi anak yang susah tidur.

Bagaimana Cara Memilih Dongeng yang Cocok untuk Anak?

Pilih dongeng yang sesuai dengan usia anak, mengandung nilai moral yang positif, dan memiliki elemen yang menarik bagi mereka. Sesuaikan dengan minat dan tingkat pengembangan anak.

Seberapa Penting Keterlibatan Orang Tua dalam Aktivitas Membacakan Dongeng?

Sangat penting. Keterlibatan orang tua dalam membacakan dongeng tidak hanya memperkuat ikatan emosional, tetapi juga membangun fondasi untuk cinta membaca, meningkatkan kemampuan bahasa, dan memberikan rasa keamanan.

Apakah Dongeng Sebelum Tidur Hanya Berlaku untuk Anak-anak Kecil?

Tidak. Meskipun umumnya diidentifikasi dengan anak-anak kecil, aktivitas membacakan dongeng sebelum tidur dapat dinikmati oleh anak-anak dari segala usia dan bahkan dapat menjadi kebiasaan keluarga yang berharga.

Apakah Ada Alternatif untuk Dongeng Tradisional dalam Membangun Kebiasaan Membaca?

Ya, alternatifnya dapat mencakup pembacaan bersama komik anak, cerita interaktif, cerita dongeng atau bahkan menciptakan cerita bersama-sama dengan anak.

Bagaimana Menciptakan Pengalaman Dongeng yang Lebih Interaktif?

Libatkan anak dalam cerita dengan bertanya atau meminta mereka untuk menggambar bagian cerita. Gunakan suara-suara karakter atau ajak mereka berpartisipasi dalam membaca beberapa bagian. Ini dapat meningkatkan keterlibatan mereka.


Itulah beberapa dongeng atau cerita anak sebelum tidur yang bisa Yupiers ceritakan kepada anak-anak. Selain beberapa dongeng tersebut, masih ada banyak lagi cerita menarik lainnya yang bisa Yupiers ceritakan kepada anak-anak.

Salah satunya adalah beberapa cerita dinosaurus yang tentunya seru bagi anak-anak. Cerita dinosaurus tersebut juga bisa Yupiers ceritakan sambil memberikan anak-anak cemilan Yupi Dino Land yang memiliki bentuk seperti dinosaurus dengan tampilan yang menarik, rasa yang lezat dan bergizi tinggi!

Home Our Story Events Games Profile